Ngurusin hutang sama teman itu memang serba salah. Mau menolak sejak awal kok nggak enak juga. Kalau memang lagi ada, nggak ngasih pinjeman kok rasanya jahat banget. Lagian apa salahnya membantu teman, toh, suatu saat nanti bisa jadi kamu juga butuh bantuan.

Tapi yang namanya teman ada juga yang nggak tahu diri. Suka mendadak amnesia kalau sudah menyangkut hutang. Suka menganggap enteng hutang dengan alasan kalian kan temenan. Kalau memang dia belum punya uang justru nggak masalah. Yang jadi masalah adalah ketika dia lupa bayar hutang tapi isi medsosnya foto jalan-jalan dan pamer barang-barang mahal semua. Kan menyebalkan. Kamu mau nagih juga rasanya nggak nyaman karena kesannya perhitungan banget sama temen. Jadinya serba salah seperti Raisa.

Kalau menagih secara terang-terangan nggak mungkin kamu lakukan, kamu bisa pakai jurus-jurus menyindir halus tapi jleb seperti yang akan Hipwee share di bawah ini!

1. Manfaatkan medsosmu dengan maksimal. Bikin status nomention seperti: “Duh, susah jadi orang gak enakan. Mau nagih hutang ke teman rasanya kayak mau maju perang.”

“Awas aja gue nomention nih!” via www.bastaigatsikat.com

Media sosial memang tempat paling ampuh untuk berkeluh kesah sekaligus nyindir nomention. Kamu bisa melakukan ini juga untuk mengusik ketenangan temanmu yang sok-sok lupa sama hutangnya. Pasang status curhatan hatimu tentang susahnya nagih hutang ke teman sendiri. Tapi sebelum kamu melakukan aksimu, tentu kamu harus riset dulu. Pastikan statusmu terbaca oleh temanmu itu. Kalau perlu, lakukan itu beberapa kali, biar dia ngerasa kalau kamu serius dan nggak main-main.

2. Kalau dia hobi dengar radio, coba kamu kirim-kirim salam. Sekalian kasih petuah tentang hukuman buat orang yang suka sok lupa sama hutang

Advertisement

Lewaat radioo, aku sampaikan tagihan utang… via www.bintang.com

“Oke Toni di Subang, mau nitip salam buat siapa nih?”

“Buat Ayu sayangku yang lagi di jalan, hati-hati ya sayang! Buat Wahyu sama Sari yang baru jadian semoga langgeng ya! Oh ya, buat siapa aja yang punya hutang, ingat sob hutang jangan dibawa mati. Bahaya!”

Selain media sosial, radio juga bisa kamu manfaatkan buat menyampaikan pesan, terutama kalau temanmu yang punya hutang memang hobi mendengarkan radio. Selain lebih romantis, pastinya lebih jleb juga. Caranya, kamu coba deh cari tahu program radio kesayangannya. Lalu kamu telepon dan kirim-kirim salam sekalian nagih hutang. Kalau nggak mau sebut nama, kamu bisa ngasih petuah pada semua orang soal siksa keji bagi orang-orang yang nggak bayar hutang. Mudah-mudahan temanmu jadi keder dengarnya.

3. Kalau lagi ngumpul, justru lebih gampang. Sok cerita aja tentang betapa menyebalkannya nagih hutang ke teman yang suka nggak nyadar

Curhat soal kasusmu via www.hipwee.com

“Temen gue kemarin cerita. Dia kesusahan gitu nagih hutang ke temennya, padahal dia lagi butuh banget duitnya. Menurut kamu gimana?”

Kalau disindir lewat media sosial dan radio nggak mempan, coba sindir terang-terangan. Kalau kamu lagi ngumpul sama teman-teman lainnya, sok-sokan aja cerita soal kisah temanmu kesulitan menagih hutang. Padahal sih sebenarnya ini kisahmu sendiri yang sedang butuh pertolongan. Kalau temanmu manusia sih seharusnya dia mengerti.

4. “Eh aku ada utang nggak sih sama kamu? Enggak ya? Oh iya, kayaknya kamu ya yang ada utang sama aku?” Barangkali dia benar-benar lupa, ingatkan lagi dengan cara yang polos nan elegan

“Dont yoy remember…utangmu padaku? via www.theodysseyonline.com

Mungkin kamu jangan negative thinking dulu. Siapa tahu dia benar-benar lupa. Karena sesama manusia kita harus saling mengingatkan, coba saja ingatkan dia dengan cara yang halus. Kamu bisa sok-sokan menanyakan apa kamu punya hutang ke dia. Tambahin embel-embel:

“Oh syukurlah kalau enggak. Soalnya aku sering pikun. Kan ngeri kalau hutang dibawa mati.”

