Tentu kamu sudah tahu betapa buruk efek yang ditimbulkan oleh minuman bersoda bagi tubuh. Kandungan gulanya yang nggak kira-kira bisa bikin tubuhmu cepat melar bahkan diabetes. Belum lagi saat mengetahui fakta bahwa minuman bersoda bisa digunakan sebagai pembersih kerak atau karat perabotan rumah tangga. Namun tetap saja, meneguk minuman bersoda dingin saat panas terik sangatlah menggoda.

Niraj Naik, seorang mantan apoteker di Inggris melakukan penelitian mengenai efek minuman bersoda pada tubuh selama satu jam. Studi ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap kliennya yang mengeluh bahwa mereka masih mengalami kenaikan berat badan meski mengikuti diet rendah lemak. Hasilnya, ia jabarkan dalam bentuk infografis yang diposkan pertama kali di laman The Renegade Pharmacist

Temuan Niraj Naik via therenegadepharmacist.com

Biar kamu makin sadar bahwa minuman bersoda itu banyak negatifnya, Hipwee Tips ajak kamu melihat hasil penelitian tentang apa yang terjadi pada tubuh selama satu jam usai mengonsumsi minuman bersoda berikut.

1. 10 menit pertama; aspartam memanipulasi tubuh untuk mengolah gula, sedang enamel gigi mendapat serangan dari asam fosfat

Kesan pertama begitu menggoda via abcnews.go.com

Advertisement

Mengonsumsi satu kaleng minuman bersoda sama dengan memasukkan 10 sendok teh gula ke dalam tubuh. Itu setara dengan 100% kebutuhan gula dalam sehari, yang berarti ambang batas maksimal dari konsumsi gula harian telah terpenuhi. Aspartam atau pemanis buatan yang terkandung dalam minuman bersoda memicu reseptor rasa dan memanipulasi tubuh untuk berpikir bahwa mengonsumsi minuman bersoda dengan aspartam di dalamnya sama halnya dengan mengolah gula.

Di 10 menit pertama, kamu nggak langsung mengalami mual karena kandungan asam fosfat dari soda mampu menetralisir rasa manisnya. Asam fosfat ini menciptakan rasa asam yang jauh lebih asam dibanding jus lemon atau cuka, dan porsi rasanya bisa seimbang karena digabungkan dengan jumlah gula yang banyak. Jeleknya, asam fosfat menyerang enamel di gigi sehingga mudah erosi, bahkan dalam kadar yang minimal.

2. Setelah 20 menit; gula darah yang melesat tinggi akan diubah menjadi lemak tubuh

Gula naik diubah jadi lemak via www.npr.org

Kandungan zat gula yang meningkat drastis membuat insulin bekerja sangat ekstra untuk mencernanya. Untuk meresponnya, hati kemudian mengubah ledakan insulin ini menjadi lemak tubuh. Jika hal ini terjadi terus menerus, bukan nggak mungkin tubuh akan mengalami resistensi insulin, yakni kondisi di mana insulin — hormon yang disekresi oleh pankreas untuk mengontrol level gula darah dalam tubuh nggak lagi bekerja dengan semestinya.

Resistensi insulin ini menjadi masalah mendasar pada penderita obesitas, diabetes dan gangguan jantung. Kamu yang mengonsumsi minuman bersoda dengan pemanis buatanlah yang lebih berisiko mengalami penyakit-penyakit tersebut.

3. Kurang dari 40 menit; kandungan kafein dalam minuman bersoda mulai bereaksi

Kafein bereaksi via www.thedailybeast.com

Selain gula, minuman bersoda juga mengandung kafein. Dalam waktu kurang dari 40 menit, kafein kemudian diserap dalam tubuh secara menyeluruh yang membuat pupil mata membesar, tekanan darah meningkat, dan membuatmu selalu terjaga.

Di dalam otak terdapat reseptor adenosin, zat kimia yang membuat kita mengantuk. Jika adenosin berkurang, tubuh akan semakin segar. Sebaliknya, semakin banyak adenosin, tubuh akan semakin terasa lelah. Hebatnya, struktur kafein mirip dengan reseptor adenosin. Setelah mengonsumsi minuman bersoda, kafein secara otomatis akan menggantikan adenosin pada reseptor. Hilangnya adenosin akan membuat tubuh terasa lebih bertenaga dan segar. Namun, semakin sering kamu mengonsumsi minuman bersoda, otak akan menghasilkan lebih banyak reseptor adenosin. Bersamaan dengan itu, tubuh jadi membutuhkan lebih banyak asupan kafein. Inilah yang menyebabkan ketagihan.

4. Memasuki menit ke 45; kafein akan membuat hormon dopamin meningkat, efeknya sama dengan cara kerja heroin

Muncul perasaan senang via www.babycenter.com

Kombinasi kafein dan aspartam yang berpotensi mematikan menciptakan kecanduan pendek yang tinggi serupa dengan cara kerja heroin. Mengonsumsi minuman bersoda akan melepaskan dua neurotransmiter di otak, dopamin dan glutamat. Dopamin akan lebih banyak diproduksi, menstimulasi perasaan senang yang terdapat di dalam otak juga memicu efek kecanduan. Hal ini sama dengan reaksi fisik yang ditimbulkan ketika mengonsumsi narkoba. Tanpa sadar kamu akan meneguk minuman bersoda ini dan lagi.

5. Menit ke 60; produksi urin meningkat, keinginan untuk makan dan minum meningkat

Hasrat ingin makan dan minum meningkat via www.businessinsider.sg

Dalam waktu satu jam, asam fosfat akan mengikat kandungan kalsium, magnesium, dan zat besi yang ada di dalam tubuh. Hal ini diperparah dengan tingginya kadar pemanis buatan dalam soda yang membuat produksi air kencing meningkat. Minuman bersoda sangat minim nutrisi dan berpotensi menipiskan kadar mineral dalam tubuh. Minum soda nggak akan memuaskan dahaga karena justru kamu akan lebih sering mengalami dehidrasi. Kamu akan merasa haus dan lapar, yang berujung pada ngemil tanpa henti.

6. Setelah lebih dari 1 jam; sistem metabolisme melambat, kurang konsentrasi, letih dan mudah tersinggung

Badan letih dan mengantuk via www.businessinsider.com

Kadar gula yang mengendap di dalam tubuh akibat minum soda dan ngemil makanan manis lainnya menyebabkan sistem metabolisme tubuh melambat. Akibatnya, tubuh terasa berat, jadi sering mengantuk, kurang konsentrasi, letih atau bahkan mudah tersinggung. Lebih jauh, terlalu banyak minum soda akan mengakibatkan obesitas atau kegemukan yang berpotensi menyebabkan penyakit komplikasi akibat gula darah.

Minum satu kaleng minuman bersoda setiap hari terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 20%. Minuman ini juga diyakini dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes karena resistensi insulin. Setelah melihat penjelasan di atas, masih mau diterus-terusin minum soda?