Kamu: “Duh, sedih gue jadi pengangguran gini.”

Temen: “Sabar, Bro! Cari kerja itu kayak cari jodoh. Asal rajin berdoa dan usaha, jodoh kerjaan pasti bertemu!”

Menemukan jodoh dan pasangan idaman itu butuh perjuangan. Kamu harus rela melewati momen ditolak dan patah hati sebelum akhirnya bertemu belahan hati. Sama halnya saat mencari pekerjaan: ada proses jatuh bangun yang harus dilewati sebelum sampai pada pekerjaan yang bisa membuatmu merasa nyaman.

Jika dalam pacaran ada 2 orang yang saling tertarik, kamu dan perusahaan adalah 2 pihak yang saling membutuhkan. Keduanya pun akan sama-sama berharap dan berusaha agar dapat yang terbaik. Nah, di artikel kali ini Hipwee sudah merangkum ragam rasa yang akan kamu rasakan saat melamar pekerjaan. Simak, yuk!

Seperti saat menemukan pasangan, kamu pun akan dihadapkan dengan berbagai pilihan saat mencari pekerjaan

memilih pekerjaan yang sesuai via www.expatica.com

Informasi tentang lowongan pekerjaan itu bisa datang dari mana saja. Internet, koran, teman, kenalan, hingga selebaran yang tak sengaja kamu temukan di jalan. Sama seperti saat mencari pasangan, kamu pun akan dihadapkan dengan berbagai pilihan pekerjaan. Ada yang sesuai minat dan bakatmu, sesuai pendidikan dan ijazah terakhirmu, hingga ada pula yang melenceng alias nggak nyambung sama sekali.

Advertisement

Sebagai sarjana Akuntansi, melamar sebagai akuntan di perusahaan berarti sesuai dengan pendidikan yang kamu tempuh selama ini. Sayangnya, renjana yang kamu punya adalah bekerja di dapur dan menjadi juru masak. Kamu pernah ikut kursus memasak dan punya pengalaman bekerja paruh waktu selama beberapa tahun. Pekerjaan seperti apa yang akhirnya kamu pilih? Kamu sendiri lah yang berhak memutuskan.

“Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.”

Cowok ganteng atau cewek cantik pasti membuatmu tertarik, begitu pula iming-iming gaji tinggi dan jenjang posisi yang bisa terus ditapaki

gaji tinggi dan jenjang karir jadi daya tarik tersendiri via lembang.org

Dari sekian lowongan pekerjaan yang tersedia, pastilah kamu akan memilahnya terlebih dahulu sebelum mantap mengirim lamaran. Biasanya, pekerjaan yang menawarkan gaji tinggi dan jenjang karir yang jelas akan kamu pilih. Selain itu, posisi yang tampak nyaman dan nama perusahaan yang sudah terkenal biasanya juga jadi pertimbangan.

Meskipun bisa saja mengirim lamaran ke semua lowongan yang ada, cara seperti ini jelas tak bijaksana. Kamu selayaknya sudah mantap menentukan jalan karir yang ingin kamu pilih, atau bidang apa yang ingin kamu tekuni. Dengan begitu kamu bisa lebih fokus dan bisa lebih cepat mendapat pekerjaan yang sesuai.

Panggilan tes dan wawancara adalah yang paling kamu tunggu-tunggu. Prosesnya seperti momen perkenalan yang akan membuat debar jantungmu tak karuan

tes dan wawancara adalah momen perkenalan via www.popsugar.com

Setelah mendapat panggilan kerja, kamu dan perwakilan perusahaan akhirnya dipertemukan dalam sesi tes tertulis dan wawancara. Dalam kesempatan ini, kalian akan saling mengenal demi menemukan kecocokan untuk kerja sama yang lebih jauh lagi.

Apakah kamu memenuhi kriteria sebagai calon pegawai yang mereka butuhkan? Apakah perusahaan yang kamu lamar memang benar-benar sesuai dengan yang kamu inginkan? Kamu dan perusahaan akan sama-sama menemukan jawabannya setelah proses ini.

