Putus cinta bisa terjadi kapan saja. Kedatangannya kerap tanpa permisi, termasuk di tengah perjuangan menulis skripsi. Daya ganggu kejadian ini sanggup meruntuhkan mimpi dan ambisi. Tapi sebagai individu yang mampu, jangan takluk pada cobaan macam ini. Jangan sampai skripsimu ikut terbengkalai dengan alasan tragedi asmara yang sedang kamu alami.

Ada beberapa hal yang memang harus selesai agar banyak hal baru bisa dimulai.

Oleh karena itu, skripsimu harus tetap maju seberapapun beratnya harimu itu. Tarik napas dalam-dalam, tenangkan pikiran, jika sudah siap, silahkan terapkan 7 langkah kecil di bawah ini agar skripsimu tertulis sebagai kenangan perjuangan di antara asmara dan mimpi masa depan.

1. Jangan memaksa mengerjakan skripsi seorang diri. Ajaklah kawan untuk menemani — kamu butuh mereka untuk membesarkan hati.

Bersama-sama pastinya akan lebih kuat via ardegea.tumblr.com

Satu sindrom yang hinggap pada makhluk-makhluk yang dilanda patah hati adalah perasaan sendiri dan ingin sendiri. Kamu akan merasa tidak lagi memiliki siapa-siapa. Padahal banyak teman-teman sekitarmu yang peduli. Jadi janganlah dulu kerap menyendiri, apalagi di saat sedang mencoba untuk menulis skripsi. Ajaklah kawan untuk menemanimu. Kebersamaan ini perlahan-lahan akan melunturkan perasaan sendiri yang melingkupimu. Di samping itu, skripsimu akan menjadi karya yang berkualitas sebab kamu menulisnya bersama teman diskusi yang menyenangkan.

2. Pasang musik yang ceria. Langkah kecil ini sanggup bikin semangatmu kembali membara

Advertisement

Yay music! via favim.com

Namun, jangan juga terlalu manja dengan tidak mengerjakan skripsimu jika tidak ada teman yang memiliki waktu luang untuk menemani. Mereka ‘kan juga memiliki kehidupan pribadi. Jika sudah begini, jangan dulu menyerah. Putar lagu-lagu favorit yang dapat membawamu pada kebahagiaan. Tapi kamu harus tetap kontrol untuk sejenak menyingkirkan playlist asmara yang dapat mengingatkan kisah cinta kalian berdua. Pilih lagu-lagu yang pernah membawamu pada kenangan-kenangan bahagia bersama keluarga dan masa kecilmu yang menyenangkan.

3. Jangan ragu untuk curhat ke dosen pembimbing kalau kamu dekat dengan dia. Sesimpel “Duh, saya baru putus nih Pak!” bisa memancing tawa bersama.

Duh pak, acc dong! baru putus nih.. via ehloo.com

Nah, lagu-lagu yang kamu putar akan membangkitkan gairah kerja dan hasrat humormu. Dengan itu, kamu akan siap menemui dosen pembimbing. Cobalah untuk melempar canda padanya. Namun tetap menyesuaikan karakter dosenmu yang tentunya sudah kamu pahami. Jangan sampai salah ucap, yang ada kamu akan menambah masalah. Izinkanlah beliau mengetahui kondisi jiwa ragamu yang sesungguhnya, siapa tahu dosenmu adalah pujangga cinta yang mampu memberikan jurus-jurus penangkal gundah gulana dalam tragedi asmara.

4. Hindari tempat di mana kalian terbiasa mengerjakan tugas bersama. Kenangan tidak boleh membuatmu semakin putus asa.

Yang beda ruangan aja bisa terhubung, Gimana yang satu ruangan? via thacolorgray.wordpress.com

Ini yang paling gawat. Kamu akan dengan segera lemah lesu ketika mengunjungi tempat-tempat di mana kalian berdua biasa memadu kasih (Dulu). Terlebih, tempat spesial mengerjakan tugas bersama-sama. Percayalah, kamu harus menghindari tempat-tempat macam ini. Sebabnya, kenangan adalah unsur kehidupan yang sangat sensitif. Sekali sentuh, maka sekujur tubuhmu akan luruh dan mengalami kondisi teleport. Dalam sekejap, kamu akan terbawa pada kenangan indah. Akibatnya, kamu akan kembali tak berdaya dan skripsi akan tertinggal begitu saja. Carilah tempat baru yang netral dari memori agar semangatmu bangkit dan terlahir kembali.

5. Ingatlah bahwa kamu hanya putus dengan pacarmu. Orangtua, keluarga, dan teman-teman masih akan selalu ada buat hidupmu.

Ada banyak hubungan yang tak akan pernah berakhir via www.reshareit.com

Hidupmu bukan hanya untuk pacarmu (eh mantan maksudnya). Ada banyak sahabat yang ingin melihatmu sukses dengan apa yang kamu impikan. Orangtuamu telah memberikan segala-galanya sejak kamu lahir. Kadang, kita semua kerap lupa bahwa orang-orang terdekat jarang meminta perhatian dari kita, namun justru selalu memberikan segalanya bagi kita tanpa diminta. Kita yang terlalu egois dengan mengabaikan orang terdekat demi cinta yang dapat berakhir kapan saja. Ingatlah, bahwa skripsi yang sedang kamu kerjakan adalah sebuah persembahan cinta bagi orang-orang terdekatmu. So, bergegaslah! Masih banyak cinta di luar sana.

6. Jangan terus menerus terbawa perasaan. Manusia dewasa harus pandai mengelola dan merelakan kenangan.

Beranjak dan hampirilah tantangan yang ada di hadapanmu. via lineveur.wordpress.com

Oleh karena itu kamu harus benar-benar mampu dan bersedia untuk mengelola segala perasaan kecewa yang sedang melingkupimu. Janganlah berlama-lama menyerahkan tubuhmu pada luka. Kami tidak memintamu untuk melupakan segala kenangan, hanya menawarkan betapa perjuangan cinta tidak hanya soal pacar, melainkan impian yang lebih besar. Kenangan hanya menjadi kenangan ketika ia tak mampu mendorongmu melangkah ke tahapan yang lebih tinggi. Satu-satunya cara agar hubunganmu pernah berharga adalah dengan mengenangnya melalui produktivitas dan semangat untuk beranjak dan memperjuangkan mimpi-mimpimu.

7. Mungkin ini saat yang tepat bagimu untuk fokus pada masa depan. Pendamping hidup akan datang di saat kamu siap dan benar-benar mapan.

Everything looks perfect from far away via www.tumblr.com

Inilah saat di mana kamu fokus pada apa yang kamu cita-citakan. Semesta memintamu untuk menata kembali kehidupamu. Diawali dengan skripsi, cobalah untuk meraba dan menggali masa depan macam apa yang kamu inginkan. Janganlah takut akan jodoh dan segala persoalan asmara. Jika kamu tumbuh menjadi pribadi yang dewasa secara jasmani dan rohani, maka kesiapan dalam dirimu tak dapat ditampik lagi. Dengan demikian, menemui pendamping hidup adalah pekerjaan yang tidak terlalu sulit. Jodoh sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, jika kamu tidak segera mendapatkan jodoh, maka kamunya yang sulit diatur!

Sekarang ini, yang perlu kamu lakukan adalah terus berjuang untuk menyelesaikan apa yang telah kamu mulai. Apalagi kalau bukan skripsi. Coba bayangkan, ketika kamu larut pada perasaan luluh lantak, lalu skripsimu tertunda sekian lama, masa depan akan terulur dan kamu akan dimakan umur. Padahal, kamu pernah bermimpi untuk memiliki rumah di tepian Wakatobi, atau bekerja di perusahaan multinasional. So, jangan kelamaan sedihnya! Hadapilah yang menjadi kewajiban utama demi mimpi untuk hidup bahagia dan sejahtera. Tos!