Pekerjaan pertama yang kamu dapat setelah wisuda seringkali hanya jadi batu loncatan. Banyak yang berprinsip ‘yang penting kerja dulu deh daripada jadi pengangguran.’ Akhirnya, banyak dari kita yang menjawab ‘iya’ pada tawaran apapun yang datang. Padahal belum tentu tawaran ini cocok dengan bakat dan minat. Alhasil, kerja pun jadi ogah-ogahan dan hanya mengejar gaji dan status.

Pekerjaan pertama sebenarnya penting untuk membangun karir. Dia bisa sangat menentukan langkah kita 5-10 tahun ke depannya.

Makanya, kamu harus tahu bagaimana caranya memilih pekerjaan pertama. Alih-alih ngawur, coba deh pertimbangkan 5 hal ini sebelum kamu bergerilya mencari kerja. Semoga membantu karir kamu, ya 🙂

1. Jangan membatasi peluang. Apapun pekerjaanmu, yang penting kamu bisa belajar dan dapat ilmu

Jangan dulu batasi peluangmu

Jangan dulu batasi peluangmu via tumblr.com

“Masa aku ngelamar jadi Sales? Aku ‘kan Sarjana Pertanian…”

Eh, jangan salah. Pekerjaan pertama yang mungkin awalnya kamu kira nggak berhubungan dengan latar belakang pendidikanmu, ternyata bisa memberimu banyak pelajaran dan ilmu. Walaupun kamu Sarjana Pertanian dan melamar di divisi atau fungsi kerja Sales and Marketing, sebagai marketer kamu bisa belajar bagaimana meyakinkan orang lain, membangun koneksi, komunikasi, bahkan mengemas ide semenarik mungkin dan bertemu banyak orang kreatif.

Artinya, banyak hal baru yang pasti kamu dapatkan, dan pastinya kemampuan-kemampuan ini juga akan dibutuhkan ketika kamu meniti karir di fungsi kerja yang lain. Selain itu, yang perlu kamu ketahui, hampir semua industri (bahkan Pertanian sekalipun) memiliki divisi Sales and Marketing.

Jangan membatasi peluang. Kamu tak pernah tahu hal besar apa yang akan kamu pelajari dan orang hebat seperti apa yang akan kamu temui.

Yang penting di tempat itu, kamu mendapat banyak ilmu dan relasi.

2. Agar nggak sembarangan bilang iya, kamu harus punya “standar” sendiri. Minimal, perusahaanmu memiliki ini, ini, serta ini

Pilih perusahaan yang tepat

Pilih perusahaan yang tepat via kompas.com

“Aku mau kerja di perusahaan startup, ah. Biar punya banyak kesempatan bikin ide baru.”

“Aku belum punya tempat kerja impian tertentu, tapi maunya sih punya international exposure. Makanya mau coba lamar ke multinational company.”

Mungkin kamu belum pasti ingin melamar ke mana saja. Tapi, kamu sudah harus tahu, perusahaan yang kamu inginkan itu mesti memiliki apa. Misalnya, kamu adalah orang yang idealis dan ingin membantu memecahkan kemiskinan. Bekerja di sebuah yayasan sosial bisa jadi pilihan. Atau kamu ingin punya pengalaman bekerja bareng orang asing. Melamar ke multinational company yang mapan bisa jadi opsi untukmu.

Masa’ jodoh aja yang punya standar? Pekerjaan juga, dong!

3. Riset sebanyak mungkin jobdesc posisi itu. Cari tahu juga, dalam 3-5 tahun, posisi ini masih laku nggak ya?

3-5 tahun lagi, bakal gimana ya?

3-5 tahun lagi, bakal gimana ya? via tokyogirlsupdate.com

Dunia digital membuat banyak jenis pekerjaan jadi nggak relevan lagi. Karena itu, kamu perlu cari tahu, dalam 3-5 tahun ke depan, apakah posisi itu masih akan dibutuhkan pasar?

Tentunya kamu harus memikirkan karirmu ke depannya. Dengan menduduki posisi yang selalu dibutuhkan perusahaan, kamu nggak perlu takut di-PHK. Jika ingin pindah ke perusahaan lain pun, kesempatanmu lebih besar karena banyak perusahaan membuka lowongan untuk posisi yang sama.

