Jangan makan ini, nanti perutmu bisa mules, lho!

Kamu pasti sudah sering mendengar larangan atau ‘kata-katanya’ soal makanan bukan? Cuma kebanyakan dari kamu ada yang dengan mudahnya percaya saja. Ada juga yang kritis bertanya, tapi tetap nggak mendapat jawaban yang pasti. Padahal kalau saja kamu tahu fakta aslinya, kamu pasti bakal merasa rugi sendiri.

Sebab hal-hal yang selama ini kamu yakini ternyata punya dampak yang cukup signifikan ke tubuh atau kesehatanmu. Nah, biar kamu nggak lagi merugi dengan keyakinan yang sebenarnya cuma mitos belaka, kamu wajib baca beberapa fakta tentang makanan yang selama ini pemahamannya salah. Begini penjelasannya…

1. Faktanya, makan buah setelah makan itu justru salah besar. Menyantapnya sebelum makan justru yang dianjurkan

makan buah itu yang bener gimana sih? via listetek.com

Kamu seringnya mendengar, buah itu makanan penutup atau pencuci mulut. Mungkin pendapat itu disesuaikan dengan rasa buah yang meberi sensasi segar dimulut. Apalagi kalau kamu sehabis makanan bersantan, pedas, atau gorengan.

Advertisement

Orang-orang tua juga seringnya bilang ke anaknya, kalau makan buah sebelum makan nasi bisa bikin sakit perut. Untuk itu, kamu akhirnya lebih sering memakan buah setelah hidangan utama. Kenyataannya juga masalah perut tetap saja datang, entah mulas, entah kembung. Sebab sebenarnya selama ini memang salah anggapannya.

Mengingat buah mengandung banyak serat juga terdiri dari gula buah atau fruktosa yang merupakan karbohidrat sederhana, di mana keduanya mudah sekali untuk dicerna oleh tubuh. Jadi, kalau saja kamu memaknnya sesudah makan besar, otomatis buah yang mudah tercerna itu justru cepat menjadi busuk. Pada akhirnya mengeluarkan gas yang jadi penyebab kembung.

Berbeda saat kalau kamu memakannya sebelum sarapan atau makan besar. Tubuhmu akan lebih mudah menyerap semua nutrisi penting yang ada di buah. Pastinya buah yang kamu makan tak akan sia-sia atau punya manfaat yang baik bagi tubuh dan kesehatanmu.

2. Anggapan kalau salak menyebabkan sembelit pun tak bisa dibenarkan. Tinggal bagaimana caramu menyantapnya

Buah dengan kulit tebal dan kasar, yang kalau tak hati-hati membukanya bisa melukai tanganmu ini entah kenapa tak terlalu disukai orang. Meski mereka sebenarnya suka dengan rasa buahnya, kebanyakan dari mereka hanya ragu kalau buah salak ini bisa bikin susah BAB.

Padahal aslinya salak seperti buah lainnya yang kaya dengan serat. Hanya saja, selama ini kamu kurang paham kalau serat buah salak itu ada di kulit arinya. Itu lho, kulit tipis yang sering kalian buang sebelum makan. Jadi selama ini yang buat sembelit bukan salaknya, tapi caramu memakannya yang kurang tepat.

3. Makan malam itu nggak bikin gemuk. Asal, konsumsilah makanan tinggi serat, namun rendah kalori dan karbohidrat

makan malam via behealthyandrelax.com

Sebagian besar orang, khususunya cewek pasti pikir-pikir kalau disuruh makan malam. Alasannya apalagi kalau bukan kabar burung yang menyebutkan makan malam bisa bikin berat badan naik alias bikin gemuk.

Memang benar makan malam bisa bikin gemuk, kalau saja yang kamu makan itu tinggi kalori atau karbohidrat yang tinggi kadar gulanya seperti nasi atau makanan berlemak lain.

Tapi beda ceritanya lagi, kalau sebelum tidur kamu makan makanan yang tinggi serat dan sebaliknya, rendah kalori. Metabolisme tubuhmu yang melambat akan tetap mencerna dengan baik makanan seperti sayur atau buah. Setidaknya, makanan itu nggak akan mengendap terlalu lama di tubuhmu.

So, gimana? Masih takut makan malam?

4. Cewek nggak perlu takut makan mentimun. Kamu nggak akan keputihan!

takut makan mentimun via med.stanford.edu

Pssttt… jangan makan mentimun nanti ‘becek’, lho!

Mitos yang beredar, mentimun yang sebenarnya kaya vitamin ini bisa bikin kamu keputihan. Entah atas dasar apa hampir kebanyakan orang percaya. Padahal faktanya, keputihan dengan makan mentimun sama sekali nggak ada hubungannya.

Justru mentimun punya kandungan yang baik untuk tubuhmu. Mulai dari fosfor, kalsium, sapronin, protein, lemak, flavonoid atau polifenolnya yang berfungsi sebagai anti radang. Asam malonat pun bisa menekan kadar gula dalam tubuh supaya tak menjadi lemak, sampai kukurbitasin C yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penyakit hepatitis. Jadi, masih ragu buat mengkonsumsi mentimun?

5. Pisang dan jeruk itu tinggi vitamin C. Penderita maag sebenarnya aman kok mengonsumsi kedua buah ini

pisang dan jeruk aman kok via cdn.davidwolfe.com

Penyakit maag kelihatannya sih sepele, tapi justru pantangannya ada banyak sekali. Nggak boleh makan santan, nggak boleh kebanyakan makan daging, nggak boleh sering makan yang peda, jangan coba-coba minum kopi, dan masih banyak lagi. Bahkan buah pun ada yang jadi pantangan, terutama buah yang rasanya asam atau yang tinggi vitamin C seperti pisang atau aneka jeruk.

Padahal pisang atau jeruk itu sama seperti buah lain yang meski banyak vitamin C dan asam, justru PHnya bisa berubah menjadi basa ketika sampai di lambung. Terutama jenis lemon yang PHnya memiliki alkali paling tinggi.

Namun kembali lagi dari caramu memakannya, kalau biasanya buah sebagai hidangan penutup, coba sekarang dibalik buah sebagai hidangan pembuka. Paling tidak 20 sampai 30 menit sebelum makan makanan utama. Supaya buah bisa lebih dulu dicerna dengan baik.

6. Mitos nanas bikin keguguran juga nggak selamanya benar! Nyatanya, nanas mengandung banyak vitamin A & C serta antioksidan

nanas bikin keguguran? via deshebideshe.com

Paling seram itu saat ada orang yang sedang ngidam makan nanas, tapi malah dilarang dan ditakut-takuti kalau makan itu bisa keguguran. Padahal nggak semua orang yang mengkonsumsi nanas bakal mengalami keguguran.

Memang benar di dalam nanas terdapat enzim bromelain yang bisa menyebabkan lemahnya leher rahim (serviks) sehingga mengakibatkan rahim berkontraksi. Belum lagi nanas muda atau yang masih mentah bisa sangat berbahaya karena bisa menginduksi aktivitas dari uterus.

Tapi, sebelum benar-benar dibuat takut dengan hal ini. Kamu yang hamil masih bisa mengkonsumsi nanas, setelah meminta anjuran dari dokter. Mengingat nanas sendiri kaya dengan vitamin C dan A yang baik sebagai antioksidan. Belum lagi kandungan lain seperti magnesium, kalium, kalsium dan posfor. Boleh sih makan, asal jangan berlebihan dan jangan nanas muda juga.

7. Gula atau makanan manis lainnya dianggap momok paling seram selama ini. Padahal, penyebab diabetes dan kegemukan bukan cuma gula

makan manis nggak apa-apa, asal jangan keseringan via www.doctoroz.com

Munculnya diabetes juga bisa disebabkan karena pola makan yang kurang baik, terutama terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kalori atau karbohidrat seperti nasi putih. Belum lagi kelebihan berat badan atau obesitas, kurangnya olahraga, sampai faktor usia dan terlalu banyak pikiran.

Paling nggak untuk menghindari resiko penyakit ini, dari sekarang kamu sudah harus bisa mengatur pola makan. Mulai membatasi asupan gula, kalori atau karbohidrat bahkan garam. Sampai jangan lupa untuk memperbanyak serat dari sayur atau buah, juga mengatur variasi asupan karbohidrat seperti nasi merah, kentang, ubi dan singkong.

8. Nggak semua karbohidrat itu jahat dan bikin berat badan melonjak. Bukan menghilangkannya, tapi pintar-pintar lah pilih karbohidrat

karbohidrat via 4allmindsandbodies.com

Sekarang-sekarang ini lagi ramai banget program diet cut carbo. Di mana kamu diajak mengurangi asupan karbohidrat seperti nasi. Misalnya, yang biasanya sekali makan nasinya bisa hampir satu piring, sekarang nasi dikurangi sampai beberapa bagian dan diganti dengan asupan lain yang lebih tinggi serat.

Diet karbohidrat memang akan menurunkan produksi insulin dalam darah yang penyebab bertambahnya berat badan. Tapi kamu juga perlu tahu, membatasi asupan karbohidrat secara berlebihan bisa membuat tubuhmu kekurangan kalori. Akibatnya, cadangan energi dalam tubuh terus berkurang, dan dengan sendirinya kamu mudah merasa lemas dan dehidrasi.

Jadi solusinya, jangan memangkas berlebihan asupan karbo juga. Kamu bisa mengganti dengan karbohidrat yang indeks glikemis lebih rendah, seperti kentang, ubi, singkong, jagung, gandum, dan sagu. Karena kamu juga punya bermacam aktivitas yang membutuhkan energi.

Bagaimana, kira-kira masih ada lagi nggak yang takut makan ini-itu atau merasa makan buah tapi nggak ada manfaatnya? Sebenarnya semua makanan itu baik, hanya saja kita sendiri yang harus bisa membatasi supaya tak jadi berlebihan. Salam sehat!

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!