Motivasi adalah bahan bakar utama untuk mencapai kesuksesan. Tanpa motivasi, seseorang akan kehilangan semangat dan daya saing untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Tidak heran banyak orang jadi penggemar buku motivasi dan mengikuti acara motivator terkenal agar semangatnya terlecut.

Pertanyaannya, motivasi macam apa sih yang kamu perlukan agar bisa benar-benar sukses? Apakah semua macam motivasi bisa mendorong semangatmu untuk bisa berkembang lebih baik? Temukan jawaban tentang hubungan motivasi dan kesuksesan disini.

Ada 3 Jenis Motivasi yang Menentukan Kesuksesan Seseorang

Gita Wirjawan, tokoh sukses di bidang pendidikan dan ekonomi via dateofbirthanalysis.blogspot.com

Untuk menggerakkan diri sendiri melakukan sesuatu, seseorang perlu dorongan dari dalam dirinya dan dari lingkungan sekitar. Motivasi yang mendorong seseorang bergerak terbagi menjadi tiga: motivasi internal, motivasi instrumental, dan motivasi campuran.

Motivasi internal adalah motivasi yang berhubungan langsung dengan hal yang ingin dilakukan. Misalnya, seorang mahasiswa semangat kuliah karena senang dengan mata kuliah yang diambil. Ia haus masuk kelas karena ingin mendapatkan ilmu. Kenapa disebut motivasi internal? Karena semangat macam ini hanya bisa muncul dari dalam diri sendiri. Tidak ada faktor lingkungan yang mempengaruhi.

Advertisement

Kekayaan adalah contoh motivasi instrumental via instagram.com

Jenis motivasi kedua adalah motivasi instrumental. Contoh motivasi instrumental adalah seorang mahasiswa atau pelajar yang semangat ke kampus dan sekolah karena ingin bertemu pacar. Dia tidak peduli ada ilmunya atau tidak, yang penting bisa ketemu pacar. Motivasi instrumental datang dari lingkungan diluar dirinya.

Nah, jenis motivasi yang ketiga adalah motivasi campuran. Semangat ini datang dari gabungan motivasi instrumental dan internal. Jadi saat seorang mahasiswa bersemangat kuliah karena ingin dapat ilmu SEKALIGUS bertemu pacar, artinya dia sedang digerakkan oleh motivasi campuran.

Penelitian di West Point Military Academy, Amerika Serikat

Cadet di Akademi Militer West Point, AS via blog.daum.net

Untuk mengetahui motivasi macam apa yang berpengaruh pada kesuksesan, dilakukan penelitian pada 11.320 calon angkatan militer AS (cadet). Penelitian ini berfokus pada motivasi utama mereka masuk ke pusat pelatihan: apakah mereka digerakkan oleh motivasi internal, instrumental, maupun campuran.

Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa calon angkatan militer dengan motivasi internal tinggi akan lebih sukses dalam proses pelatihan. Motivasi internal tinggi berdampak pada perjalanan karir para calon angkatan militer dalam hal:

  1. Mereka yang punya motivasi internal tinggi lebih banyak yang lulus dari akademi
  2. Posisi perwira lebih banyak didapatkan oleh mereka yang punya motivasi internal tinggi
  3. Perjalanan karir calon angkatan militer dengan motivasi internal tinggi akan mulus, karena lebih mudah mendapatkan rekomendasi
  4. Hanya kadet dengan motivasi internal tinggi yang bertahan di militer setelah masa tugas wajib 5 tahun selesai.

Motivasi Internal dan Instrumental yang Sama Besar Justru Menghancurkan

Dalam dunia militer, motivasi instrumental yang paling penting via www.presidenri.go.id

Dalam penelitian yang sama, ditemukan fakta menarik. Ternyata dalam kasus motivasi, keseimbangan itu tidak begitu diperlukan. Kamu tidak perlu punya motivasi internal dan motivasi instrumental yang sama besar jika ingin sukses.

Ternyata, kadet dengan motivasi internal dan instrumental yang sama besar akan cenderung meninggalkan profesi militer setelah masa tugas wajib 5 tahun berakhir. Berbeda dengan kadet yang hanya memiliki motivasi internal tinggi, yang akan cenderung lebih loyal untuk bertahan.

