Saya terlahir dari keluarga yang berorientasi lulus kuliah mesti menjadi pegawai. Entah menjadi pegawai negeri sipil ataupun menjadi karyawan perusahaan swasta tidak menjadi soal. Asalkan bunyinya: pe-ga-wai. Mendapatkan gaji tetap tiap bulan tanpa perlu khawatir dengan hari tua menjadi semacam benefit yang masih dipertimbangkan oleh generasi orangtua saya -dan mungkin juga banyak  orangtua-orangtua di luar sana.

Jadi saya paham banget betapa sulitnya untuk mem-propose keinginan untuk membuka usaha pada orangtua. Apalagi kalau masih belum punya rekam jejak yang jelas di bidang usaha yang diinginkan. Jangankan diberikan modal, diizinkan saja cukup sulit.

Kalau sudah begini, pilihannya tiga:

  1. Nurut orangtua dan menjadi pegawai
  2. Mbeling dan jadi pengusaha, -risiko kualat sih
  3. Negosiasi

Kalau nomor 3 menjadi pilihanmu, mungkin kamu perlu mempertimbangkan untuk memulai usahamu dengan membuka toko online. Lingkupnya yang mini dan effort yang tidak begitu menyita tenaga masih bisa memungkinkan untuk menyambi kesibukan lain, misalnya menjadi karyawan. Apapun usahamu nantinya, ada beberapa alasan kuat kenapa kamu perlu membuka toko online setidaknya sekali seumur hidupmu.

Kamu akan lebih pede menjual barang, dan semakin legawa menerima penolakan

Advertisement

Young Woman Shopping Online Sitting Besides Row Of Shopping Bags via primer.com.ph

Saat memulai menawarkan tokomu, sudah menjadi rahasia umum bahwa kerapkali kamu akan mendapatkan penolakan, nggak ada yang melirik, bahkan ada juga yang mencibir. Nah, untuk hal-hal seperti ini sebaiknya jangan dibawa baper, karena sangat wajar sekali. Justru saat pelan-pelan sering mengalami penolakan, kamu akan semakin kebal. Persis dengan apa yang saya alami saat membuka toko online @paletapia; nyatanya nggak jarang ada calon customer yang php dan banyak jenis lainnya. Awalnya memang bikin baper sih, tapi lambat laun akan terbiasa.

Kamu akan akrab dengan yang namanya pengelolaan neraca uang

Paham neraca akuntansi sederhana via leadingedgemag.com

Saat memiliki alur keuangan, apalagi saat membuka bisnis, kamu pasti akan akrab dengan perputaran uang. Berapa keuntungan bulan ini, berapa modalnya, untung ataukah rugi, dan bermacam data-data keuangan basic yang sangat perlu dikuasai. Hal ini tentunya merupakan skill wajib saat kamu punya bisnis yang lebih besar nantinya.

Membuka peluang untuk melakukan bisnis yang lebih besar, dan yang lebih besar lagi

membuka jalan untuk bisnis yang lebih besar via www.picquery.com

Nggak jarang saya menemui banyak pengusaha-pengusaha sukses yang beromset ratusan juta dimulai dari toko online kecil-kecilan. Itu merupakan achievement yang memang perlu dimulai dari hal yang kecil. Meskipun awalnya menjadi karyawan -menurut saya- goal utama seorang pegawai adalah dengan menjadi pengusaha. Untuk sampai ke arah sana, maka kamu perlu belajar dan membiasakan diri dengan ritme pengusaha. Membuka toko online secara langsung akan menanamkan pemikiran yang sistematis tentang menjalankan sebuah usaha.

Ayo, pupuk rasa percaya dirimu sekarang juga.

Kepuasan pribadi, saat margin yang kamu dapatkan bisa memberikan keuntungan

wah, ternyata untung! via www.newyorkjoblynx.com

Selisih keuntungan yang kamu ambil saat berjualan online pasti akan memberikan kepuasan tersendiri saat bilangannya sudah memenuhi target. Misalnya saat kamu menetapkan keuntungan BEP sebagai achievement, maka yang terjadi adalah ketagihan lagi, dan ketagihan lagi. Seawam-awamnya kamu dengan proses bisnis, pastinya akan tetap senang saat keuntungan bisnis kamu dapatkan.

Less guilty, saat kamu boros belanja, tetapi tetap ada pemasukan dari usahamu

nggak apa-apa bersenang-senang sedikit, kalau ada pemasukan via www.newyorkjoblynx.com

Jika belanja adalah hobimu, bersyukurlah saat kamu membuka toko online. Inilah saat di mana kamu bisa menggunakan kemampuan belanjamu untuk membeli dan menyediakan stok barang-barang. Akan lebih baik saat produk yang kamu jual adalah produk favoritmu, sehingga perasaan dan mood-mu akan terus baik saat membeli barang-barang yang kamu sukai. Kamu suka pakai tas, jual saja tas. Kamu suka dengan motor, jual saja properti motor, dst.

Perubahan pola pikir: dari konsumtif menjadi “kalau aku membeli ini, apa untungnya buatku?”

perlu beli ini nggak ya via www.youtube.com

Inilah impak terbesar yang akan didapatkan saat membuka toko online. Saat kamu dituntut untuk produktif, secara langsung pola pikirmu akan beranjak ke arah ‘bagaimana caranya agar semua sumber daya dimanfaatkan seefektif mungkin’. Mulai dari manajemen waktu hingga pekerjaan, kamu pasti akan berpikir dua kali untuk melakukan hal-hal yang kurang produktif.

Oh iya, bonusnya, saat bisnismu mulai berjalan dan punya prospek yang mengagumkan, saatnya membuat proposal ke orangtuamu dengan hal yang realistis. Tidak perlu sampai mengajak umrah sekeluarga, membelikan kulkas dua pintu saja sudah bisa jadi kunci proposalmu berhasil.

#HipweeJurnal adalah ruang dari para penulis Hipwee kesayanganmu untuk berbagi opini, pengalaman, serta kisah pribadinya yang seru dan mungkin kamu perlu tahu 

Baca tulisan #HipweeJurnal dari penulis lainnya di sini!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya