Saat ini, sudah banyak sekali mahasiswa yang memanfaatkan semester akhir atau liburan antarsemesternya untuk magang. Baik di instansi pemerintah, perusahaan besar, maupun organisasi sosial, mahasiswa magang diizinkan mengaplikasikan ilmu mereka sekaligus mencicipi rasa jadi pegawai kantoran. Karena segudang manfaat yang ditawarkan, bahkan ada juga universitas yang mewajibkan mahasiswa-mahasiswanya untuk magang.

Tapi tak semua pengalaman magang bisa berakhir manis. Banyak juga lho yang hanya diisi oleh kegiatan-kegiatan minim arti karena sedikitnya tugas yang harus dituntaskan dari atasan. Kalau sudah begitu, masa liburanmu jadi terbuang sayang, deh.

Nggak mau dong masa magangmu jadi sia-sia? Makanya, simak dulu tips-tips di bawah ini supaya masa magangmu bermakna!

1. Pertama, pastikan instansi yang kamu incar memang siap menerima anak magang. Kalau tidak, bisa-bisa di kantor nanti kamu bakal lebih banyak bengong karena kurang kerjaan.

Jangan sampai kamu bengong aja via tworiversblog.com

Sebenarnya tidak semua perusahaan siap menerima mahasiswa magang. Banyak perusahaan rintisan, misalnya, yang punya sumber daya yang terbatas, sehingga yang bisa mereka kembangkan hanyalah skill karyawan tetap mereka saja. Logikanya, buat apa membuang-buang uang dan waktu untuk mengembangkan anak magang yang toh hanya akan tinggal di perusahaan itu selama maksimal 2 bulan?

Advertisement

Tapi nama perusahaan besar atau instansi pemerintah yang sudah settled juga belum tentu menjamin masa magangmu menyenangkan. Mungkin saja perusahaan besar tersebut memang tidak butuh tenaga magang karena karyawan mereka selama ini sudah mampu memenuhi semua kebutuhan perusahaan. Artinya, mereka tidak akan punya tugas atau kebutuhan yang bisa dibebankan untukmu jika kamu mencoba magang di sana.

2. Supaya tahu perusahaan mana yang memang siap kedatangan mahasiswa magang, teliti dulu programnya sebelum kamu dan teman-teman melamar.

Riset yang benar dulu via picjumbo.com

Nama besar perusahaan atau organisasi saja tak akan otomatis menjamin pengalaman magang yang bernilai. Kadang kala magang di instansi mapan dan terkenal justru berarti lebih banyak menghabiskan waktu dengan bengong, karena atasanmu tidak bisa begitu saja mempercayakan tugas-tugas yang penting untuk perkembangan perusahaan pada anak magang kemarin sore — seberapa cerdas pun anak yang magang di kantor mereka itu.

Nah, supaya kesempatan magangmu tidak terbuang sia-sia begitu saja, ada baiknya kamu ajukan pertanyaan-pertanyaan ini sebelum melamar magang di sebuah perusahaan:

  • Apakah perusahaan/organisasi yang kamu incar memang membuka program magang untuk mahasiswa, atau kamu dan teman-temanmu saja yang berinisiatif untuk melamar di sana? Jika perusahaan/organisasi itu tidak pernah punya sejarah membuka program magang, siap-siap saja kecewa jika mereka tak punya banyak hal untuk diajarkan padamu.
  • Apakah perusahaan/instansi itu punya mentor yang mampu dan mau mengembangkanmu?
  • Magang yang dibayar adalah salah satu tanda terbaik bahwa program magang itu serius. Kamu diharapkan bisa berkontribusi sesuai kapasitasmu, dan dihargai dengan uang atas kontribusimu itu.
  • Skill apa sih yang ingin kamu kembangkan dari program magang itu? Apakah memang tidak bisa kamu dapatkan di dalam kelas atau organisasi kampus?

Hendaknya perhitungkan pula apa perusahaan itu memang sesuai passion kamu. Tinjaulah tujuan magangmu, jangan sampai sia-sia atau sebatas kewajiban akademik saja.

3. Magang tak seperti kuliah biasa, yang kamu butuhkan bukan intelijensia semata. Sikap profesional harus ditunjukkan agar magangmu tak sia-sia.

Gapapa lah jadi tukang fotocopy. Yang penting aku eksis. via www.dziennikwschodni.pl

Sukses bekerja di perusahaan membutuhkan lebih dari kecerdasan akademis dan pengetahuan yang luas. Ada aspek-aspek lain yang diperhatikan oleh perusahaan dalam menerima karyawan. Itulah mengapa proses penerimaan karyawan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kamu harus bolak-balik ke beberapa perusahaan berbeda karena tidak langsung bisa diterima di suatu perusahaan.

Bagi perusahaan, intelijensia harus diimbangi dengan sikap atau attitude yang baik. Perusahaan terdiri dari berbagai macam orang, dengan latar belakang yang beragam pula. Seyogyanya, mahasiswa magang bisa menghormati tenaga kerja lain yang ada di perusahaan. Ini pun tak terkecuali pada yang lebih tua. Jika kamu akan magang dengan porsi kerja lapangan yang banyak, pun kamu harus bisa bersikap baik dengan klien-klien kamu di lapangan.

Kamu memang hanya akan ada di situ untuk sementara. Tapi tetap patuhilah seluruh peraturan yang ada dalam perusahaan. Jangan sampai kita datang siang, memakai sandal, dan tidak bertanggungjawab atas pekerjaan yang syukur-syukur sudah dipercayakan atasan. Jika diperlukan, mintalah saran profesional dari mereka dengan tetap menghormati waktu dan tenaga terbatas yang mereka punya.

4. Ingat: anak magang itu punya 2 tangan. Yang satu untuk membantu atasan, yang lainnya untuk diri sendiri staf lain yang kewalahan dan butuh bantuan

Harus ringan tangan via www.nytimes.com

Sebagai anak magang, jangan terlalu strict juga pada job desc asli kita. Apabila pekerjaan pada area A telah selesai, jangan ragu untuk menawarkan bantuan di area B selama masih berkaitan dengan bidang kita atau pekerjaan yang sedang kita kerjakan. Semakin banyak menolong, semakin banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan di tempat magang.

“Terus gimana kalau kamu menemui kesulitan?”

Jangan pernah segan bertanya apabila kita tak tahu bagaimana cara melakukan sesuatu. Akan ada banyak sekali properti dan aplikasi-aplikasi kerja yang sebelumnya tidak pernah kamu temui. Karenanya kamu harus memiliki inisiatif untuk bertanya pada orang-orang yang lebih tahu atau ahli. Hilangkan alasan “Aku tidak tahu karena tidak ada yang memberi tahu”, sebab bekerja menuntut lebih banyak inisiatifmu. Toh tidak semua poin-poin bisa disampaikan selama kamu dimentori. Ada saja yang luput. Jangan ragu dan takut salah ketika menghadapi pekerjaan. Jangan pula bertingkah sok tahu karena begitu inginnya mendapatkan penilaian positif di mata perusahaan.

5. Magang adalah kesempatan menjaring koneksi. Selain nomor HP, pastikan akun Facebook dan Path para rekan kamu kantongi.

Perbanyak koneksimu! via nique.net

Jangan malu untuk merangkul banyak orang baru. Kamu sangat disarankan untuk mengenali rekan-rekan dari berbagai divisi, bahkan di luar divisimu sendiri. Tunjukkan bahwa kamu mudah bersosialisasi dan beradaptasi dengan mereka-mereka yang bekerja di perusahaan.

Mau tahu cara mudahnya? Bawa makanan!

Tak ada salahnya kamu membawa makanan kreasi sendiri atau oleh-oleh khas kampung halamanmu. Makanan tersebut punya kekuatan untuk menambah keakraban dengan rekan-rekan di tempat magang. Bila perlu, ajaklah senior untuk sekedar berbincang-bincang di luar jam kerja. Tak perlu sungkan karena kita harus membiasakan diri kita pada teguran dan kritik dari senior tersebut.

Jika diperkenankan, ikutilah event-event yang diselenggarakan atau diikuti oleh kantor, baik event eksternal seperti panggung hiburan atau internal seperti bakti sosial. Meski kamu tidak diwajibkan, bukankah ini adalah kesempatan agar dapat mengenal semua pekerja di perusahaan tempatmu magang? Tak hanya itu, rasa keingintahuanmu yang besar terhadap perusahaan dapat dipupuk hingga bernas.

Ada begitu banyak orang dalam perusahaan yang akan membantumu berkembang. Janganlah malu-malu berkenalan kalau mau dibantu. Bukan saat kamu sedang magang saja, namun mungkin juga di masa depan ketika kamu perlu mencari kerja.

6. Kenapa tidak urun pendapat dalam rapat? Inilah bukti kalau kamu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk perusahaan.

Yang ada ide, angkat tangan! via i1.wp.com

Memberikan segala usaha kamu yang terbaik saat magang adalah hal-hal yang paling dinantikan oleh perusahaan. Tunjukkan kepada user kalau kamu memiliki kemampuan di bidang tersebut. Misalnya saat kamu diajak serta dalam rapat perusahaan. Alangkahnya indahnya bila kamu mencari tahu topik-topik apa saja yang akan dibawakan dari karyawan atau user. Dengan demikian, kamu tidak akan merasa seperti berada di planet lain saat rapat. Sebaliknya, kamu malah punya ide baru untuk kamu sampaikan di rapat perusahaan.

Siapa tahu para atasan memang sedang menunggu-nunggu pendapat kita?

7. Jika masa magang telah berakhir, jangan langsung ngacir. Tutuplah pengalaman menyenangkan itu dengan karaoke atau makan-makan.

Karaoke sekantor, yey! via jekert.tumblr.com

Bagian favorit rekan karyawan dan atasanmu di tempat magang: makan-makan atau karaoke, kamu yang traktir!

Bercanda, tapi ada benarnya juga. Siapa yang tidak mau makan-makan atau sesi senang-senang yang dibayar gratis? Karena sudah dibuat senang, mereka pasti akan mengingat wajah, nama, dan kebaikanmu hingga waktu yang lama. Dengan begini, bahkan ketika kamu sudah selesai magang pun kamu tetap bisa menjalin silaturahmi yang erat dengan mereka. Tali silaturahmi bisa kamu manfaatkan di masa depan ketika sedang galau mencari kerja atau kesempatan profesional lainnya. Nah, waktu magangmu jadi tak sia-sia, bukan?

Mengikuti magang memang bukan jaminan 100% dapat berkarir dalam perusahaan tempat kita magang. Performa kitalah yang nantinya akan dilihat dan dinilai oleh perusahaan. Bila hasilnya baik, bukan tak mungkin kita akan direkrut oleh perusahaan tersebut sebagai karyawan. Jangan lupa pula meninggalkan kesan yang unik dari kita selama periode magang. Bukan tak mungkin kesan tersebut akan membuat nama kita selalu diingat perusahaan.

Mengerjakan sesuatu yang disukai adalah hal paling penting dalam mengerjakan sesuatu. Termasuk magang. Sepanjang kita mengerjakannya berdasarkan kecintaan, yang kita dapatkan tak hanya sebatas lembaran nilai dari kampus. Ada pengalaman, arena bermain yang seru, wadah berekspresi, dan masa depan yang lebih baik. Selamat mencoba!