Memiliki motivasi internal dan instrumental tinggi menyebabkan seorang kadet memiliki kesempatan lebih besar untuk tidak lulus dari akademi, kemampuan lebih kecil untuk melaksanakan tugas dengan maksimal, dan komitmen yang lebih rendah untuk tetap bertahan di tugas militer.

Kuliah Biar Dapat Kerja Bagus? Kerja Biar Kaya? Kamu Salah!

Kuliah itu biar pinter, bukan biar jadi kaya via www.comp.nus.edu.sg

Penelitian diatas menunjukkan betapa selama ini kita salah menetapkan bidikan. Kalau ditanya buat apa kamu kuliah akuntansi jawabannya apa? Biar diterima di Bank Indonesia, biar dapat gaji besar? Hilangkan semangat ini. Karena kamu justru akan jadi mahasiswa biasa-biasa saja yang gak bakal kaya.

Begitu juga ketika kamu bekerja, jangan jadikan gaji yang ditransfer ke rekeningmu tiap bulannya jadi hal yang mendorongmu untuk memberikan yang terbaik. Pikirkan, bagaimana pekerjaan ini membentuk pribadimu. Jadikanlah dampak yang bisa kamu ciptakan di masyarakat sebagai penyemangat.

Pola pikir dan pendidikan perlu diubah via cid2012.wordpress.com

Tidak hanya mengubah pola pikir pribadi, sistem pendidikan kita juga perlu dirombak agar semua anak bangsa bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Nilai Ujian Nasional bagus, masuk universitas negeri favorit, karir mulus, atau menang di kejuaraan internasional seharusnya bukan jadi acuan kenapa orang perlu berjuang keras.

Kita harus menata ulang pola pikir bahwa ada yang lebih penting dari sekedar jadi mesin penghasil prestasi dan uang. Manusia perlu melakukan sesuatu tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan hidup, tapi juga untuk mencukupi kebutuhan batinnya sebagai pribadi.

Walau klise, tapi semangat macam inilah yang akan membuat kamu benar-benar sukses dalam kehidupan. Motivasi tulus tanpa pretensi akan membuka berbagai pintu kemudahan di hidupmu.

Kamu Harus Bisa Memilah Antara Konsekuensi Dan Motivasi

Anies Baswedan, tokoh yang fokus pada motivasi internal via aniesbaswedan.info

Dalam setiap pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang, akan ada konsekuensi internal dan instrumental yang bisa diraih. Misalnya, kamu rajin belajar. Konsekuensi internal yang bisa kamu dapatkan adalah kamu jadi pintar. Secara instrumental, kamu punya kesempatan lebih besar untuk dapat nilai bagus dibanding mereka yang tidak.

Bahayanya, saat konsekuensi instrumental berubah menjadi motivasi maka seseorang akan cenderung menunjukkan performa yang lebih buruk. Dia akan bekerja karena ingin mendapatkan sesuatu yang menguntungkannya. Hasil akhir akan menjadi tujuan utama yang ingin dicapai. Mengacu pada konsekuensi instrumental akan membuat seseorang tidak mengindahkan proses.

Prestasi dianggap bonus via www.fredywijaya.com

Sementara orang dengan motivasi internal yang murni akan fokus untuk melakukan pekerjaan demi mengembangkan diri. Konsekuensi instrumental seperti uang banyak, hidup enak, gengsi tinggi hanya dianggap sebagai bonus. Sebab ia merasa dari melakukan pekerjaan inilah justru membuat dirinya hidup.

Dengan fokus pada motivasi internal, maka kita bisa mendorong diri untuk terus menampilkan kualitas paling oke yang kita miliki. Tapi jika sudah terjebak pada godaan hasil, hmmm…jangan berharap banyak deh buat bisa sukses!

Sudah bisa memilih ‘kan motivasi macam apa yang bisa kamu gunakan sebagai pendorong keberhasilanmu? Kalau udah termotivasi, jangan diam saja ya. Lakukan hal ini agar pencapaian yang kamu idamkan benar-benar terwujud.