Memutuskan kuliah di program diploma memang agak berat awalnya. Di antara kamu yang anak D3 pasti pernah mengalami kebimbangan soal status tingkat pendidikanmu. Sebab, dogma yang berada di masyarakat mengenai lulusan D3 kurang baik. Bahkan orang tua kita pun banyak berpikir kalau orang sukses di masa depan modalnya gelar sarjana. Pemikirannya jelas sempit. Nyatanya, kita juga bisa lihat sendiri banyak lulusan S1 yang gak langsung dapet kerja.

Nah, buat kamu yang rezekinya di D3, jangan patah arang dan ngerasa kalah sama temen-temen yang dari S1. Kali ini, Hipwee mau mengajak kamu mawas diri kalau kamu beruntung telah berkuliah di jurusan D3. Cekidot!

1. Dengan kuliah di program D3, skill-mu lebih terasah. Dan jadi individu yang siap masuk dunia kerja.

Program vokasi UGM. via sv.ugm.ac.id

Seseorang lulusan diploma akan lebih siap memasuki dunia kerja dibanding S1. Kenapa demikian? Sebab, selama kuliah, lulusan D3 digodog dengan matang lewat kuliah-kuliah prakteknya. Belajar di luar kelas pun bukan jadi hal yang aneh. Tapi bukan berarti pengetahuan teori dari anak D3 gak ada. Beban belajar mahasiswa D3 biasanya 40%-nya mencakup tentang teori. Sisanya praktek.

2. Di saat mahasiswa S1 mabuk dengan teori, mahasiswa D3 asik dengan praktik. Pengalaman mereka jelas jauh lebih kaya.

Banyak praktek via www.isigood.com

Advertisement

Jangan pernah kecewa dengan pilihanmu untuk mengenyam pendidikan di tingkat D3. Kamu harus bangga. Saat teman-teman S1 banyak dijejali dengan teori-teori, kamu anak D3 udah punya bekal buat turun ke dunia kerja.

Kamu juga bisa menambah atau mengasah soft skill dengan mengikuti organisasi atau unit kegiatan mahasiswa. Selain bisa itu, kamu juga bisa nambah banyak teman.

3. Nggak perlu malu mengakui kamu lulusan diploma, lowongan kerja untuk tenaga terampil juga banyak.

Yang penting terus berusaha. via cdn.klimg.com

Kamu gak perlu risau kalau bingung soal masa depan. Toh lowongan kerja untuk tenaga terampil banyak dibutuhkan banyak perusahaan. Justru ketrampilanmu sangat dibutuhkan nantinya. Kalau tak percaya buka aja portal lowongan kerja.

4. Kalau kata Rektor UI sih, anak D3 lebih siap buat hadapi MEA.

Tuh dengerin kata Rektor UI. via cdn.klimg.com

Rektor Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met., pernah bilang kalau program vokasi (diploma) sejalan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membutuhkan tenaga terampil. Anis malah menyesalkan jika lulusan vokasi terburu – buru mengambil keputusan melanjutkan program S1 karena tidak percaya diri hanya bergelar D3.

“SDM Vokasi mampu terampil dan diekspor ke luar negeri. Sertifikasi ini membendung mereka lanjut ke S1, sebab kalau vokasi lanjut ke S1 malah bubar semua percuma, mereka merasa S1 itu nilai tambahnya. Padahal cukup D3 tambahan sertifikat, kerja di luar negeri pun bisa malah lebih hebat dari S1. Gaji pun tak diukur dari gelar tapi dari skill,” tegasnya.

5. Toh, jadi lulusan D3 tidak akan menghalangi kamu meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa depan. Asal tekad dan usaha berjalan beriringan.

Bos. via okezone.com

Nyatanya tinggi rendahnya tingkat pendidikan seseorang gak selalu jadi penentu sukses atau tidak. Nggak perlu malu kalau kamu lulusan diploma. Lulusan diploma pun bisa jadi orang sukses bahkan bisa jadi bos. Kalau kamu masih niat untuk menambah ilmu, kamu bisa lanjut ke jenjang Strata-1 atau kamu juga bisa langsung kerja.

Masa depan yang cerah tak mustahil kamu dapatkan, asal upaya yang kamu lakukan terus tiada henti tanpa letih.

Ingat, dengan gelar diploma di tangan kamu sudah punya kemampuan untuk terjun langsung ke lapangan. Di saat bersamaan, kamu juga sudah punya bekal untuk masuk lagi ke dunia perkuliahan dan memperdalam ilmu yang kamu dapat di diploma.