Orang biasanya menyarankan agar kamu jangan sampai berada di zona nyaman. Alasan standar yang diungkapkan sih, karena karier kamu bisa tidak berkembang kalau terjebak di dalamnya. Seakan zona nyaman adalah hukuman mati yang sebisa mungkin harus dihindari. Tapi apakah benar seperti itu?

Zona nyaman adalah kondisi dimana kamu sudah merasa nyaman bekerja dengan sebuah lingkungan dalam waktu yang lama. Ketika kamu sudah tidak lagi secara konsisten menemukan tantangan dalam aktivitasmu. Tapi ternyata, zona nyaman itu tidaklah seburuk yang kamu bayangkan. Kenapa?  Ini alasannya.

1.  Di zona nyaman pun kamu bisa berkembang, selama mau terus mau belajar

Ketika kamu nyaman bekerja bukan berarti lho kamu berhenti untuk belajar. Yups banyak kasus karyawan yang stuck hanya gara-gara mereka malas belajar. Mereka terjebak pada rutinitas kerja, dan tidak melihat bahwa bekerja juga sebagai proses pembelajaran hal-hal baru.

Ini tidak akan terjadi jika kamu menyadari bahwa bekerja (sebenarnya) juga proses belajar tanpa henti. Selama kamu bisa terus menyerap ilmu yang kamu dapatkan di zona nyaman, proses pengembangan dirimu tidak akan pernah terhenti.

2. Tantanglah dirimu untuk terus mencari ide-ide baru

selalu gali ide-ide baru via www.flickr.com

Advertisement

Persoalan yang sering dirasakan ketika berada di zona nyaman adalah menemukan cara untuk menantang diri sendiri. Tujuannya agar kamu tak sekedar bekerja, tapi juga berkontribusi untuk mengembangkan ide-ide baru bagi perusahaan. Pertanyaannya, gimana mau menantang diri sendiri kalau udah kelewat nyaman?

Sebenarnya sederhana saja. Hati boleh nyaman, tapi jangan biarkan otak jadi malas. Pacu pikiranmu agar terus kreatif mencari inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi perkembangan karirmu. Dengan membuka diri terhadap ide, berbagai gagasan juga akan lebih mudah mendatangimu.

3. Ikutilah kursus atau seminar untuk mengembangkan dirimu

Ikuti kursus atau pelatihan via abhinavpmp.com

Saat berada dalam zona nyaman, kamu sangat dianjurkan untuk melatih diri dengan kursus atau seminar. Cara ini bisa menambah ketrampilan dan pengetahuanmu, agar kamu tidak tergeser oleh persaingan orang-orang baru yang baru masuk.

Mengikuti pelatihan dan seminar bukan hanya bisa menambah pengetahuan. Cara ini juga layak kamu lakukan sebagai metode untuk “menendang” diri sendiri. Menyadarkan dirimu bahwa masih banyak hal yang belum kamu kuasai di bidang pekerjaan yang kamu geluti — maka sepantasnya kamu tidak layak merasa nyaman.

4. Kerjakan pekerjaan yang membuat kamu tertantang, jangan pernah bersantai ria

bekerjalah dengan pekerjaan yang menantang via www.flickr.com

Orang yang berada di zona nyaman cenderung menerima pekerjaan yang sudah terbiasa di lakukan. Kemudian mereka bersantai ria, merasa semua akan baik-baik saja.

Agar kamu tidak kecanduan bersantai ambil pekerjaan yang bisa membuat kamu tertantang. Misalnya ikut serta dalam proyek baru atau pindah ke divisi lain.

5. Proaktiflah dengan atasan untuk tahu apa hal yang perlu kamu kembangkan

proaktiflah dengan atasan via businesslounge.co

Jadikan atasan sebagai partner yang bisa kamu mintai pendapatnya. Atasan biasanya tahu apa saja potensi yang dimiliki karyawan. Apalagi jika kamu sudah bekerja lama dengan dia.