Momen wawancara seperti halnya kencan pertama, kamu akan berusaha tampil prima agar pewawancara tak merasa kecewa

wawancara seperti kencan pertama via www.notdressedaslamb.com

Jika kencan pertama bisa membuat deg-degan, tes dan wawancara kerja pun tak kalah memusingkan. Berbagai persiapan akan kamu lakoni. Menyiapkan setelah kerja yang akan dikenakan, membawa kopi surat lamaran dan berkas-berkas lainnya, serta tak lupa latihan menyiapkan jawaban untuk sesi wawancara.

“Coba deskripsi tentang pekerjaan yang kamu lamar!”

“Sebutkan alasan-alasan logis kenapa kamu cocok dengan pekerjaan itu!”

“Kenapa kamu tertarik dengan perusahaan itu dan apa motivasimu bekerja di sana?”

“Kontribusi macam apa yang bisa kamu berikan pada perusahaan?”

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang biasanya akan diajukan oleh pewawancara. Sebagai pelamar, kamu pun harus bisa menjawabnya. Memang sih, ada trik dan tips khusus agar lancar dalam sesi wawancara. Namun, satu-satunya yang harus kamu andalkan adalah soal kejujuran. Selain jujur, berbicara dengan lugas dan tidak berbelit-belit juga bisa jadi kunci suksesmu. Sementara, cerita masa lalu dan tentang pekerjaan yang dulu juga harus kamu sampaikan sesuai porsinya.

Setelah tes dan wawancara, kamu pun akan merasakan jatuh cinta dengan pekerjaan atau posisi yang kamu lamar

pekerjaan yang bikin jatuh cinta via www.glamour.com

Datang dan melihat langsung bakal tempatmu bekerja pastilah memberi kesan tersendiri. Melihat bangunannya yang megah atau orang-orangnya yang ramah, kamu pun jatuh cinta dengan pekerjaan yang kamu lamar. Pikirmu, pasti senang rasanya jika bisa diterima dan bekerja di sana. Di hari-hari setelahnya, perkara diterima atau tidak adalah satu-satunya yang mengganggu pikiranmu.

Jatuh cinta membuatmu berharap agar diterima. Kamu pun membayangkan masa depanmu kelak lebih cerah dengan bekerja di sana

berharap diterima kerja via youqueen.com

Pekerjaan kali ini memang bisa membuatmu berkata; it’s the one. Seperti sudah menemukan pasangan idaman, pekerjaan kali ini yang benar-benar kamu inginkan dan kamu yakini bisa membawa perubahan dalam hidupmu. Gajinya akan cukup memenuhi segala kebutuhanmu. Calon bos dan rekan-rekan kerjamu pun tampak menyenangkan dan tak pelit berbagi ilmu. Jenjang karir yang jelas membuatmu terpacu untuk maksimal bekerja dan jadi karyawan berprestasi.

Kemungkinan diterima dan bisa bekerja di perusahaan idaman memang menjadikanmu bersemangat. Setiap pagi kamu akan mengawali hari dengan memeriksa ponsel dan kotak surelmu. Berharap segera ada jawaban atas kelanjutan nasibmu. Apakah diterima atau kamu harus merasakan kecewa dan mencari pekerjaan yang lainnya?

Sayangnya, panggilan kerja belum tentu datang dalam satu atau dua hari saja. Tak kunjung mendapat kabar dari perusahaan impian bisa membuatmu kelimpungan

kamu kelimpungan via pixshark.com

“Aku diterima nggak, ya? Nilai tes tulisku bagus nggak, ya? Penampilanku oke nggak, ya? Jangan-jangan ada jawaban yang salah pas wawancara kemarin. “

Memang tak enak rasanya saat harus menunggu dalam ketidakpastian. Makan, tidur, jalan-jalan, nongkrong dengan teman; banyak hal terasa tak nyaman dijalani ketika ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu. Tapi bukankah satu-satunya yang bisa kamu lakukan adalah menunggu? Proses rekruitmen juga bukan perkara mudah. Perusahaan harus selektif memilih calon-calon karyawannya. Butuh waktu lama hingga akhirnya bisa menentukan siapa-siapa saja yang diterima.

Kegalauan selama berhari-hari akan terhapus dalam sekejap, ketika akhirnya kamu dinyatakan lolos seleksi dan lanjut ke tahap yang selanjutnya

kabar gembira adalah saat diterima via galleryhip.com

Kabar bahagia yang kamu tunggu-tunggu akhirnya datang juga. Di momen ini kamu percaya bahwa setiap keinginan pasti bisa dicapai asalkan mau berusaha dan berdoa. Kesabaran dan keyakinan yang selama ini kamu pegang akhirnya mendapat balasannya.

Pekerjaan yang kamu inginkan akhirnya bisa digenggam. Kamu pun semakin mantap untuk mengikuti tahapan selanjutnya. Rasa percaya diri dan keyakinanmu makin kuat. Namun, kamu tahu bahwa diterima bukan berarti perjuanganmu sudah selesai, tapi justru baru dimulai.

Dalam proses melamar pekerjaan, negoisasi adalah proses pendekatan antara kamu dan perusahaan bakal tempatmu bekerja

pendekatan = negoisasi via www.businessinsider.co.id

Seperti sepasang kekasih yang melewati masa-masa pendekatan sebelum pacaran, kamu dan perusahaan tempatmu bekerja pun melakukan hal yang sama. Pendekatan terjadi dalam proses negoisasi. Kamu dan pihak perusahaan akan bicara masalah gaji atau fasilitas yang bisa kamu dapatkan selama bekerja. Ketika perusahaan bisa menjamin kesejahteraanmu sebagai pegawai, kamu pun bisa lebih mantap untuk mulai bekerja.

Seperti di awal pacaran, masa-masa training akan kamu jalani dengan semangat demi memberikan yang terbaik bagi perusahaan

pacaran = masa-masa percobaan via www.huffingtonpost.com

Masa-masa training biasanya berlangsung selama 3 bulan. Kesempatan ini akan kamu gunakan dengan sebaik-baiknya untuk menyelami pekerjaan dan seluk beluk perusahaan tempatmu bekerja. Tugas-tugas apa saja yang harus kamu kerjakan dan bagaimana budaya kerja di kantormu adalah yang akan kamu pelajari.

Layaknya masa-masa awal pacaran, masa-masa training pun akan membuatmu bersemangat. Kamu tahu bahwa inilah yang akan menentukan nasibmu selanjutnya. Jika performamu baik, perusahaan tentu tak ragu merekrutmu sebagai pegawai tetap. Sebaliknya, kinerja yang buruk tentu membuat mereka berpikir untuk melepasmu.

Jika akhirnya bisa diangkat jadi pegawai tetap, tunjukkan komitmenmu dan bekerjalah dengan hati. Jangan mudah patah semangat atau menyerah sesulit apapun pekerjaan yang kamu hadapi!

bahagia ketika bisa jadi pegawai tetap via imgur.com

Setelah melewati masa training, diangkat jadi pegawai tetap tentu jadi harapanmu. Alasannya, status sebagai tetap jelas memberi lebih banyak kemudahan dan fasilitas. Ketika sudah tanda tangan kontrak, kamu dan perusahaan sama-sama berkomitmen untuk menjalin kerja sama atau hubungan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Namun, pegawai tetap jelas punya tanggung jawab dan konsekuensi yang lebih berat. Kamu tak lagi bisa bersikap impulsif ketika merasa bosan atau tak puas dengan pekerjaan yang kamu jalani. Ketika ingin menyerah, ingatlah betapa dulu kamu pernah bersusah payah demi mendapatkan pekerjaan ini!

“Your work is to discover your world and then with all your heart give yourself to it.”

Nah, gimana? Apakah saat ini kamu sudah menemukan pekerjaan yang nyaman dijalani, ataukah kamu masih sibuk mencari yang sesuai inginnya hati? Semoga kamu bisa tetap optimis dan semangat menjelang hari, ya! 🙂