Kerja tanpa terikat jam kantor dan peraturan perusahaan memang terdengar menyenangkan. Apalagi kalau kamu sedang lelah dengan suasana kantormu yang sekarang. Beda banget dengan teman-temanmu yang pekerja lepas atau freelancers. Duh, sepertinya enak banget ya jadi mereka?

Kamu pun mulai penasaran: gimana ya kalau kamu kerja freelance seperti mereka? Ide untuk mengundurkan diri dari pekerjaanmu saat ini pun muncul. Atau mungkin kamu tak ingin resign, hanya tergoda untuk freelance sebagai pekerjaan kedua.

Apapun niatmu, sebenarnya keputusan bekerja freelance tak bisa kamu ambil dengan gegabah. Pasti ada risiko yang muncul dari keputusan apapun yang kamu ambil nanti.

Agar kamu nggak salah langkah dalam bertindak, ada baiknya simak 6 hal ini sebelum kamu memutuskan jadi freelancer.

1. Kamu mau freelance buat mengisi waktu luang? Hati-hati, jangan sampai kamu jadi gak punya waktu luang lagi.

jangan sampai kamu malah gak punya waktu luang sama sekali via miannscanlan.com

Advertisement

“Duh, kurang kerjaan banget nih, ngapain ya? Masa bengong doang abis pulang kerja…”

*lalu memutuskan freelance jadi translator*

*lalu tiba-tiba nggak punya waktu luang lagi*

Mungkin kamu merasa waktu luangmu saat ini terlalu banyak. Pekerjaan purnawaktu yang kamu miliki ternyata cukup fleksibel, sehingga tidak terlalu membebanimu. Setiap hari, masih ada 3-4 jam waktu bebas yang kamu miliki. Kerja aja kali ya?

Hati-hati dengan pemikiran seperti ini. Bisa jadi, kalau kamu mengambil kerja freelance waktu luangmu jadi habis sama sekali lho. Ternyata, pekerjaan freelance-mu ini jauh lebih berat dari yang kamu ekspektasikan. Ternyata, punya pekerjaan kedua itu tidak semudah kelihatannya.

Supaya hal ini tidak terjadi, ketahui dengan pasti seberat apa pekerjaan freelance yang kamu minati ini. Sebelum berkomitmen lebih jauh, mungkin kamu bisa “test drive” pekerjaan itu untuk sebulan pertama dulu supaya kamu tidak kaget?

2. Mau full jadi freelancer di masa depan nanti? Kamu harus siap bayar tunjangan pensiun dan asuransi kesehatan sendiri

atau mau diseriusin untuk pegangan di masa depan? via www.fastcompany.com

Lo yakin mau full freelance? Cuma dapet gajinya lho, tunjangan sama asuransi kesehatan nggak dapet…”

“Iya, gue udah sadar kok harus daftar BPJS sendiri.”

Mungkin kamu benar-benar mau menseriusi opsi bekerja freelance ini. Kalau begitu, kamu harus melatih diri bertanggung jawab terhadap tunjangan hari tua dan asuransi kesehatanmu sendiri. Sederhana saja. Kalau kamu bekerja freelance pada suatu perusahaan, maka benefit yang kamu terima dari perusahaan itu gak akan sama dengan teman yang bekerja full time. Kamu memang akan mendapat gaji, tapi tidak dengan tunjangan pensiun dan asuransi. Jadi, pastikan pendapatanmu sebagai freelancer bisa disisihkan untuk membayar iuran bulanan BPJS atau asuransi yang lain. Jadi freelancer bukan berarti kesejahteraan harus diterlantarkan.

3. Kerja freelance banyak macamnya. Jika memang kamu serius, renungkan ingin fokus di bidang apa

mau coba banyak jenis freelance berbeda atau fokus ke satu bidang freelance ya? via cinelog.tumblr.com

Freelance itu banyak macamnya. Kamu sendiri mau fokus di mana?

Saat ingin menjadi freelance, kamu pasti dilanda kebingunan mau melamar posisi apa. Ada banyak macamnya dengan gaji, jam kerja, dan deskripsi pekerjaannya yang berbeda. Karena pekerjaan freelance ini juga bisa membuat CV-mu bertambah baik, sebaiknya memilih jenis freelance sesuai minat dan bakatmu ya. Supaya apa yang udah kamu kerjakan itu bisa terus diasah dan kamu perdalam di kemudian hari, sehingga kamu bisa dipandang profesional karena kerja freelance-mu yang terus ditekuni.

4. Ada freelance atas dasar usahamu sendiri, ada juga yang terikat kontrak dengan perusahaan. Yang mana pilihanmu?

kerja sambilan, lumayan uangnya via poyicats.tumblr.com

Supaya nggak bingung jenis freelance seperti apa yang kamu lakukan, kamu harus tahu ingin menjadi freelance atas usaha sendiri atau terikat kontrak pada perusahaan. Freelance atas usaha sendiri itu misalnya kamu menawarkan keahlian fotografimu kepada teman-teman. Jadi, kalau ada acara-acara yang diselenggarakan oleh temanmu, mereka bisa menawarimu dan memakai jasa fotomu.

Sedangkan kalau terikat dengan perusahaan, kamu biasanya dikontrak beberapa bulan tentu dengan bayaran yang berbeda dari karyawan full time. Selain itu, akan ada beberapa peraturan yang nggak boleh kamu langgar, misalnya sebagai freelance writer kamu nggak diizinkan untuk menulis juga di media saingan. Dari penjelasan sedikit mengenai dua freelance tersebut, yang mana yang akan kamu pilih?

5. Mau freelance penuh waktu? Gak boleh terburu-buru. Bangun dulu reputasimu

karena ucapan dari mulut ke mulut memang seru via www.guruorganization.com

Membangun reputasi di kalangan kerabat dan teman-temanmu itu penting, karena dari sinilah kemungkinan besar kamu akan mendapat klien pertamamu. Omongan dari mulut ke mulut jangan disepelekan lho, bisa aja orang yang diberikan pesan ternyata orang penting dan kamu akan mendapat manfaat besar kalau dia menggunakan jasamu. Apalagi saat ini zaman udah modern, tingkat persaingan semakin ketat.

Selain itu, pastikan kamu punya rekam jejak yang baik di dunia maya. Makanya kamu wajib banget punya akun di media sosial dan beberapa situs untuk mencari pekerjaan, seperti Jobstreet dan LinkedIn.

6. Pilih double freelance — usaha sendiri dan terikat perusahaan — juga tak mengapa. Asal kamu pintar membagi waktunya

bisa ngatur waktu, nggak? via www.cordeliacallsitquits.com

Gue tetap mau freelance jadi penulis ah dari hari Senin-Jumat di media ******. Sabtu sama Minggunya cari obyekan foto, kan banyak acara tuh pas weekend.”

Menjadi freelance itu memang mengasyikan, uang yang didapat lumayan buat memenuhi kebutuhan sehari-hari atau untuk ditabung, meskipun kesejahteraannya kurang terjamin. Kalau kamu berniat untuk bekerja freelance atas usaha sendiri dan juga freelance terikat kantor, maka kamu harus membagi waktu dengan baik. Sebebasnya kamu sebagai freelance, kamu harus pandai memilah waktu untuk beristirahat. Jangan sampai tawaran kerja freelance berdatangan tapi badanmu justru drop saat itu juga. Atau bisa aja kamunya yang nggak bisa konsentrasi menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Memilih bekerja freelance memang membuatmu lebih punya waktu yang banyak untuk mengurusi hal-hal lainnya dalam hidup. Namun, jangan lupa juga pandai memilih jenis freelance yang diinginkan dan sampai kapan akan terus menjadi seorang freelance. Kamu perlu memikirkan masa depanmu dan karir ke depannya. Good luck ya!