Di masa sekarang ijazah S2 sudah sama banyaknya dengan ijazah sarjana. Karena itu, pilihan belajar di luar negeri menjadi prioritas. Selain soal kualitas, banyak juga yang bermimpi mampir tinggal di negeri orang. Apalagi begitu banyak beasiswa bertebaran yang kamu manfaatkan untuk kuliah gratisan. Mulai dari LPDP yang menjadi favorit, sampai beasiswa dari kampus yang bersangkutan.

Sayangnya, mencari beasiswa S2 tidak mudah. Selain saingannya banyak, persyaratannya juga cukup berat. Kamu butuh waktu tersendiri untuk persiapan, mulai dari berkas, persiapan bahasa, surat rekomendasi, hingga essay. Terutama kamu yang sambil menyambi bekerja, seringnya mengalami kesulitan mengurus pernak-pernik ini. Tapi di sela-sela kerja atau sambil menunggu kesempatan untuk beasiswa S2, kamu bisa mencoba beasiswa short course ini. Persyaratannya lebih ringan, dan masa studinya pun tak terlalu panjang. Tapi jangan ragu soal ilmu. Pasti banyak yang bisa kamu dapatkan.

1.  Ambil beasiswa StuNed Short Course di Belanda. Bisa pilih berbagai macam bidang studi yang kamu suka

Sekolah ke Belanda, biar ke mana-mana bisa naik sepeda via wheelie-good-guys.co.uk

StuNed Short Course termasuk beasiswa yang rutin diberikan oleh pemerintah Belanda sebagai bentuk kerjasama bilateral dengan Indonesia. Melalui StuNed kamu punya kesempatan untuk mendapat pelatihan bersertifikat tingkat internasional di universitas-universitas terkemuka atau pusat keahlian di Belanda. Tujuan dari pemberian kursus spesialisasi ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Masa studi yang ditawarkan antara 2-12 bulan. Nantinya akan ada sertifikat atau diploma yang kamu dapatkan. Kerennya lagi, program studi yang ditawarkan banyak banget! Syaratnya kamu harus sudah lulus S1/D4, sudah punya pengalaman kerja minimal 2 tahun di bidang yang bersangkutan, punya izin dari atasan, dan nilai IELTS minimal 5,5 atau TOEFL IBT minimal 68. Selow, tak ada batasan usia untuk melamar beasiswa ini.

2. Kamu yang merasa termasuk sebagai 20 pemuda terbaik negeri, ikut yuk pertukaran pelajar ke Cina dalam program ICHYEP

Advertisement

Belajar di Tiongkok via www.studyabroad.com

Indonesia-China Youth Exchange Program (ICHYEP) merupakan kerja sama antara Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dan All China Youth Federation (ACYF). Program ini ditujukan untuk 20 putra-putri Indonesia yang tertarik belajar soal wiraswasta di pusat ekonomi dunia, Tiongkok atau Cina. Masa studinya memang hanya 2 minggu. Tapi selama itu kamu akan diberikan berbagai bekal ilmu yang luar biasa.

Kamu akan diajari pemerataan ekonomi di semua wilayah, bagaimana mengubah sejarah dan budaya sebagai destinasi wisata yang menarik, dan tentunya bagaimana menjadi pengusaha yang sukses. Kamu akan diajak tour keliling perusahaan, desa, kota, hingga sekolah untuk mengeksplorasi budaya Tiongkok. Ngomong-ngomong, kamu tidak harus sarjana untuk mengambil beasiswa ini. Dan kerennya lagi, beasiswa ini dibuka setiap tahun!

3. YSEALI Academic Fellows Program, beasiswa untuk memahami Amerika Serikat secara lebih mendalam

Peserta YSEALI via www.indbeasiswa.com

Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) adalah program beasiswa yang baru diluncurkan tahun 2013 lalu oleh Presiden Barrack Obama, khusus untuk negara-negara ASEAN. Studi yang bisa kamu pilih adalah civic engagement, environment and natural resources management, dan entrepreneurship and economic development. Selain memberimu kesempatan untuk mendalami Amerika, tujuan dari program ini juga untuk meningkatkan skill leadership dari pada peserta.