Tanyakan padanya, hal-hal apa yang menurutnya bisa dikembangkan dalam diri kamu. Apa yang perlu kamu perbaiki dan apa yang perlu coba kamu hapus. Lewat cara ini kamu juga bisa menunjukkan bahwa kamu ingin berkontribusi terhadap kesuksesan perusahaan.

6. Kalau sudah berkeluarga, zona nyaman akan menyeimbangkan hidup kamu

prioritas pada keluarga via www.globalindonesianvoices.com

Kelak ketika kamu sudah berkeluarga, bertahan di zona nyaman adalah pilihan yang dirasa paling tepat. Apalagi jika sudah memiliki anak, prioritasmu akan perlahan berubah. Kamu tidak akan lagi bekerja untuk gaji yang tinggi. Tapi bagaimana menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan keluarga.

Zona nyaman lah yang bisa memfasilitasi keinginan tersebut. Selama kamu bisa terus mencari cara untuk mengembangkan diri di zona nyamanmu, kepentingan keluarga dan karir justru bisa berjalan beriringan ‘kan?

7. Kamu bisa lebih fleksibel meminta izin jika ada halangan atau kepentingan pribadi.

kamu lebih fleksibel jika meminta izin via theredboa.blogspot.com

Di zona nyaman, kamu tentu sudah memiliki kedekatan yang baik dengan rekan kerja atau pun atasan. Alhasil kamu lebih bisa fleksibel untuk meminta izin jika memang ada halangan. Misal bagi seorang ibu yang bekerja. Mereka bisa lebih fleksibel untuk meminta izin tidak masuk kantor saat anak sakit.

Atau ketika ada temanmu yang datang dari luar kota. Bekerja di zona nyaman akan membuatmu lebih “ringan” meminta izin. Rekan-rekanmu sudah tidak sekedar memandangmu sebagai kolega. Mereka telah mengenalmu sebagai pribadi utuh yang juga punya kehidupan di luar tempat kerja.

Tapi jangan jadikan ini alasan kamu meminta izin terus-terusan, ya!

8. Kamu lebih punya partner dan tim kerja yang solid

kamu bisa lebih solid dengan tim kerja via www.nestlenutrition-institute.org

Alasan banyak orang tetap berada di zona nyaman adalah sudah merasa “klik” dengan partner kerja. Tim kerja yang solid membuat kamu lebih mudah berinteraksi dan bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan. Tidak ada lagi deh drama dan konflik-konflik nggak penting yang menghabiskan energi.

Kamu dan tim sudah saling mengerti satu sama lain. Kalian akan lebih bisa fokus untuk menyelesaikan pekerjaan yang menanti di depan mata. Dengan kerja sama yang baik, tentunya.

9. Kamu bisa jadi orang yang loyal bagi perusahaan

kamu adalah orang yang loyal bagi perusahaan via donitmotivasi.blogspot.com

Saat kamu bertahan lama di zona nyaman, kamu bisa dianggap (dan menjadi) sebagai salah satu orang yang memang loyal kepada perusahaan. Kesetiaan kamu dalam bekerja akan menjadi nilai tersendiri bagi perusahaan.

Seandainya kamu mau pindah kerja, mereka biasanya tak segan meminta kamu untuk tetap tinggal. Bahkan menawarkan gaji lebih tinggi.

10. Kamu jadi tempat belajar bagi banyak orang-orang baru

kamu jadi tempat bertanya dan belajar banyak orang via www.indogamers.com

Dengan berada di zona nyaman tetap ada poin positifnya, lho. Kamu akan menjadi tempat bertanya bagi banyak orang-orang baru yang ada di perusahaan. Dianggap sebagai “senior”, mereka akan mendatangimu untuk bertanya dan meminta pendapat.

Alasan kamu tetap berkembang meskipun dalam zona nyaman akan memotivasi mereka untuk giat bekerja. Jadi jangan pelit untuk berbagi ilmu dan cerita, ya!

Nah, sudah tahu ‘kan alasannya kenapa zona nyaman itu penting dan tetap bisa membuatmu berkembang? Semoga informasi yang Hipwee paparkan ini bermanfaat ya buat kamu semua.

Selamat memulai hari!