Beberapa kali Hipwee pernah memberikan rahasia dan strategi yang bisa membuat orang-orang dari Tiongkok menjadi kaya. Belajar dari mereka yang sudah berhasil memang penting untuk dilakukan. Tapi sering penasaran gak sih, apakah memang gak ada kebiasaan khas Indonesia yang bisa membawa kita menuju kesuksesan?

Sebenarnya kamu gak perlu jauh-jauh mengambil contoh dari mereka yang datang dari antah berantah. Ada hal-hal sederhana dari beberapa daerah di Indonesia yang bila dilakukan dengan konsisten juga akan membawa kebaikan bagi perkembangan finansial kita. Penasaran kan, apa aja sih kebiasaannya?

1. Jimpitan, Alternatif Dana Darurat

Catatan jimpitan di depan pintu rumah via husnimuarif.files.wordpress.com

Jimpitan datang dari kata “jimpit” yang berarti mengambil sesuatu yang hanya muat digenggam dengan 2 jari. Kebiasaan ini berkembang di masyarakat pedesaan yang masih erat dengan budaya gotong royong. Dalam kegiatan ini, masyarakat akan meletakkan sejimpit beras atau uang yang jumlahnya telah disepakati bersama di luar rumah untuk kemudian dikumpulkan secara kolektif.

Jimpitan sebenarnya oke banget jika terus dikembangkan. Kebiasaan ini tidak hanya merekatkan keharmonisan antar anggota masyarakat, tapi juga bisa dibentuk sebagai alternatif dana darurat sebuah komunitas.

Advertisement

Hasil penjualan beras dan pengumpulan uang bisa dimanfaatkan saat komunitas tersebut menghadapi situasi yang tidak terduga. Dengan menggalakkan kebiasaan ini ketakutan bangkrut mendadak karena gak ada dana darurat gak ada lagi, deh.

2. Arisan Sebagai Modal Investasi

Undian arisan dibuat dengan memanfaatkan gelas bekas via melekcomm.files.wordpress.com

Kebiasaan yang satu ini cuma ada di Indonesia. Yup, aktivitas yang kerap diasosiasikan dengan sekumpulan ibu-ibu rumpi masih dengan mudah bisa kita jumpai di lingkungan sekitar. Arisan adalah kegiatan menyetor uang yang dilakukan oleh sejumlah orang, kemudian mengundi siapa yang akan mendapatkannya.

Sebenarnya kebiasaan arisan sangat cocok dengan anjuran untuk melakukan investasi. Dalam setiap putaran arisan terdapat perputaran uang yang cukup besar. Jika cerdas memanfaatkan, uang tersebut bisa digunakan sebagai modal awal investasi. Kapan lagi kan dapat uang yang cukup banyak dalam waktu singkat?

Arisan bisa jadi cara lain untuk menabung via ronautami.files.wordpress.com

Arisan juga sangat tepat dimanfaatkan bagi kamu yang susah menabung. Kalau susah menahan godaan untuk menyisihkan uang secara sadar, coba deh ikut arisan yang nominal per-bulannya sesuai dengan target simpananmu. Secara gak sadar, kamu juga sedang menabung dengan cara lain.

3. Merantau

Anak laki-laki Minangkabau wajib merantau via 2.bp.blogspot.com

Di Indonesia, kebiasaan merantau berkembang dari etnis Minangkabau. Pria Minangkabau yang telah menginjak usia 20 tahun akan keluar dari daerah asal mereka untuk mencari penghidupan di daerah lain. Tradisi ini gak bisa dilepaskan dari sistem matrilineal yang dianut masyarakat Minangkabau, sehingga kepemilikan aset lebih banyak dimiliki oleh kaum perempuan.

Seperti yang pernah Hipwee tulis di “Alasan Kenapa Kamu Harus Merantau Sekarang Juga”, kebiasaan untuk keluar dari tempat seseorang dibesarkan memiliki banyak manfaat positif. Gak cuma membuka kesempatan yang lebih luas, merantau juga membuat kamu menjadi pribadi yang gigih berjuang.