Pada rangkaian kegiatannya nanti kamu akan diajak untuk melakukan pelayanan masyarakat dan tour pendidikan. Program ini diakhiri di Washington DC lewat pertemuan dengan para pembuat kebijakan, perwakilan pemerintah, pembinis, dan pemikir. Jangan khawatir soal Bahasa Inggris. Tak perlu score 8 untuk IELTS, asalkan bisa bicara dan menulis dalam Bahasa Inggris dengan baik kamu sudah memenuhi syarat kok. Oh ya, syarat lainnya, kamu harus punya visa J-1 yaitu untuk misi pertukaran budaya dan pendidikan.

4.  Ngebet banget sekolah di Amerika? Kamu yang sudah punya pengalaman kerja, bisa coba Hubert H. Humphrey Fellowships

Salah satu kampus bergengsi di US via www.scpr.org

Beasiswa ini dkhususkan untuk para profesional karier menengah. Bila kamu seorang pekerja profesional yang sudah punya pengalaman kerja 5 tahun di sektor pelayanan publik, organisasi nirlaba, ataupun NGO, silakan apply. Dalam program ini kamu akan dibeli pelatihan meliputi kegiatan akademik, sekaligus workshop peningkatan profesionalitas. Program yang diprioritaskan antara lain: pembangunan sektor pertanian, komunikasi, ekonomi dan keuangan, perencanaan dan kebijakan, Hukum dan HM, public policy analysis and public administration dan masih banyak lagi.

Masa studinya lumayan lama yaitu satu tahun ajaran atau sekitar 9 bulan. Dalam rangkaian kegiatannya, kamu akan mengikuti kuliah di kelas-kelas pascasarjana. Jadi kalau belum berhasil mendapat beasiswa S2 di US, boleh nih kamu mencoba shortcourse ini dulu. Meskipun tanpa gelar, tapi lumayan untuk persiapan ‘kan? Syaratnya lumayan berat nih. Score IELTS kamu minimal harus 5,5 dan harus punya 2 surat referensi dari atasanmu. Ngomong-ngomong program ini dibuka setiap tahun dengan pendaftaran paling lambat 15 April setiap tahunnya. Gih buruan bikin persiapan!

5. Bila mimpi S2 ke Australia belum kesampaian, kamu bisa mencoba Australia Awards Scholarship untuk bisa belajar tentang bisnis

Belajar di Australia via techiebees.in

Australian Awards Scholarship ini dulunya diperuntukkan bagi kamu yang ingin melanjutkan S2 atau S3. Tapi sekarang pemerintah Australia juga membuka short course yaitu program pelatihan singkat kepada perwakilan-perwakilan organisasi ataupun pengusaha mandiri. Program ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keahlian, dan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan organisasi sekaligus memperkuat relasi antara Indonesia-Australia.

Setiap short term hanya diikuti oleh 25 peserta. Tapi kurang lebih ada 350 short term course ditawarkan untuk para pengambil kebijakan ataupun agen-agen perubahan. Dalam waktu dua sampai tiga minggu kamu akan dibekali materi dari kampus-kampus ternama di Australia. Setelah masa pemberian materi, kamu akan disuruh untuk membuat proyek implementasinya. Nah, peserta yang terbaik akan mendapatkan award lho.