Syukur-syukur dia akan sadar dan bilang malah dia yang punya hutang ke kamu. Tapi kalau dia nggak bilang apa-apa, kamu tambahin aja:

“Oh iya yah, kayaknya kamu yah yang punya utang ke aku? Itu, waktu kita makan sushi sama anak-anak, ingat nggak? Iya kan? Ingat kan?”

5. Kalau dia ngajakin jalan atau nongkrong tolak dengan halus tapi nyelekit. Tunjuk langsung ke poin kamu nggak bisa jalan karena uangmu masih diutang sama dia.

Menolak ajakan nongkrong via beecriss.tumblr.com

*di group WA*

Teman-yang-berhutang : “Gaes-gaes, jalan yuk weekend ini? Ada midnight sell lho katanya di mall.”

Kamu                                  : “Duh, sorry, aku absen dulu ya. Di dompetku tinggal gocapan doang ini. Yang lainnya masih di dompet orang.”

Nggak usah merasa bersalah gitu. Lha dia mau belanja-belanji di mall aja bisa, masa bayar hutang yang nggak seberapa itu nggak bisa?

6. Kalau kebetulan lagi makan bareng, kamu nitip bayar dulu ke dia. Anggap aja dia ATM berjalan sementara

“Bayarin dulu ya…” via www.kaskus.co.id

“Bro, gue ke toilet dulu. Nitip bayar dulu ya, nanti gue ganti.”

*setelah ke toilet*

“Oh iya Bro, tadi di toilet gue keingetan, lo dulu punya hutang ke gue kan? Yang beberapa kali lo nitip bayar itu. Ya udah, yang tadi dipotong dari situ aja ya?”

Salah satu metode berhutang yang marak saat ini adalah nitip bayar dan nitip ini itu tapi lupa ganti. Lama-lama jadi numpuk, tapi dia tetap nggak sadar diri. Nah, kalau begini, ada bagusnya kamu balikin ke dia. Pura-pura aja kamu lupa bawa dompet, atau uangmu kurang, dan gantian kamu yang nitip bayar ke dia.

7. Kalau dia main mulu dan hobi posting barang-barang baru di medsos, sindir aja dengan cantik tapi nyelekit. Belanja aja bisa, bayar utang nggak bisa?

“Jangan harap hidup tenang sebelum bayar utang! Huh!” via www.theodysseyonline.com

Teman-yang-berhutang      : *Posting handphone baru di medsos. Gress, keluaran terbaru*

Kamu                                       : *komen di bawahnya* Widiiihh banyak duit nih. Habis gajian gadget langsung baru…

*besoknya*

Teman-yang-berhutang       : *Posting foto liburan ke luar negeri*

Kamu                                        : Jalan-jalan mulu, Bu? Pastinya gaji 7 digit nih…

Iya sih, kamu akan terlihat sangat nyinyir dan sinis abis. Sok-sokan ikut campur urusan duit orang mau diapain. Tapi masalahnya itu kan duit kamu masih di dia!

8. Curhat sedih mengharu biru betapa susahnya hidupmu belakangan. Makan saja harus nunggu ada yang selametan. Semoga temanmu terusik hati kecilnya

“Help me…” via tipsduadunia.blogspot.co.id

“Tahu nggak sih, gaji gue udah dua bulan nggak dibayar. Sekarang gue tinggal ngandelin tabungan receh aja nih. Makan sekali sehari, itu juga pake garam sama bon cabe doang. Ke kantor dulu naik angkot, sekarang mah jalan kaki. Duh, seandainya, orang-orang yang punya hutang ke gue pada bayar. Pasti hidup gue nggak sengenes ini…”

Buatlah kesan bahwa kamu memang sedang benar-benar membutuhkan uangnya. Tapi sambil mengatakan kalimat di atas, kamu minta ampun sama Tuhan ya. Dan berdoa semoga hal-hal buruk itu jangan sampai terjadi beneran.

Sebenarnya bukan masalah nilainya. Dan kalau memang dia belum ada uang sih kamu malah nggak apa-apa. Tapi masalahnya, kalau dia bisa beli ini dan itu liburan ke sini dan ke situ, kenapa bayar hutang ke kamu yang nggak seberapa itu nggak bisa? Lupa atau pura-pura lupa? Jadi, untuk menghadapi teman-teman yang nggak tahu diri semacam itu, kamu hanya punya dua pilihan. Menagih dengan berbagai cara, atau ikhlasin aja.