“Urin ‘kan pesing, kotor lagi? Gimana bisa bikin wajah mulus seketika?”

“Penulisnya ngaco kali nih. Ada penelitian yang mendukung nggak?”

Faktanya, terapi urin ini dilakukan dengan mengonsumsi racikan Lohankuo, begitu mereka menyebutnya. Setiap harinya hampir 3 juta orang di China mencampurnya dengan air dan menyimpannya dalam kendi semalaman. Dengan segudang manfaat yang dimiliki teknik pengobatan alternatif ini, pemerintah China justru melarangnya sejak tahun 2014. Dan akhir-akhir ini pelarangan itu makin gencar karena jumlah pengonsumsinya makin menjamur di negara tirai bambu itu.

Lalu, sebenarnya ada apa sih dengan urin yang katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit itu? Berikut Hipwee Tips beberkan penjelasannya…

1. Terapi urin ini sebenarnya berkaitan dengan sejarah pengobatan yang beredar di China. Ya, namanya juga kepercayaan

Mulusnya wajah wanita China via hdwallpapersrocks.com

Terapi urin ini pertama kali dikenal di India dan digunakan oleh suku Aztec. Kemudian mulai populer pada pertengahan 90-an hingga ke China, Jepang, bahkan Eropa. Asosiasi terapi ini di China yang dikenal dengan nama CUTA (China Urine Therapy Assosiation) berhasil merekrut ribuan orang hingga anggotanya berjumlah jutaan. Kampanye pun dilakukan melalui jejaring sosial, sehingga membuat pemerintah makin gusar. Karena terus dikejar, kantor mereka pun harus berpindah-pindah.

Advertisement

Menurut kepercayaan, terapi ini dipercaya mampu menghilangkan jerawat vulgaris yang dikenal sangat bandel, sekaligus membuat kulit awet muda. Selain itu, terapi dengan urin ini juga bisa menyembuhkan penyakit punggung, emfisema, rabun jauh, impoten, osteoporosis, menjaga kesehatan gusi, dan memproduksi antigen untuk melawan protein pemicu kanker.

Pemimpin terapi ini, Bao Yafu, mengatakan tidak akan menyerah karena terapi ini bisa mengobati beragam penyakit. Anggapan pemerintah bahwa terapi ini pseudoilmiah alias abal-abal juga terus mereka abaikan. Pengikutnya makin beragam dari yang berusia muda hingga yang sudah lanjut usia. Imbasnya, terapi urin ini masih pro-kontra.

2. Tapi berbeda dengan pendapat pemerintah China yang sangat menentang terapi urin ini. Katanya sih, kurang ilmiah dan justru membahayakan

Terapi ini merugikan via salon.com

“Saya tertarik menjadi pengikut terapi urin karena merasakan manfaatnya. Selain minum jus mangga setiap hari, konsumsi cairan urin saya lebih banyak tiap harinya”

Liu Zhaoxiang-Warga China, anggota CUTA

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, anggota CUTA (China Urine Therapy Assosiation) semakin bertambah meski pemerintah China sudah menentangnya habis-habisan. Selain banyak kesaksian dari anggota CUTA itu sendiri, kepercayaan mengenai manfaat urin ini terlanjur mendarah daging.

3. Sebenarnya kamu pun bisa mengikuti terapi ini demi kulit yang menawan, tapi kamu harus tahu dulu apa saja kandungannya

Apa kandungannya? via huffingtonpost.ca

Terapi dengan racikan Lohankuo dikenal juga dengan sebutan Urophagia atau terapi urin. Kamu mungkin sudah tidak asing lagi mendengarnya, tapi mungkin kamu belum tahu betul bagaimana detailnya. Terapi ini dilakukan dengan cara cuci muka, diminum dan dipakai mandi.

Kamu harus tahu kalau urin mengandung 95% air; 2,5% urea; dan 2,5% sisanya merupakan campuran mineral, garam, enzim, dan hormon. Jumlah 5% nutrisi (urea dan zat campuran) itu merupakan hasil sekresi tubuh.

4. Ada banyak hasil penelitian tentang terapi ini yang bertentangan, jadi kamu lah yang harus memutuskan

Pertentangan hasil penelitian via wellnessmedicines.com

Menurut penelitian University of Newcastle, urin mengandung antioksidan dan melatonin yang mampu melawan radikal bebas. Urin juga mengandung urea yang biasanya digunakan sebagai bahan untuk kosmetik. Zat urokinase yang dalam urin memang baik untuk kesehatan, tapi ternyata pemisahannya dari zat lain yang tidak berguna sulit dilakukan. Emang sih urin katanya aman untuk diminum, tapi konon tak ada manfaat yang bisa kamu dapatkan.

Manfaat urin untuk mata telah dipatahkan oleh penelitian di Stanford University yang mengungkap bahwa tidak terbukti urin memiliki manfaat tersebut. Urin justru mengandung bakteri di saluran kemih yang beresiko bagi kesehatan dan sangat berbahaya jika dikonsumsi pecandu narkoba dan penderita dehidrasi.

Meski diiming-imingi kulit mulus cantik menawan, sudah sepatutnya kamu tetap bijak mempertimbangkan. Lagian jijik juga nggak sih pakai urin, kan masih banyak tuh kosmetik yang lebih “bersih” atau bahan alami yang lebih segar saat dipakai. Jadi kayaknya kamu nggak perlu galau pengen ikut-ikutan orang di negara China deh ya, guys!