6. Kalau masih mahasiswa, kamu bisa ikut program Global Korea Scholarship. Siapa tahu ketemu artis Lee Min Ho!

Belajar di Korea via honorsstudyaway.wordpress.com

Belakangan Korea menjadi salah satu tujuan favorit untuk melanjutkan S2. Selain masih sama-sama di Asia, kualitas pendidikannya juga bisa dibanggakan. Nah kamu masih kuliah, ada kesempatan untuk ‘jalan-jalan’ ke Korea nih selama 6 minggu. Caranya dengan mengikuti program Global Korea Scholarship yang diadakan sebagai bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Korea. Program beasiswa ini khusus untuk yang masih mahasiswa ya. Kamu yang sudah lulus, boleh memberi tahu adik atau keponakanmu saja.

Proses seleksi beasiswa ini dilakukan oleh universitas rekanan, salah satunya adalah Universitas Indonesia. Setiap tahunnya, penyelenggara GKS akan mengirimkan undangan, dan universitas rekanan akan mengirimkan rekomendasi mahasiswa untuk dipertimbangkan. Dalam program GKS, kamu akan tinggal di Korea selama 6 minggu dan selain mendapat ilmu baru, kamu juga bisa jalan-jalan. Siapa tahu ketemu oppa-oppa idaman.

7. Tahun depan, kamu bisa coba apply program SSEAYP, yang kemarin kapalnya baru berlabuh di Tajung Priok. Kapan lagi bisa belajar sambil pesiar?

Peserta dari indonesia via cyberspaceandtime.com

Southeast Asian and Japanese Youth Program atau SSEAYP adalah program pelatihan dan pendidikan pemuda dari 10 negara ASEAN dan Jepang sebagai penyelenggara. Di Indonesia sendiri, SSEAYP berada di bawah naungan Kemenpora. Salah satu keunikannya, program berlangsung selama 53 hari di atas kapal pesiar Nippon Maru. Di atas kapal, peserta yang terdiri dari pemuda-pemuda perwakilan dari 11 negara berkumpul dan melakukan banyak kegiatan seperti Focus Group Discussion, Solidarity Group, sampai volunteer activity.

Tujuan dari SSEAYP adalah membangun mutual understanding sekaligus mempererat persahabatan antar negara. Tujuan lainnya, tentu supaya masing-masing partisipan bisa memperkenalkan budaya bangsanya kepada negara lain. Selama di kapal, peserta akan mendapat ilmu tentang entrepreneurship, mutual understanding, kesehatan lingkungan, nutrisi dan makanan, pendidikan dan kesehatan tentang HIV, hubungan internasional, media dan informasi. Selain mengarungi lautan dengan kapal pesiar sambil belajar, kapal Nippon Maru juga akan singgah ke negara-negara tertentu dan memberi kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam keberagaman.

Ini lho kapal pesiarnya via 1080.plus

Tahun ini Indonesia menjadi salah satu negara yang disinggahi oleh Kapal Nippon Maru yaitu pada tanggal 2-5 Desember 2016 kemarin. Di sini peserta yang terdiri dari 330 orang dari 11 negara, di dalamnya 28 orang dari Indonesia, melakukan berbagai kegiatan kunjungan ke instansi-instansi negara sekaligus memberikan penampilan budaya khas dari masing-masing negara. Sesuai dengan tujuan program yaitu menumbuhkan mutual understanding dan meningkatkan persahabatan antar negara, di hari kedua sampai keempat peserta diberi kesempatan untuk tinggal bersama orang tua angkat. Program ini tidak hanya memberikan ilmu-ilmu praktik, tapi juga memberikan kesempatan untuk bisa saling memahami dan menerima antara beragam orang yang berbeda.

Karena mencari beasiswa S2 atau S3 itu sulit, kamu bisa mencoba dulu beasiswa short course yang relatif lebih gampang persyaratannya dan minim pesaingnya. Meski hanya sebentar dan tidak berbuah gelar di belakang nama belakang, tapi banyak ilmu yang akan kamu dapatkan. Selain itu, bisa sekalian menambah pengalaman hidup di negeri orang ‘kan? Yuk, langsung cari-cari yang bisa daftar dari sekarang!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya