Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang mempunyai daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Adanya jaminan hari tua, jenjang karir yang jelas serta tunjangan dan asuransi menjadi beberapa keuntungan yang membuat banyak orang berebut untuk bisa lolos bekerja di sebuah perusahaan BUMN. Wajar saja, jabatan ini sering dikaitkan dengan profesi yang diidamkan para calon mertua. Meski begitu, untuk bisa mendapatkan kursi sebagai pegawai di kantor BUMN, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilewati.

Jika tidak bisa mendapatkan nilai sesuai yang ditetapkan, kamu tentu akan langsung dinyatakan gugur dan tidak bisa melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya. Untuk itulah, kamu perlu tahu apa saja seleksi yang harus dihadapi dan bagaimana tipsnya supaya bisa lolos menjadi salah satu pegawai BUMN.

1. Seleksi administrasi jadi awal penentu segalanya. Jadi, cek baik-baik dokumenmu

Seleksi administrasi via www.airnavindonesia.co.id

Hampir semua perusahaan, baik BUMN maupun swasta, sama-sama menjadikan seleksi administrasi sebagai tahap awal. Di tahap ini, pastikan semua berkas-berkas yang disyaratkan lengkap dan sesuai yang ditentukan. Misal, syarat mengenai IPK minimal, sampai pada jurusan yang sesuai. Kunci tahap ini adalah stay update pada pengumuman yang ada di website resmi BUMN. Biasanya, BUMN tersebut akan membuka lowongan secara online.

Pastikan tidak tergiur dengan penipuan lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan BUMN dan meminta pungutan biaya. Syarat administrasi yang diminta biasanya disubmit langsung pada laman website resmi BUMN, bukan melalui email. Jika mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang beredar, ada baiknya kamu cek terlebih dahulu kebenarannya.

2. Seleksi tertulis terdiri dari beberapa tahap. Untuk itu, pastikan pelajari lebih dulu apa yang akan diujikan

Advertisement

Suasana tes tertulis via www.tespotensiakademik.com

  • GAT (General Aptitude Test)
    Tes ini tujuannya untuk menguji kemampuan dan bakat calon karyawan, di samping itu juga mengukur IQ. Untuk itu, pastikan dikerjakan dengan fokus untuk hasil yang maksimal
  • Tes akademik
    Bertujuan untuk menguji kompetensi kandidat di bidang studi yang dikuasai. Selain itu, untuk mengetahui kedalaman pengetahuan terkait jobdesc posisi yang akan dilamar. Jika kamu melamar pada posisi di luar studi yang kamu ambil, ada baiknya pelajari dulu akan hal ini sebelum tes dilakukan
  • Psikotes
    Jika ingin sukses di tahap ini, ada baiknya kamu mempelajari contoh-contoh dan kiat sukses psikotes yang telah banyak dibukukan
  • Tes Bahasa Inggris
    Tahap tertulis ini akan mengetes kemampuan bahasa Inggris secara tertulis, dan terkadang diadakan dalam bentuk tes TOEFL

3. Seleksi wawancara jadi tahapan yang cukup menegangkan. Pastikan tidak mengalahkan rasa percaya dirimu ya!

Seleksi wawancara via job-like.com

Di sini kamu harus bisa meyakinkan perusahaan tentang kualitas pribadimu, dan bahwa kamu layak dipilih sebagai calon karyawan. Biasanya tes wawancara BUMN dilakukan antara 2-3 tahap, yang umum dikenal adalah wawancara HR dan wawancara user. Beberapa BUMN memiliki tahapan wawancara yang berbeda. Ada yang dilakukan dengan cara presentasi individu kemudian dilanjutkan presentasi di hadapan direksi, ada pula FGD (Forum Group Discussion), sejenis wawancara tapi dilakukan dengan diskusi kelompok.

Untuk tahapan ini persiapkan mental dengan baik, bahasa tubuh yang sempurna serta pengetahuan mengenai perusahaan tempat kamu melamar pekerjaan. Beberapa di antaranya ada juga yang menuntut untuk berbicara dalam bahasa Inggris saat wawancara, untuk itu pastikan kamu menguasai hal tersebut, ya!

4. Terakhir ada tes kesehatan yang jadi penentu apakah kamu diterima atau tidak

Tes kesehatan via www.astralife.co.id

Tes kesehatan atau medical check up jadi tahap terakhir pada sebuah rangkaian seleksi masuk BUMN. Pada tahap ini, biasanya perusahaan tidak tanggung-tanggung mengeluarkan biaya jutaan untuk mengetahui kondisi kesehatanmu. Karena itulah banyak orang beranggapan bahwa jika sampai di tahap ini, kemungkinan untuk diterima sudah sangat besar. Namun, medical check up tidak boleh dianggap enteng karena perusahaan benar-benar akan menilai kondisi badanmu apakah dalam kondisi prima atau tidak, terlebih bagi mereka yang ditempatkan di daerah pelosok atau pedalaman.

5. On the job training merupakan masa di mana sebelum diangkat jadi karyawan tetap

Usai diklat pra-jabatan via www.bumn.go.id

Selamat, akhirnya lolos juga jadi karyawan BUMN. Tapi, perjuangan belum berakhir. Sebelum diangkat jadi karyawan tetap, kamu akan dihadapkan dengan masa training selama tiga bulan atau bahkan satu tahun. Pada akhir training akan dilakukan evaluasi oleh perusahaan, apakah layak untuk tetap dipekerjakan atau tidak. Pada tahap ini, pastikan kamu menunjukkan kemampuanmu seoptimal mungkin karena meski sudah lolos menjadi bagian dari BUMN, dalam masa ini semua pekerjaanmu masih dalam pengawasan.

Meski yang dilalui memang ada beberapa tahap, tentunya semua akan lunas terbayar jika akhirnya bisa diterima kerja di kantor BUMN idaman. Semoga berhasil ya, guys!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya