Artikel ini wajib dibaca bagi kamu yang baru lulus kuliah atau bisa juga yang sudah lama lulus kuliah, dan sama-sama belum juga dapat pekerjaan. Jika kamu merasa sudah banyak menyebar curriculum vitae (CV) ke perusahaan idamanmu tapi belum juga ada panggilan wawancara kerja, maka kamu harus mengecek kembali. Mungkin ada yang salah dengan CV yang kamu buat. (Atau mungkin kamu lupa klik tombol send di email, jadi CVmu masih kesimpen di draft :p)

Banyak perusahaan yang mengecek kompetensi calon karyawannya mulai dari CV. Jadi usahakan kalau CV-mu ini kredibel. Gak cuma itu saja, karena tiap hari perusahaan pasti menerima banyak banget lamaran, CV-mu harus “bersinar” di antara tumpukan lamaran yang lainnya. Jadi gak cuma harus bagus, CV-mu juga mesti outstanding.

Nah, gimana caranya bikin CV yang bersinar? Ikutin 8 tips esensial di bawah ini, ya!

1. Waktu pengiriman CV itu penting. Kirimkan CV-mu di pagi hari, yakni antara pukul 07.00 – 09.00.

jangan malas bangun pagi untuk kirim CV via cdn-media-1.lifehack.org

Kirimkan CV-mu di pagi hari, kira-kira pukul 07.00-09.00 pagi. Di waktu ini, HRD yang bertugas menerima CV calon karyawan baru belum terlalu disibukkan dengan pekerjaan mereka yang lainnya. Maka, kemungkinan besar CV-mu akan terbaca oleh HRD Manager. Beliau pun punya cukup waktu untuk memeriksanya di waktu senggang sebelum mereka memulai pekerjaan utama.

Advertisement

Ini juga bagus untuk membangun image-mu di depan perusahaan, bahwa kamu adalah calon karyawan yang rajin dan bisa selalu bangun pagi! :p So, jangan malas bangun pagi untuk kirim CV!

2. Sepele. Tapi jangan pernah lupa menuliskan subjek di email CV yang kamu kirimkan.

subject email ngga boleh dilupakan via 38.media.tumblr.com

Banyak pelamar kerja yang tidak memperhatikan hal ini. Mereka mengira ketika sudah attach CV pada email yang akan mereka kirimkan pada perusahaan, mereka tak perlu lagi menulis subjek pada email. Karena menganggap perusahaan sudah pasti akan tahu apa maksud dari email tersebut, tanpa subjek email sekalipun.

Pastikan kamu bukan termasuk golongan orang-orang seperti itu. Atau jika kamu dulunya termasuk golongan tersebut, maka mulai sekarang ubah kebiasaanmu ini. Hal ini memang sepele, tapi jangan pernah lupa menuliskan subjek email.

Tak perlu panjang-panjang, cukup cantumkan posisi yang kamu lamar dan nama perusahaannya saja. Misal: Apply for Content Writer at Hipwee. Ngga susah ‘kan?

3. Kamu juga harus tuliskan maksud dan tujuanmu mengirim CV secara jelas di tubuh email

tujuanmu kirim CV juga harus ditulis via 38.media.tumblr.com

Selain menulis subjek email, kamu juga harus apa maksud dan tujuanmu mengirim CV ke perusahaan. Jangan biarkan body emailmu kosong. Sebab perusahaan bisa saja menganggap kamu hanya iseng mengirim CV ke mereka, dan tidak benar-benar ingin melamar pekerjaan di perusahaan mereka.

4. Buat CV-mu sekreatif mungkin. Jangan hanya asal comot contoh CV dari internet.

jangan cuma comot dari internet via www.flurtmag.com

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang, semua informasi bisa kamu dapatkan di internet. Termasuk soal contoh membuat CV untuk melamar pekerjaan. Namun bukan berarti kamu bisa semudah itu untuk mencomot contoh CV dari internet lalu kemudian kamu edit. Perusahaan akan mengenali mana CV yang kamu buat sendiri dan mana yang hanya mengedit dari internet. Jika kamu hanya mencomot dari internet, maka kamu akan dinilai malas. Nulis CV aja nyontek, gimana soal pekerjaan?

Sah-sah saja kamu mencari contoh CV di internet, tapi ingat itu hanya untuk referensi saja. Selebihnya buatlah CV sesuai kreativitasmu.

5. Namun meski kreatif, bukan berarti kamu menghias CV-mu dengan berlebihan. Karena selain tak perlu, yang membaca bisa jadi terdistraksi.

CV yang tertata rapi

Kamu sedang melamar pekerjaan, bukan sedang mendaftar lomba menggambar. Jadi kamu tidak perlu memberikan banyak hiasan tak perlu. Warna tinta tulisan juga tak perlu kamu buat warna-warni. Cukup warna hitam yang bisa membuat CV-mu jelas terbaca.

Tentu kamu tidak mau ‘kan perusahaan lebih fokus pada hiasaan di CV-mu, daripada isi CV-mu sendiri?

6. Tak perlulah tulis semua pengalamanmu. Cukup pilih yang berhubungan dengan pekerjaan yang akan kamu lamar.

pilih-pilih pengalaman

Jika kamu melamar sebagai seorang akuntan di sebuah perusahaan finansial, maka kamu tidak perlu menulis pengalaman yang sangat berbeda dengan posisi yang kamu lamar. Seperti misalnya tidak perlu mencantumkan pengalaman saat kamu aktif di pers mahasiswa semasa kuliah. Ataupun jika memang ingin tetap kamu cantumkan, tapi tak perlu ditonjolkan.

Tonjolkan pengalaman-pengalaman yang memang erat kaitannya dengan posisi pekerjaan yang akan kamu lamar. Sehingga kamu bisa meyakinkan perusahaan jika kamu memang berkompeten di bidang tersebut.

7. Tulis kata-kata serapi mungkin. Tata bahasa yang baik adalah keharusan. Satu saja kesalahan pada tata bahasamu, maka CVmu tak akan dianggap kompeten.

tulis CV serapi mungkin via graduatefog.co.uk

Jika kamu menulis CVmu dengan bahasa Indonesia, maka tulislah dengan bahasa Indonesia baik dan benar yang sesuai dengan EYD. Atau jika kamu menulis CV dengan bahasa Inggris, maka pastikan kamu menulisnya dengan grammar dan spelling yang tepat. Jangan sampai hanya karena kesalahanmu dalam tata bahasa, isi CV-mu tak dimengerti oleh perusahaan.

8. Seluruh informasi penting yang sekiranya dibutuhkan perusahaanmu sebaiknya ditulis secara jelas. Seperti informasi tentang alamat rumah, nomor kontak, email, dan sebagainya.

Kamu harus bisa dikontak! via www.fastcompany.com

Kesalahan yang jamak terjadi adalah pelamar seringkali lupa mencantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi. Lalu bagaimana perusahaan bisa menghubungimu lebih lanjut jika kamu tidak meninggalkan nomor kontak? Tak hanya nomor kontak, kamu juga perlu menuliskan informasi penting lainnya secara jelas. Dari situ, perusahaan akan mengetahui informasi tentang dirimu secara lengkap, jika kamu menuliskan secara lengkap pula.

9. Jika kamu menuliskan tentang keahlianmu dalam CV, pastikan kamu memang benar-benar bisa melakukan hal itu. Jangan hanya karena ingin dianggap keren saja.

jangan bohong ya! via www.huffingtonpost.com

Hindari mengada-ada dalam membuat CV. Jika kamu tidak bisa melakukan keahlian tertentu tak perlu tulis hal tersebut pada kolom CVmu. Sebab ketika perusahaan mengetahui bahwa keahlian yang kamu cantumkan dalam CV tidak sesuai kenyataan, maka waktunya kamu bermimpi bekerja di perusahaan tersebut.

Jadi sebisa mungkin berusahalah jujur dalam membuat CV. Itu akan lebih diapresiasi dengan baik oleh perusahaan. Jika memang kamu dilihat kompeten bekerja di perusahaan mereka, perusahaan pasti akan berminat mengenalmu lebih jauh lewat sesi wawancara kerja.

Oke, mulai sekarang rombak CVmu ya. Semoga jodoh pekerjaan segera menghampirimu.