Punya pekerjaan atau gak punya sama sekali, merupakan problema klasik bagi angkatan kerja di Indonesia. Jangankan untuk punya 2 atau lebih pekerjaan, mendapatkan satu pekerjaan aja terasa sulit. Februari 2014 BPS mencatat 5,7% dari 125, 32 juta angkatan kerja Indonesia adalah pengangguran. Mayoritas dari 7,15 juta orang ini berada pada kisaran usia 19-24 tahun. Sangat disayangkan, pada usia yang begitu muda dan produktif tidak diimbangi dengan kegiatan yang produktif pula.

Bagaimana dengan 118,17 juta orang yang cukup beruntung memenangi kompetisi untuk meraih pekerjaan? Apakah kamu pantas untuk berpangku tangan karena sudah punya pekerjaan dari pagi hingga sore, Senin sampai Jum’at? Kebanyakan pekerja usia 20-an berpikir kalau dirinya masih jauh dari masa pensiun, masih sehat jadi gak perlu memikirkan hari tua dulu. Menabung bisa ditunda dan kalau hal-hal tak terduga terjadi, itulah gunanya kartu kredit ‘kan?

Jika kamu masih berpikir seperti demikian hari ini maka kamu terlalu naif, Anak Muda. Kamu mengabaikan apa yang sebenarnya bisa kamu kontrol, seperti kualitas kerja, produktivitas dan penghasilan lalu meremehkan apa yang sebenarnya gak bisa kamu kontrol seperti waktu, kesehatan dan umur. Meski kamu udah puas dengan pekerjaan dan penghasilan kamu sekarang, gak ada salahnya kalau kamu menjalankan pekerjaan lain dan menghasilkan pemasukan sampingan.

1. Punya lebih dari satu pekerjaan mungkin terlihat melelahkan namun sebenarnya pekerjaan kedua, ketiga dst berpotensi memberi kamu kenyamanan

Melelahkan namun bikin rasa aman via www.todayonline.com

Sesulit apapun kelihatannya, secapek apapun kamu membayangkannya, punya lebih dari satu pekerjaan sebenarnya memberi kamu kenyamanan. Mengapa demikian? Karena rasa nyaman akan menghampiri ketika sadar penghasilanmu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan, rasa tenang pelan-pelan tumbuh ketika kamu tahu ‘tiang lebih besar dari pada pasak’ kali ini. Batin kamu pun tenang bila memiliki diversifikasi penghasilan, kamu bisa kehilangan satu pekerjaan namun masih bisa menghasilkan sejumlah uang dari sumber lain.

2. Penghasilan tambahan akan membebaskan kamu dari jeratan-jeratan finansial

Advertisement

Bebas hutang

Kalau kamu selama terbiasa mengencangkan ikat pinggang agar gaji bisa mencukupi kebutuhan, penghasilan dari pekerjaan kedua setidaknya akan melonggarkan lilitan bujet yang selama ini mengekang kamu. Biasanya orang-orang akan menyuruhmu mengurangi pengeluaran, berhemat, membuat anggaran dan mulai menabung, namun nasihat-nasihat tersebut akan lebih mudah dijalankan bila kamu punya penghasilan tambahan.

Bukan buat foya-foya, namun hanya untuk mencicipi keamanan secara finansial. Penghasilan tambahan inilah yang membuat kamu tetap bisa makan enak setiap malam, membayar hutang-hutang, membeli buku setiap minggu atau sekedar dijadikan tabungan tetap tiap bulan.

3. Mengandalkan gaji doang gak akan membawa kamu liburan tiap  tahun. Inilah fungsi pekerjaan kedua dan ketigamu, buat dana liburan!

Uang tambahan membiayai liburan kamu via nikkokarki.files.wordpress.com

Kemungkinan besar kamu tetap bisa liburan ke Bali atau Yogyakarta setiap tahun itu pun setelah menabung mati-matian dan hidup berdasarkan bujet dari hari ke hari agar bisa memesan tiket murah untuk tahun depan. Tapi coba bayangkan bagaimana apa jadinya kalau kamu gak menggantungkan hidup pada satu sumber pemasukan. Uang penghasilan tambahan yang mungkin gak seberapa jika dibandingkan gaji bulananmu akan sangat membantu jika dialokasikan sebagai dana liburan. Dengan begitu kamu tetap bisa hidup nyaman mengandalkan gaji, lalu menggunakan penghasilan tambahan untuk memesan tiket, hotel dan mungkin membawa pacarmu turut serta untuk liburan.

4. Pekerjaan sampingan memberi kamu kesempatan untuk menghasilkan uang dari hobi atau passion aslimu

Passion, coy! via forums.sgclub.com

Memiliki pekerjaan kedua, ketiga dan seterusnya bukan berarti kamu harus menyiapkan CV, surat lamaran dan kembali mengikuti wawancara di kantor lain. Ingat, penghasilan gak selalu datang dari bekerja di belakang meja. Dari hobi, soft skill dan passion terpendam kamu bisa menghasilkan uang. Kalau kamu bekerja Senin hingga Jum’at dari pagi sampai sore di kantor, korbankan jam petang dan malammu untuk mengerjakan proyek/pesanan foto jika kamu punya bakat di bidang fotografi. Atau gunakan akhir pekanmu untuk menjadi barista di kafe jika kebetulan kamu punya keahlian meracik kopi.

Jika selama ini kamu mengeluh pekerjaan kantoran gak sesuai dengan passion kamu, namun harus tetap bertahan karena gaji yang lumayan, maka pekerjaan sampingan adalah kesempatan kamu berkarya sesuai dengan minat asli kamu. Ubah hobi dan bakat menjadi sumber pemasukan tambahan. Coba lihat sekeliling kantor kamu, siapa tahu salah satu rekanmu adalah musisi pas weekend yang menghasilkan jutaan dari membuat jingle iklan.

5. Penghasilan-penghasilan tambahan berperan besar dalam menjaga kesejahteraanmu di masa depan

Untuk masa depan via galleryhip.com

Seperti yang dibahas sebelumnya, memiliki pekerjaan kedua akan memberi kamu ketenangan lahir dan batin. Meski kamu capek, penghasilan lebih yang kamu hasilkan inilah yang bakal menjadi bumper kamu ketika hal-hal yang gak bisa kamu kontrol seperti jatuh sakit atau musibah menimpa. Jauh sebelum kejadian buru terjadi (dan pasti terjadi) kamu sudah menyiapkan diri dengan membuat simpanan cadangan. Sebelum penyakit menimpa kamu udah siap duluan dengan mendaftarkan diri di asuransi kesehatan dan semacamnya. Sebelum hari tua datang kamu sudah menyiapkan dan pensiun yang bisa kemu nikmati ketika gak produktif lagi.

Tanpa sadar uang yang kamu habiskan untuk asuransi, tabungan dan simpanan pensiun menjadi investasi jangka panjang yang bisa kamu nikmati ketika gak lagi bekerja. Semua kenyamanan di hari tua tersebut baru bisa kamu nikmati jika kamu punya penghasilan lebih, yang benar-benar terpisah dari gaji tetap per bulan.

6. Punya pekerjaan lebih dari satu cocok buat kamu yang belum siap berkomitmen pada satu karir

Belum siap buat 9 to 5 via manual.co.id

Jutaan pemuda usia 20-an di kota-kota besar Amerika memilih untuk memiliki lebih dari satu pekerjaan, bahkan beberapa di antaranya punya empat pekerjaan sekaligus. Ambil contoh Louise Gassman, seorang aktris yang juga seorang asisten instruktur tari di Julliard, pengasuh bayi danmengerjakan urusan administrasi dan instruktur bersepeda pada sebuah pusat kebugaran di New York.

Louise punya sekian banyak pekerjaan bukan karena dia tamak, tapi itu karena membuatnya bahagia. Dia ditawari pekerjaan full-time di gym tersebut, namun dia harus menolaknya. Karena kalau bekerja penuh dari jam 9 pagi hingga 5 sore berarti dia gak punya waktu buat audisi dan mengejar passion-nya berakting.

“…pilihan apa yang aku punya? Kerja kantoran dan gak bahagia? Being happy is a super high value to me” ungkap Louise kepada The New York Times.

7. Memiliki banyak pekerjaan akan membukakan lebih banyak peluang untuk kamu

Sonia Eryka: blogger, pengusaha, dan penyanyi via soniaeryka.blogspot.com

Keluar dari zona nyaman dengan mencoba memiliki pekerjaan lebih dari satu pastinya bakal bikin kamu kelelahan, jam kerja kamu jadi lebih panjang dan kemungkinan besar kamu gak bisa menikmati akhir pekan, libur dua hari berturut-turut adalah sebuah kemewahan. Tapi sebenarnya memiliki banyak pekerjaan memungkin kamu keluar dari lingkungan kerja yang biasa dan memberi kamu waktu untuk menentukan karir di bidang apa yang benar-benar kamu inginkan.

Bukan gak mungkin pekerjaan sampingan kamu malah menjadi karir dan sumber pemasukan utama dalam 5-10 tahun ke depan karena lebih sesuai dan cocok dengan bakat kamu. Pekerjaan sampingan gak hanya menambah pundi-pundi uang kamu namun juga menambah jaringan kamu dan membuka peluang karir yang lebih besar.

8. Ketika sudah menemukan satu jalur karir yang tepat, kamu akan dibekali skill yang berharga

Juggling dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain emang bakal bikin kamu capek, namun kamu gak perlu selamanya menjalani karir ganda seperti ini. Ketika kamu sudah menemukan satu jalur karir yang mapan, katakanlah ketika kamu sudah memasuki usia 30, pengalaman beragam dari macam-macam pekerjaan akan membekali kamu dengan keahlian yang berharga.

Kamu tentunya punya pengelolaan waktu yang baik, kamu jadi ahli dalam multitasking, pintar mengorganisir dan pastinya gak gagap dalam menghadapi teknologi karena banyak pekerjaan sampingan seperti menulis, menjadi admin media sosial atau gaming mengharuskan kamu berurusan dengan internet. Punya pekerjaan lebih dari satu adalah latihan yang bagus bagi pengelolaan diri, pengelolaan amarah dan melatih kamu untuk tetap profesional dalam semua bidang.

9. Kamu harus berkarya sebanyak dan sebaik mungkin selagi kamu sehat, muda dan berbahaya

Dunia di kaki Gen Y via lostgenygirl.com

Sebagai bagian dari Genarasi Y, kamu tentunya sudah sadar kalau kamu sedang berada pada usia belia namun sudah bisa menghasilkan sesuatu. Dengan jenjang pendidikan yang bagus, bukanlah pilihan bijak kalau kamu menyia-nyiakan semangat, ilmu, dan keahlian tersebut selagi masih muda. Bukannya menganjurkan kamu untuk bekerja sebanyak 100 jam per minggu karena menurut Hipwee keseimbangan antara pekerjaan dan hidup pribadi harus tetap terjaga. Namun bekerja lebih dari 35 jam/minggu gak akan ‘membunuh’ kamu, terutama ketika kamu masih muda, sehat dan belum berkeluarga.

Awalnya mungkin kamu bakal kewalahan membagi waktu tapi seiring dengan pengalaman kamu pasti mampu mengatur gimana caranya pekerjaan sampingan gak mengganggu pekerjaan utama dan kehidupan pribadi kamu. Itulah mengapa sebaiknya anak muda usia 20-an tinggal di pusat kota karena akan sangat memudahkan mobilitas dan mendukung produktivitas kamu.

10. Dan bukankah two is always better than one?

Muda dan berbahaya via jdacommunity.com

Sederhana saja, punya pekerjaan lebih dari satu akan memberi manfaat yang lebih baik bagi keuanganmu. Kamu yang terjebak hutang bisa merasa bebas dari rasa was-was kejaran debt collector, kendaraan atau gadget yang selama ini hanya berada dalam wishlist akhirnya bisa kamu miliki serta kamu punya kesempatan untuk membuat pikiran kamu selalu tajam karena terbiasa untuk memecahkan beragam masalah dari bermacam-macam tantangan pekerjaan yang kamu lakukan setiap hari.

Anak muda 20-an di Indonesia kebanyakan sudah merasa nyaman dengan dirinya, lama-lama hal seperti ini akan membuat kamu jadi malas untuk meraih lebih. Memutuskan untuk punya banyak pekerjaan selagi kamu masih muda dan punya waktu yang banyak adalah awal yang bagus untuk membentuk masa depan dari sekarang.

Jadi gimana, siap menjemput masa depan yang lebih baik dengan memiliki lebih dari satu pekerjaan?