4. Jangan tergiur oleh gaji saja. Pastikan pekerjaan itu berguna untuk karirmu ke depannya.

Jangan cuma tergiur gaji

Jangan cuma tergiur gaji via bit.ly

“Aduh, offer gajinya 2,5 juta. Aku mau makan apa…”

Gaji itu nggak permanen. Setidaknya setahun sekali (menyesuaikan inflasi), perusahaanmu akan memberi kenaikan gaji. Belum lagi insentif performa dan bonus lainnya yang bisa diberikan untukmu. Jadi, kalau gajimu belum seberapa (namanya juga fresh graduate!) jangan berkecil hati dulu ya. Yang penting, pekerjaan itu punya tangga karir yang jelas.

Kamu misalnya nih: setelah 3-6 bulan, kamu akan diangkat menjadi karyawan tetap. Jika performa kamu baik. dalam 1 tahun kamu bisa menjadi Junior Manager. Jika kamu berprestasi, mampu menunjukkan kemampuan manajerial yang baik, serta konsisten, dalam 3 tahun kamu bisa memegang jabatan Senior Managerdan dalam 5 tahun menjadi kepala cabang. Dan seterusnya.

Nah, apakah posisi yang kamu lamar saat ini sudah punya tangga karir yang jelas?

5. Masih bingung bagaimana menyalurkan bakat dan energi muda kamu? Gabung di program MT saja. Pilih perusahaan yang terpercaya, ya!

Cari yang terpercaya!

Cari yang terpercaya! via bit.ly

Program MT (management trainee) bisa jadi pilihan terbaik buat kamu sarjana yang belum yakin ingin posisi apa. MT bisa disebut sebagai semacam “sekolah lanjutan.” Kamu akan mendapat banyak kesempatan mempelajari produk dan tren, bagaimana menjadi seorang pemimpin yang ideal, bagaimana memimpin sebuah proyek dari perencanaan hingga menyusun laporan, bahkan hingga praktek memimpin sebuah proyek. Menariknya lagi, di akhir “sekolah” kamu akan menjadi karyawan tetap. Mantap, kan?

Keuntungan MT yang lainnya adalah akselerasi jenjang karir yang pasti, paket remunerasi (atau gaji) dan benefit yang bersaing. Pastinya bisa kamu banggakan pada orang tua dan teman satu angkatan, karena nggak semua orang bisa masuk Program MT. Apalagi kalau Program MT ini milik perusahaan atau brand internasional.

Nah, untuk kamu yang tertarik mengikuti MT, PT Coca Cola Amatil Indonesia — perusahaan multinasional yang berpusat di Australia — sedang membuka pendaftaran Graduate Trainee Program, lho!

Persyaratannya bisa kamu lihat di bawah ini:

  • Lulusan S1/S2 dengan nilai IPK minimal 3,00
  • Fresh Graduate atau memiliki pengalaman kerja maksimal 1 tahundan tidak berusia lebih dari 25 tahun
  • Memiliki kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris (lisan dan tulisan) dengan baik
  • Bersedia untuk bepergian dan siap ditempatkan di wilayah manapun di Indonesia

Program MT ini akan menempa kamu menjadi talenta sales yang handal dan pemimpin masa depan yang mumpuni. Apapun rencana karirmu nanti, kedua skill ini akan membuat kesuksesanmu lebih pasti.

Untuk mendaftar program ini, kamu harus mengisi formulir pendaftaran. Setelah mendaftar, kamu akan diajak mengikuti tes minat & gaya komunikasi agar kamu terbantu mencari tempat kerja yang cocok.

PS: biar maksimal, buka link-nya lewat desktop ya 🙂

Setelah berkasmu ready, siap-siap deh terima telepon panggilan wawancara. Kamu yang lolos, bisa datang ke Institut Teknologi Bandung tanggal 24 Mei, Landmark Convention Hall Bandung tanggal 25 Mei, atau Universitas Trisakti tanggal 27 Mei nanti untuk wawancara langsung di sana. Akan ada wawancara di tempat dan kampus lain juga di tanggal yang berbeda, kamu yang lolos seleksi akan diberitahu secara detail via korespondensi pribadi 🙂

Sebarkan juga info ini pada teman-teman kamu yang sedang mencari kerja, ya. Namanya juga berjuang bersama. 🙂

Lain kali, saat melamar atau mendapat tawaran pekerjaan, pastikan kamu sudah mempertimbangkan 5 hal di atas matang-matang, supaya kamu nggak menyia-nyiakan masa awal karirmu.