Seperti yang kita ketahui, shalat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam. Shalat sendiri terdiri dari beberapa gerakan yang dilakukan mulai dari berdiri niat hingga duduk salam.

Namun ternyata, disamping tujuannya sebagai salah satu bentuk ibadah, gerakan dalam shalat dipercaya merupakan gerakan yang proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Manfaatnya nggak hanya untuk keseimbangan spiritual, bahkan juga kesehatan fisik, mental dan emosional. Sayangnya hanya sedikit orang yang mengetahui rahasia ini.

Biar kamu nggak penasaran lagi, yuk simak penjelasan dari Hipwee Tips berikut:

1. Takbiratul ihram; mulai dari niat hingga melipat tangan, melancarkan aliran darah meregangkan persendian

takbiratul ihram via www.wikihow.com

Gerakan ini dilakukan pada permulaan sholat, yaitu dengan berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Advertisement

Manfaat gerakan ini adalah untuk melancarkan aliran darah, getah bening dan kekuatan otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Selain itu, posisi tangan ketika didekap menyebabkan otot kedua tangan serta bahu akan berkontraksi, sehingga lebih kuat dan kencang.

2. Rukuk; gerakan ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf

Gerakan ini dilakukan dengan membungkukkan badan lurus ke arah depan, sehingga kedua tangan bertumpu pada tumit.

Saat gerakan rukuk dilakukan, otot di sekitar punggung hingga pantat akan mengalami kontraksi, hal inilah yang menjaga posisi dan fungsi tulang belakang. Sementara itu, aliran darah akan lebih maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi untuk merelaksasi bagi otot bahu hingga ke tumit. Selain itu, rukuk juga melatih kandung kemih untuk mencegah gangguan prostat.

3. I’tidal; postur yang kembali tegak menuju sujud ini melatih organ pencernaanmu, lho!

I’tidal via pics.urduwire.com

Gerakan i’tidal dilakukan dengan bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak lalu mengangkat kedua tangan setinggi telinga lantas menurunkan badan menuju sujud.

Gerak variasi berdiri bungkuk-berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaanmu jadi lebih lancar.

4. Sujud; posisi kepala yang menempel di lantai ini mampu memaksimalkan fungsi otak manusia karena aliran darah ke kepala akan mengalir dengan optimal

Sujud dilakukan dengan meletakkan bagian kepala ke alas lantai, hingga dahi dan ujung hidung menyentuh alas lantai. Sementara itu, jari-jari kaki dibengkokkan dan kedua telapak tangan juga menyentuh alas lantai.

Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah yang kaya akan oksigen mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang juga meredakan gejala sakit kepala. Gerakan sujud juga membuat otot dari leher hingga kaki akan bereaksi dan berkontraksi, sehingga akan lebih kuat dan kencang. Khusus cewek, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

5. Duduk di antara dua sujud; mencegah nyeri di bagian kaki juga menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerakmu

Gerakan duduk ini sama halnya ketika kamu duduk bertumpu pada bagian kaki bawah. Dalam shalat ada dua gerakan duduk, yakni tahiyyat awal dan tahiyyat akhir. Perbedaannya terletak ada posisi telapak kaki yang menumpu badan.

Saat tahiyyat awal, duduk bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan saraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya nggak mampu berjalan. Sedangkan postur yang kedua yakni tahiyyat akhir, akan mencegah impotensi bagi cowok jika dilakukan dengan benar, sebab tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin dan saluran vas deferens.

Sedangkan variasi posisi telapak kaki pada kedua postur ini menyebabkan seluruh otot tungkai meregang dan kemudian relaks kembali. Gerakan dan tekanan harmonis inilah yang menjaga kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak.

6. Salam; merelaksasi otot sekitar leher dan kepala serta menyempurnakan aliran darah di kepala

Gerakan shalat yang terakhir dilakukan yaitu salam. Gerakan ini dilakukan dengan sederhana, yaitu hanya memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal, layaknya menengok.

Gerakan ini akan melancarkan peredaran darah di kepala dan merelaksasi otot sekitar leher. Jika dilakukan dengan benar, bagian leher akan lebih terlatih dan kencang. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

Nah, sekarang kamu tahu alasannya ‘kan, kenapa gerakan shalat begitu kompleks sehingga hampir mirip olahraga? Makanya, lakukan gerakan shalat dengan benar supaya kamu mendapatkan manfaatnya lahir dan batin. Semoga dengan mengetahui hal ini, ibadahmu semakin rajin, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya