Artikel Hipwee kali ini dipersembahkan oleh CekAja. Sebuah portal yang bisa memberikanmu perbandingan netral dan terpercaya dalam semua keputusan finansial yang hendak kamu ciptakan.

Tak pernah kekurangan dalam urusan finansial jadi harapan banyak manusia. Bagaimana tidak, dengan kemampuan finansial yang memadai ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Mulai dari mencukupi kebutuhan pribadi, hingga membantu orang lain yang membutuhkan. Demi mencapai kemapanan finansial yang diidamkan ini, pengelolaan uang yang tepat lah yang harus digalakkan.

Pertanyaannya, bagaimana sih cara mengatur uang agar tidak terjebak pada berbagai kesalahan finansial? Apa yang harus dilakukan dan apa pula yang harus dihindari? Di artikel ini Hipwee dan CekAja akan memaparkan kiat-kiatnya.

1. Jangan Pernah Berhutang Tanpa Melakukan Perbandingan, Pastikan Hutang yang Kamu Ajukan Bermanfaat dan Punya Tujuan

Jangan pernah berhutang tanpa tujuan yang jelas via ihuffpost.com

Hutang bukanlah hal yang haram bagi kamu yang ingin mapan secara finansial. Uang pinjaman bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, membeli properti, hingga dimanfaatkan sebagai modal investasi. Satu yang harus diingat sebelum mengajukan hutang agar tidak terjebak pada jebakan pinjaman yang membuat bangkrut: jangan pernah mengajukan hutang tanpa pertimbangan matang.

Sekarang banyak pilihan pinjaman yang ditawarkan oleh institusi keuangan. Ada kredit dengan bunga ringan, pinjaman dengan agunan, hingga kredit tanpa agunan(KTA). Sebelum mengajukan pinjaman, riset dulu jenis kredit yang paling cocok untuk keperluanmu. Bandingkan semua pilihan yang ada, sesuaikan dengan kemampuan bayar dan kebutuhan yang akan kamu hadapi.

Tidak hanya berhenti di membandingkan pilihan jenis pinjaman. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa hutang yang kamu ajukan bisa menghasilkan sesuatu. Orang-orang kaya tidak pernah berhutang untuk keperluan konsumtif. Mereka hanya mengajukan pinjaman jika yakin uang pinjaman tersebut mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar.

Jika kamu ingin mengajukan pinjaman dan masih bingung menentukan fasilitas kredit macam apa yang harus dipilih, artikel “3 KTA Terbaik Pilihan Pembaca” yang pernah dilansir oleh CekAja ini layak jadi acuan.

2. Jangan Mudah Terbujuk Rayuan, Hanya Beli Barang yang BENAR-BENAR Kamu Butuhkan

Hanya beli barang yang sungguh-sungguh kamu butuhkan via ihuffpost.com

Seiring makin tingginya penghasilan, secara logis seharusnya kita lebih mampu untuk menyimpan lebih banyak uang. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan justru sering sebaliknya. Makin tingginya tingkat penghasilan justru berbanding lurus dengan turut meroketnya angka pengeluaran. Alhasil, simpanan yang direncanakan bisa jadi dana darurat dan modal investasi hanya jadi wacana semata.

Agar hal ini tidak terjadi, selalu tanamkan pada diri sendiri untuk membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan.” Saat kamu baru saja menerima bonus tahunan dan tiba-tiba ada peluncuran gadget keluaran terbaru, coba cek dulu gadget lamamu. Apakah masih bisa digunakan? Apakah masih mumpuni untuk kebutuhanmu? Kalau jawabnya “Iya”, kamu hanya sedang tergoda untuk memenuhi keinginan.

Tahan diri dan ingatkan dirimu bahwa uang yang kamu miliki bisa digunakan untuk kebutuhan lain yang lebih bermanfaat. Gadget baru bisa menunggu sebab toh pada dasarnya kamu belum begitu perlu.

3. Jangan Pernah Malas Membandingkan Harga Demi Mendapatkan Penawaran Termurah

Jangan malas membandingkan harga via birdsofafeatherphoto.com

Uang tidak didapatkan dari pohon di belakang rumah yang bisa dipetik sesuai kebutuhan. Ia diperoleh lewat perjuangan dan kerja keras. Karena itu, penting bagimu untuk selalu berusaha mencari harga termurah dalam setiap keputusan finansial yang hendak diambil. Ketika memilih harga TV kabel yang akan dilanggan, misalnya. Membandingkan harga dan mencari penawaran terbaik wajib untuk dilakukan.

Seberlimpah apapun uang yang dihasilkan, calon orang kaya justru sadar batas setiap mengeluarkan uang untuk belanja. Kebiasaan untuk memandang penghasilan sebagai komoditas yang harus terus dikembangkan membuat mereka bisa membedakan mana kebutuhan yang betul-betul krusial, mana yang hanya sebatas keinginan yang bisa ditunda.

4. Jangan Pernah Ragu Mengeluarkan Uang Untuk Berinvestasi Sedari Muda

Mulailah berinvestasi sedari muda via www.justthedesign.com

Investasi sekilas tampak tidak begitu penting di usia kita yang masih muda. Berbagai alasan kita gaungkan:

“Ah, nanti saja tunggu naik gaji.”

“Kalau udah 30 tahun aja deh mulai investasi. Sekarang senang-senang dulu.”

Padahal, nilai investasi akan makin meningkat seiring dengan waktu. Semakin cepat kita memulainya semakin banyak pula keuntungan yang bisa didapatkan. Usia muda adalah waktu yang paling tepat untuk mulai mengalokasikan uang dalam skema investasi. Saat belum berkeluarga dan belum ada tanggungan berbagai cicilan, berarti masih ada nominal yang cukup besar yang bisa disisihkan dari penghasilan.

Pada usia dibawah 30 tahun, sebaiknya seseorang agresif mencari instrumen investasi yang berisiko tinggi namun juga menawarkan keuntungan yang tinggi. Barulah kelak 5 tahun menjelang pensiun, seseorang harus lebih berhati-hati untuk mencari instrumen investasi yang memiliki nilai risiko rendah, namun tetap menguntungkan.

Salah satu instrumen investasi yang cukup aman dijajal oleh anak muda adalah deposito. Kamu bisa menemukan “6 Alasan Untuk Melakukan Deposito” dalam artikel yang pernah dilansir oleh CekAja.

5. Jangan Pernah Membiarkan Dirimu Hidup Tanpa Dana Darurat

Selalu sisihkan uang demi dana cadangan via ihuffpost.com

Salah satu alasan kenapa orang kaya gak pernah terlihat miskin adalah karena mereka selalu mempersiapkan uang untuk kebutuhan mendadak. Berbeda dengan pembelanja yang menghabiskan penghasilannya untuk keperluan-keperluan konsumtif, orang kaya yang bergelimang uang memahami bahwa berbagai kemungkinan bisa terjadi di hidup mereka.

Sakit tiba-tiba, keluarga yang butuh bantuan, hingga terancam bangkrut karena pasar terguncang — mereka menghitung dengan jeli setiap kemungkinan yang bisa menghantam kenyamanan hidup mereka. Setiap mendapat penghasilan mereka akan menyisihkan sejumlah uang sebagai dana darurat. Menurut tips dari Robert Kiyosaki, besarnya dana kebutuhan darurat bagi kamu yang masih lajang adalah 3x biaya hidup bulanan.

6. Jangan Habiskan Semua Pendapatanmu, Selalu Sisihkan Sebagian Untuk Ditabung

Sisihkan sebagian uang untuk ditabung via www.organizeandinspire.com

Orang yang sungguh-sungguh ingin kaya menghargai uang yang telah mereka hasilkan dengan baik. Mereka akan lebih berhati-hati membelanjakan uang yang telah mereka dapatkan. Salah satu bentuk penghargaan mereka terhadap uang adalah dengan menabung sebagian dari penghasilan yang didapatkan.

Calon orang-orang yang akan mapan dari segi finansial mampu menahan diri mereka untuk tidak mengotak-atik dana simpanan tersebut. Mereka memikirkan kepentingan jangka panjang dibanding pemenuhan kebutuhan tersier sesaat. Berbeda dengan kebiasaan di masyarakat kita yang menabung uang sisa setiap bulan, mereka justru menyisihkan sekian besar uang untuk disimpan. Baru menggunakan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

7. Jangan Pernah Meletakkan Seluruh Modalmu Hanya Di Satu Bisnis, Selalu Lakukan Diversifikasi Penghasilan

Letakkan modalmu di berbagai cawan via www.greensands.info

Tidak hanya menggunakan uang mereka sebagai modal usaha, calon orang-orang yang kelak bisa mapan secara finansial juga menyadari pentingnya diversifikasi penghasilan. Mereka menyadari bahwa setiap usaha pasti memiliki pasang dan surut. Tidak ada satu bisnis yang bisa terus menerus diandalkan untuk mendapatkan penghasilan yang tetap.

Calon orang kaya terus berusaha mendapatkan penghasilan dari berbagai bidang usaha. Tanpa mereka sadari, lewat cara ini sebenarnya mereka sedang melakukan dua hal baik sekaligus. Pertama,  memperluas investasi yang bukan tidak mungkin akan memberikan keuntungan berlipat ganda. Kedua, mengurangi resiko terhadap penurunan drastis pendapatan yang bisa disebabkan karena situasi pasar dan kecelakaan yang tidak diinginkan.

8. Jangan Pelit Menggunakan Uangmu Untuk Berbagi. Kamu Tak Tahu Kapan Datang Giliranmu Membutuhkan Bantuan

Jangan pelit untuk berbagi via dikabeast.files.wordpress.com

Secara logika, berbagi dengan orang lain memang akan mengurangi jumlah uang yang ada di rekeningmu. Namun terkadang hidup digerakkan oleh hal-hal yang berada diluar rasionalitas.

Orang yang bisa mempertahankan kesuksesan finansial biasanya adalah orang yang justru ringan berbagi dengan sesama. Ia akan mudah memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Saat mereka terus berbagi, rejeki justru akan lebih mudah berdatangan dari berbagai arah yang tak terduga.

Setelah mengetahui hal-hal ini, semoga perjalananmu menuju kemapanan finansial semakin mulus ya. Selamat berjuang! Hipwee dan CekAja berharap semoga hanya kebaikan yang menghampiri hidupmu!