Merantau bisa memperbaiki ketimpangan ekonomi via 4.bp.blogspot.com

Kalau kebiasaan ini diimplementasikan secara generik di seluruh Indonesia, ketimpangan pertumbuhan ekonomi bisa semakin dikurangi. Kejenuhan industri karena angkatan kerja yang terlalu banyak juga bisa diminimalisir. Gak ada lagi deh bingung cari kerja apa seusai lulus. Di luar daerahmu ada banyak kesempatan yang bisa kamu manfaatkan.

4. Pantang Pulang Sebelum Sukses

Sukses dulu baru berani pulang via 3.bp.blogspot.com

Idealisme ini juga datang dari adat Minangkabau. Mereka yang merantau biasanya akan menabahkan diri untuk bertahan di tanah orang hingga benar-benar sukses. Pulang ke kampung halaman saat keberhasilan belum ditangan tabu untuk dilakukan. Pembuktian bahwa kamu bisa berhasil meski tanpa modal jadi harga mati.

Walau terkesan angkuh dan arogan, tapi kebiasaan ini justru bisa meningkatkan motivasimu untuk memberikan semua yang kamu miliki selama di tanah rantau. Gak ada ampun untuk kamu yang bersantai-santai asyik main sama teman padahal dikirim ke luar daerah untuk sekolah.

Sukses itu harga diri via negerirantau.files.wordpress.com

Mengasosiasikan harga diri dengan kesuksesan akan membuat semangatmu terlecut untuk benar-benar mengejar keberhasilan.

5. Mentraktir Teman Saat Kita Merayakan Sesuatu

Traktiran ulang tahun wajib hukumnya via viracanya.files.wordpress.com

Di luar negeri, ketika kamu merayakan sesuatu (ulang tahun, kelulusan, pertunangan) dan mengundang teman-teman untuk makan bersama maka kamu gak perlu khawatir harus mengeluarkan uang. Alih-alih mentraktir, justru mereka yang akan menjamumu. Orang Belanda sangat terkenal dengan tradisi bayar sendiri ini. Begitu pula orang Jepang, yang menyebutnya dengan (betsu-betsu: bayar sendiri).

Kalau di Indonesia justru sebaliknya nggak sih? Kalau mengundang ya harus bayarin orang yang diundang. Eits, tapi jangan salah. Menurut Li-Ka Shing orang terkaya di Asia, justru kebiasaan menjamu orang akan mempermulus jalan keberhasilanmu. Dia bahkan tegas mengatakan bahwa kamu harus menyisihkan uang untuk menjamu mereka yang lebih kaya darimu.

Gemar mentraktir bisa memperluas jejaringmu via ri3zky.files.wordpress.com

Billy Boen, seorang pengusaha muda asal Indonesia juga mengatakan bahwa kebiasaan mentraktir ini akan memperluas jaringanmu. Dengan selalu berusaha menjadi orang yang “lebih” kamu juga akan mendapatkan lebih.

6. “……………, Ndak Edan”

Ajakan ala “ndak edan” via sd.keepcalm-o-matic.co.uk

Kata-kata ndak edan datang dari Bahasa Jawa yang bisa diartikan dengan “nanti gila”. Celoteh ini kerap kita temui dalam kelakar percakapan sehari-hari Masyarakat Jawa yang dikenal dengan sikapnya yang santai. Diawal kalimat kamu bisa menambahkan ajakan apapun. Mulai dari “Mangan sek, ndak edan” (makan dulu, nanti gila) ; “Turu sek, ndak edan” (tidur dulu, nanti gila) dan ajakan-ajakan lain.

Kebiasaan ini jika ditilik lebih dalam adalah upaya menciptakan keseimbangan antara rutinitas profesional dan kehidupan pribadi. Ajakan untuk melakukan sesuatu yang sederhana dan menghubungkannya dengan kegilaan menunjukkan pentingnya menjaga terlaksananya kegiatan domestik ditengah kesibukan pekerjaan.

Evan Williams dan kebiasaan nge-gym via f.fastcompany.net

Evan Williams, Pendiri Twitter dan Blogger saja menyempatkan waktu ditengah hari untuk berolahraga. Kalau dia bisa ngomong Bahasa Jawa barangkali Evan bakal bilang, “Nge-gym sek Dab, ndak edan!“.

7. Beli Tanah dan Emas

Emas dan tanah jadi sarana investasi via www.timlo.net

Tanah dan emas jadi barang simpanan paling lazim bagi orang Indonesia. Setiap ada uang lebih, maka seseorang akan memilih untuk membeli tanah dan menambah gram emas di perhiasannya. Kepemilikan tanah dan perhiasan membuat seseorang merasa lebih aman. Kebiasaan berinvestasi di instrumen valuta asing dan reksadana belum populer di masyarakat kita.

Walau didasarkan pada kebiasaan semata, tapi menggunakan uang lebih untuk membeli tanah dan emas sebenarnya merupakan tindakan cerdik jika dilihat dari kacamata investasi. Harga tanah dan emas yang stabil bahkan cenderung konsisten naik akan melipat gandakan nilai investasimu dalam hitungan tahun. Kedua barang ini juga punya tingkat liabilitas yang tinggi, sehingga bisa cepat terjual saat dibutuhkan.

Jadi bener guys. Kamu boleh banget bercita-cita jadi juragan tanah atau jadi ibu-ibu dengan perhiasan berjibun. Asal niatnya buat investasi ya, bukan sekadar gaya-gayaan. Jual beli tanah dan emas memang menjanjikan, kok!

8. Menyimpan Uang Di Rumah

Menyimpan uang di bawah kasur adalah hal yang wajar via memecrunch.com

Cuma orang Indonesia yang berani menyimpan uang dalam jumlah besar di rumah. Bahkan kita gak butuh deposit box yang terbuat dari baja. Tenang aja gitu nyimpen uang di lemari yang bahkan sering ditinggal pergi tanpa terkunci. Hal ini memang sangat bisa dipahami, karena di Indonesia penggunaan cek atau kartu debet maupun kredit belum bisa digunakan dalam seluruh transaksi harian.

Keamanan memang kurang dan tanpa bunga. Tapi menyimpan sebagian uang di rumah bisa menyelamatkan pendapatanmu dari potongan bank yang cukup besar. Bank memang menawarkan bunga, tapi akan ada iuran administrasi dan potongan yang kamu dapatkan dalam setiap transaksi. Belum lagi ada aturan saldo minimal.

Menyimpan uang di lipatan baju via 4.bp.blogspot.com

Kalau kamu mendapatkan penghasilan yang jumlahnya tidak seberapa, tidak ada salahnya uang itu kamu simpan di rumah dulu. Baru setelah jumlahnya banyak, masukkan ke rekening di bank. Hal ini akan membuat perbandingan suku bungamu lebih tinggi daripada potongan yang harus kamu terima.

9. Prihatin

Seorang kakek melakukan laku prihatin dengan puasa mutih via ipll.manoa.hawaii.edu

Laku prihatin adalah kebiasaan yang kerap dilakukan orang Indonesia jika ingin mencapai sesuatu. Inti dari aktivitas ini adalah menyingkirkan diri dari segala hal yang bisa mendistraksimu dalam berusaha. Gak jarang orang akan berpuasa, makan sederhana tidur di lantai demi membuat dirinya tidak nyaman. Baru setelah tujuan tercapai segala kenyamanan bisa dirasakan kembali.

Anak muda Indonesia yang ingin berhasil perlu kembali mengingat kebiasaan yang satu ini. Ditengah jam kerja deh contohnya, akan oke banget jika kita bisa menahan diri untuk tidak membuka situs jejaring sosial. Kamu ingin berprestasi dalam pekerjaan kan? Prihatin dulu, tahan diri.

Itu tadi 9 kebiasaan khas Indonesia yang sering dianggap remeh tapi sebenarnya bisa membuatmu kaya. Kamu gak perlu ragu lagi untuk menerapkannya dalam kehidupanmu sehari-hari.