Penyakit cacar air atau yang dikenal di dunia medis sebagai Varisela memang biasanya terjadi sekali seumur hidup. Cacar air yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini merupakan penyakit yang menular lewat udara (Aerogen). Penderitanya mayoritas adalah anak-anak berusia di bawah 10 tahun dan sangat jarang terjadi pada orang dewasa.

Tapi, satu hal penting yang harus kamu tahu adalah bahwa cacar air yang hanya terjadi sekali seumur hidup itu adalah MITOS. Faktanya, tidak persis seperti itu. Berikut ini Hipwee Tips beri penjelasannya…

1. Buat kamu yang belum kena cacar air perlu tahu dulu gejala-gejalanya. Yang sudah kena, harus tetap waspada

cacar air via kaltim.tribunnews.com

Gejala penyakit cacar air yang paling mudah dikenali adalah bintik merah di permukaan kulit (biasanya di wajah, dada belakang telinga, kulit kepala, lengan, dan kaki) yang nantinya juga menyebar melalui aliran darah. Bintik merah itu akan semakin besar dan menjadi ruam berisi cairan bening berselaput tipis.

Selama kurang lebih 5 hari kamu akan merasakan gatal yang luar biasa. Setelah 7-14 hari bintik itu akan mengering sendiri dan terlepas. Bekasnya berwarna hitam yang berangsur akan menghilang. Gejala lainnya yang biasanya juga dirasakan penderita adalah demam, flu, mual/tidak nafsu makan, nyeri/sakit pada otot dan kelelahan.

2. Bukan cuma mitos ‘hanya terjadi sekali seumur hidup’, ternyata ada banyak mitos lainnya juga

Advertisement

cacar air punya banyak mitos via meetdoctor.com

Beberapa mitos tentang cacar air yang perlu kamu tahu:

  • larangan untuk mandi (meski mandi bertujuan untuk menyegarkan dan membersihkan badan)
  • anjuran berendam dalam bak air berisi tepung maizena
  • cacar air itu menular (meski benar, hal ini tetap tergantung pada daya tahan tubuh dan vaksin yang pernah diberikan)

Untuk membuktikan mitos tersebut, ada baiknya kamu menjaga kebersihan badan agar daya tahan tubuhmu terhadap segala macam penyakit meningkat.

Mandi saat terkena cacar air pun tak masalah, asal air yang kamu gunakan benar-benar bersih dan jangan lupa gunakan antiseptik sebagai pencegahan kuman berkembang biak.

3. Alih-alih aman, kamu yang tak waspada dan sampai kena cacar lagi justru akan menerima banyak resiko

Meningitis via netdoctor.co.uk

Kamu yang sudah pernah terkena penyakit cacar akan aman ketika daya tahan tubuhmu cukup kuat. Tapi bagi kamu yang tidak menjaga daya tahan tubuh dengan baik, siap-siap deh menerima resiko yang lebih besar. Cacar air pada orang dewasa bisa menimbulkan komplikasi seperti paru-paru/pneumonia, septikemia/infeksi darah, meningitis, hingga resiko cacar api.

Jika virus cacar air menetap dalam sel saraf tubuh bahkan setelah kamu sembuh, maka ia bisa kembali dan kemudian menyebabkan cacar api. Iiiih sereeem!!!

4. Lebih baik mencegah daripada mengobati, kamu harus paham hal-hal ini agar tak terkena cacar lagi!

udah pernah divaksin belum? via huffingtonpost.com

Obat untuk cacar air biasanya adalah parasetamol yang digunakan untuk menurunkan demam dan bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal. Berbagai obat-obatan alami juga bisa kamu coba demi melawan cacar air, dari mulai mengkudu sampai madu, banyak sekali jumlahnya. Saat terkena cacar air kamu harus banyak minum dan dilarang menggaruk meski gatal.

Sementara itu untuk mencegah cacar menyambangimu kembali, maka kamu harus menjaga daya tahan tubuhmu. Terapkan pola hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, makan-makanan bergizi, menggunakan masker, dan menggunakan cairan pembasmi kuman atau hand sanitizer.

Nggak bermaksud ribet atau nakut-nakutin, justru kamu perlu tahu agar jangan sampai cacar muncul lagi di tubuhmu. Keep healthy, guys!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!