Kesuksesan sebagai mahasiswa tidak hanya ditandai dengan tingginya IPK, waktu kuliah yang singkat, atau seberapa cepat mendapat pekerjaan setelah lulus. Namun, predikat sukses juga layak disematkan pada mahasiswa yang sudah mulai berbisnis atau membuka usaha saat kuliah.

Cocok dengan pameo “lebih cepat lebih baik”, mereka yang berbisnis sejak kuliah punya banyak kelebihan yang tidak dimiliki mahasiswa lain. Kemampuan melihat peluang, skill managerial dan marketing, hingga paham arti kerja keras dan disiplin. Yang pasti, status sebagai mahasiswa justru menjadikan peluang suksesmu semakin besar. Nggak percaya? 10 hal dalam artikel ini akan meyakinkan kamu yang masih kuliah untuk memulai bisnismu, segera!

1. Kampus bisa jadi “pasar” yang potensial. Berbekal kepekaan dalam pergaulan, kamu akan lebih mudah menemukan peluang bisnis yang menjanjikan

pergaulan = menemukan peluang bisnis via jayhebat.tumblr.com

Jika dilihat dengan kaca mata bisnis, kampus adalah “pasar” yang potensial. Ribuan mahasiswa yang ada dikampusmu bisa jadi target market dari bisnis yang akan kamu mulai.

Namun, menentukan bisnis yang akan dijalankan dan bakal berhasil juga bukan perkara mudah. Kamu “dituntut” untuk peka melihat peluang dan mengukur selera pasar. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengamati sekitarmu dan mendengungkan pertanyaan-pertanyaan ini;

Advertisement

“Apa sih yang pasti dibutuhkan mahasiswa? Apa saja kesukaan mereka? Fashion, kuliner, atau gaya hidup macam apa yang sedang tren di kalangan mereka?”

Ketika sudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu akan lebih mudah menentukan bisnis macam apa yang akan kamu geluti. Yang pasti, paham selera pasar dan punya target market yang jelas adalah dua kunci utama yang jadi penentu keberhasilan bisnismu.

2. Bagi mahasiswa, banyak cara demi mendapat modal usaha. Ikut seleksi PKM-K atau menyisihkan uang saku dari orang tua – semua bisa dicoba!

modal usaha datang dari mana saja via kreboyogyakarta.wordpress.com

Modal seringkali jadi hambatan yang menghalangi niat untuk berwirausaha. Padahal, mahasiswa termasuk golongan yang beruntung karena bagi mereka modal bisa didapat dengan berbagai cara. Mengikuti seleksi PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) adalah salah satu cara yang wajib dicoba.

Melalui PKM Kewirausahaan, mahasiswa dapat menuliskan rencana usaha yang kreatif, inovatif, dan profit oriented. Rencana usaha yang dibuat juga harus nyata, misalnya berupa barang atau jasa. Kamu pun bisa membuat proposal usaha yang sesuai dengan bidang ilmu yang kamu pelajari. Setelah melalui proses seleksi, proposal yang menang akan didanai sehingga rencana usaha yang kamu buat bisa benar-benar diwujudkan. Berikut ini contoh judul proposal PKM-K yang lolos seleksi dan didanai pada tahun 2013;

“Spaghetti CINTA: Sehat dan Lezat dengan Perpaduan Herbal dan Pangan Lokal”

“Laundry Carrier – Keranjang Laundry Berbentuk Tas yang Mudah Dibawa”

“Kopi Ndalan – Cafe Street Bar”

Tidak perlu berkecil hati jika proposalmu tidak lolos seleksi. Menyisihkan sedikit demi sedikit dari uang jajan harianmu juga bisa dijadikan solusi kok. Misalnya nih, kuatkan niat untuk menyisihkan 3 atau 5 ribu per hari dari uang jajanmu. Tentukan jumlah uang yang jadi targetmu atau tetapkan jangka waktu kapan modalmu harus terkumpul.

3. Kamu punya kesempatan berkonsultasi dengan ahlinya. Kesempatan ikut berbagai seminar kewirausahaan juga harus dimanfaatkan sebaik-baiknya

kesempatan ikut seminar kewirausahaan via edvanmkautsar.blogspot.com

Berada di lingkungan akademisi berarti keuntungan bagi bisnis yang kamu jalani. Kampus seringkali mengadakan pelatihan-pelatihan kewirausahaan demi membekali mahasiswa agar bisa mandiri di dunia kerja. Biasanya, kampus juga menggelar seminar yang menghadirkan pakar bisnis atau orang-orang yang sudah sukses berbisnis sebagai pembicara. Tak jarang, seminar-seminar tersebut khusus diperuntukkan bagi mahasiswa secara cuma-cuma alias gratis.

Ada pula mata kuliah kewirausahaan yang mengajarkan teori-teori seputar dunia wirausaha. Kamu punya kesempatan untuk berkonsultasi dengan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan. Bisa juga berdiskusi dengan dosen lain yang ahli di bidang usaha yang akan kamu jalani. Keaktifanmu mengikuti program PKM juga sangat bermanfaat. Pasalnya, para dosen biasanya akan ditunjuk sebagai pembimbing dalam pembuatan proposal sehingga mereka akan dengan senang hati memberi saran atau masukan yang kaitannya dengan rencana bisnismu.

4. Saat ragu memulai bisnis sendirian, ada teman-teman yang bisa dijadikan rekan seperjuangan

bisnis bareng teman via mzomar123.wordpress.com

Salah satu yang bisa jadi penghambat dalam memulai bisnis adalah rasa takut. Takut mencoba hal baru, takut mengerjakan berbagai hal sendirian, hingga takut gagal. Selain berusaha meyakinkan diri sendiri, memilih memulai bisnis bersama teman juga bisa jadi solusi. Misalnya nih, ajak 2 teman terdekatmu untuk bersama-sama membuka bisnis kedai kopi. Modal, beban kerja, dan keuntungan bisa di bagi bertiga. Selain beban terasa lebih ringan, menjalankan bisnis bersama teman mungkin akan terasa lebih menyenangkan.

Hal lain yang tidak kalah menguntungkan adalah kemudahan dalam mencari tenaga kerja. Pasalnya, banyak mahasiswa yang butuh kerja sambilan demi menambah uang jajan. Kamu pun bisa mempekerjakan mereka ketika butuh tenaga tambahan untuk menjalankan bisnismu.

5. Mahasiswa pasti “melek” teknologi. Kamu bisa memanfaatkan blog atau jejaring sosial sebagai sarana promosi

promosi di media sosial via imgkid.com

Usia muda adalah masa-masa yang paling produktif. Di masa ini, kamu terbiasa menyerap berbagai hal di sekitarmu dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan ke level maksimal. Dan salah satu yang pasti tidak luput dari perhatianmu adalah soal perkembangan teknologi.

Kamu mengerti bahwa kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnismu. Promosi produk lewat website, blog, hingga jejaring sosial terbukti ampuh menjaring pembeli. Kelebihan inilah yang pastinya hanya dimiliki mahasiswa dan mereka yang masih muda.

6. Kemungkinan gagal tidak perlu terlalu dirisaukan. Selain modal yang digunakan terbilang kecil, kamu pun belum punya anak atau istri yang jadi tanggungan

gagal tak jadi soal via infopublik.id

Mahasiswa bisa lebih leluasa saat menjalankan bisnisnya. Meski tujuan berbisnis adalah menghasilkan keuntungan, uang bukanlah satu-satunya tujuan. Pengalaman dan proses pembelajaran selama berbisnis pun tidak kalah berharga daripada pundi-pundi rupiah yang bisa dihasilkan.

Alasan itulah yang membuat mahasiswa lebih santai menghadapi segala kemungkinan dalam berbisnis. Entah berhasil atau justru gagal, mereka bisa menerima dan tidak terlalu merisaukannya. Kecilnya modal yang digunakan juga jadi alasan kenapa mereka bisa ringan menghadapi kemungkinan gagal. Selain itu, status mahasiswa yang masih single dan belum punya tanggungan pun semakin menguatkan mereka.

“Nggak masalah kalau bisnis gue ternyata gagal. Gue cuma modal uang saku kok, dan nggak ada anak sama istri yang harus gue kasih makan. Hehehe.” – Dian, 22, punya usaha sablon kaos

7. Gagal berbisnis saat masih jadi mahasiswa bukan bencana. Kamu justru punya kesempatan untuk menjajal bisnis di bidang lainnya

gagal = mencoba lagi via hafidatululfha.blogdetik.com

Saat memulai bisnis, mustahil jika kamu berharap sukses akan datang dalam semalam. Pasti ada proses jatuh bangun yang harus kamu alami. Pernah gagal di bisnis kuliner, kamu sadar bahwa bidang masak-memasak memang bukan keahlianmu. Menjajal bisnis bimbingan belajar dan belum begitu sukses, kamu mengerti bahwa kemampuan marketingmu memang masih minim.

Kegagalan tidak melulu membawa kesedihan. Bagi orang-orang muda, gagal adalah sebuah kemewahan. Karena setelah gagal, mereka akan terpacu untuk mengoreksi kegagalannya dan mencoba lagi. Bagi mereka yang masih menyandang status sebagai mahasiswa, jalan di depan mata masih panjang terbentang. Mereka tidak diburu waktu untuk segera meraih sukses lewat bisnis yang dijalaninya. Dengan kata lain, masih banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk menemukan bisnis yang paling sesuai dan menjanjikan.

8. Jika setelah lulus kamu memilih jadi karyawan, pengalaman berbisnis menjadikanmu “bersinar” diantara pelamar kerja lain atau rekanmu sesama pegawai kantoran

pengalaman berbisnis itu asetmu via peopleus.blogspot.com

Saat melamar kerja, pengalaman berbisnis bisa jadi dilihat sebagai nilai lebih. Pasalnya, seseorang yang pernah merasakan “kerasnya” dunia wirausaha pasti terbiasa bekerja keras dan disiplin. Selain itu, wirausahawan adalah orang-orang yang kreatif dan cenderung punya ide-ide gila.

Nah, kelebihan-kelebihan ini ibarat aset yang kamu miliki. Lantaran kelebihan ini, perusahaan bisa dengan senang hati memilihmu daripada pelamar-pelamar lain yang minim pengalaman berbisnis. Setelah jadi pegawai, kamu pun punya kesempatan lebih besar untuk jadi karyawan berprestasi karena kebiasaan kerja keras dan konsistensi yang kamu miliki.

9. Berbisnis adalah cara paling menyenangkan demi membentuk karakter diri. Selain dapat uang, kamu akan tumbuh jadi pribadi yang gigih dan tidak mudah menyerah

membentuk karakter diri via sulistinaa.blogspot.com

Memulai bisnis saat masih kuliah ibarat melakukan satu pekerjaan dengan dua keuntungan. Tak bisa dipungkiri, tujuan berbisnis pastilah untuk mendapat uang atau penghasilan sendiri. Kamu mungkin butuh tambahan uang jajan atau bahkan ingin membiayai kuliah sendiri.

Namun, pengalaman berbisnis secara otomatis juga akan menempa karakter dirimu. Kamu tahu betapa rasanya kerja keras demi mempromosikan daganganmu. Kamu sadar betapa sulitnya menguatkan diri sendiri ketika kedai kopimu sepi pembeli. Pengalaman-pengalaman inilah yang menjadikanmu pribadi tangguh. Tak heran jika segala urusan perkuliahan hingga perkara skripsi yang seringkali membuat mahasiswa patah semangat berhasil kamu lewati.

10. Pekerjaan tidak akan selamanya tersedia, tapi memulai bisnis saat masih mahasiswa justru memungkinkamu menciptakan lapangan kerja

menciptakan lapangan kerja sendiri via genta.petra.ac.id

Jumlah lapangan kerja yang tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja seringkali jadi momok bagi para sarjana. Minimnya lapangan kerja membuat persaingan untuk mendapat pekerjaan semakin ketat. Akibatnya, sarjana menganggur atau kesulitan mendapat pekerjaan jadi hal yang lazim terjadi di sekitar kita.

Membuka bisnis sejak masih duduk di bangku kuliah ibarat jadi senjata cadangan. Ketika ijazah sarjana yang kamu punya “tidak laku” di dunia kerja, kamu sudah punya bisnis yang bisa dijadikan pegangan. Tidak ada salahnya mantap menekuni bisnis dan merintis karir sebagai seorang entrepreneur. Selain punya kesempatan jadi pengusaha yang berpenghasilan tinggi, kamu juga punya kemampuan menciptakan lapangan kerja sendiri.

Nah, gimana? Sudah semakin mantap memulai bisnismu segera? Mumpung masih muda dan berstatus sebagai mahasiswa, persiapkan masa depan dan suksesmu saat ini juga!