Mungkin kamu sering bertanya-tanya, kenapa sih ponsel zaman sekarang lebih cepat rusak? Nggak kayak ponsel zaman dulu yang tahan banting sampai bisa dibuat ganjal pintu?

Teknologi yang semakin maju di zaman sekarang ini ternyata harus kamu pahami baik-baik. Nggak hanya fasilitas yang berevolusi jadi semakin keren saja, pengetahuan kita sebagai pengguna juga harusnya di-update.

Predikat smartphone yang melekat pada ponsel zaman sekarang membuat cara pemakaiannya juga mengalami sedikit-banyak perubahan. Jika kamu mengelola smartphone dengan cara yang sama dengan menggunakan HP jadul, maka kamu telah melakukan hal yang keliru. Contohnya saja saat mengisi daya atau ‘nge-charge‘, kebanyakan orang akan menerapkan cara lama saat memberlakukan HP jadul. Banyak orang yang berpikir bahwa nge-charge smartphone adalah hal simpel yang hanya perlu listrik kemudian tinggal menyambungkan charger ke smartphone, selesai.

Padahal, hampir semua kerusakan smartphone justru diakibatkan oleh cara nge-charge yang keliru. Berikut Hipwee Tips beri penjelasannya…

1. Masih suka membiarkan ponsel mati karena kehabisan baterai? Hmm, kebiasaan ini lho yang bikin baterai gampang nge-drop

nunggu sampai baterai habis via papasemar.com

Advertisement

Tindakan ceroboh yang berdampak besar pada kualitas baterai smartphone adalah menggunakannya hingga kehabisan daya nol persen. Sama halnya dengan kamu yang baru akan mengisi daya jika daya baterai smartphone habis. Ini merupakan hal yang sangat keliru.

Karena membiarkan smartphone sampai mati total akan mengakibatkan ion lithium dalam baterai mudah menguap dan rusak. Apalagi kebanyakan smartphone sekarang menggunakan sumber energi lithium ion yang berbeda dengan sumber energi HP jadul.

2. Kamu lebih yakin untuk mengisi daya baterai sampai 100 persen sebelum charger dicabut? Duh, zaman sudah berubah, lho…

nggak perlu sampai penuh via www.docircuits.com

Hampir seluruh pemilik smartphone meyakini bahwa mengisi baterai hingga 100 persen adalah hal yang harus dilakukan. Namun pemahaman ini ternyata keliru, lho. Para ahli justru menyarankan untuk membiarkan ponsel terisi hanya dalam rentang daya 30 hingga 80 persen. Karena pada daya inilah performa ponsel justru sedang oke-okenya.

Muatan penuh hingga 100 persen akan memberikan daya yang berlebihan saat ponselmu digunakan.

3. Terlalu sering menggunakan power bank karena praktis dan bisa dibawa kemanapun. Padahal baterai ponsel bisa jebol karenanya

keseringan pakai power bank via www.fusechicken.com

Power bank memang jadi salah satu barang yang sangat membantumu dalam mengisi daya ponsel. Kelebihannya yang praktis, bisa dibawa kemanapun dan bisa digunakan dalam keadaan mendesak membuat power bank lebih diminati. Tapi, sebaiknya kamu jangan menggunakannya terlalu sering.

Adanya perbedaan tegangan pada power bank dan charger membuat beberapa baterai smartphone cepat rusak dan melembung. Bahkan dalam beberapa kasus, keseringan menggunakan power bank juga dapat menimbulkan kerusakan kepada kartu SIM, lho!

4. Kebiasaan nge-charge ponsel dengan membiarkan casing atau pelindung yang masih terpasang ternyat bikin bateraimu cepat panas

nggak dilepas casingnya via www.businessinsider.com

Kekeliruan fatal berikutnya, ternyata saat nge-charge ponsel kamu nggak melepas pelindung, akan membuat sisi bagian bawah ponsel termasuk baterainya cepat panas karena tertahan oleh pelindung tersebut. Saat pengisian daya, suhu baterai termasuk ponselmu akan meningkat, jadi usahakan ponsel dalam keadaan terbuka tanpa pelindung lapisan apapun, ya!

5. Kurang-kurangin pakai charger non original, kelebihan muatan arus yang dilepaskannya bisa menyebabkan ledakan pada ponselmu. Mau?

charger kw via pluginamerica.org

Memang, beberapa charger ponsel non original telah memiliki standar keamanan penggunaan yang sudah cukup diakui. Namun, banyak pabrikan kw yang menciptakan komponen tanpa memenuhi standar keselamatan, bahkan tak melalui serangkaian uji tes layak pakai demi mengambil keuntungan.

Hal ini berpengaruh terhadap sumber daya charger non-original, ada yang terlalu lemah dan ada juga yang terlalu tinggi. Efeknya dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa komponen ponselmu. Di beberapa kasus yang lebih serius, efek menggunakan charger non-original ini juga mengakibatkan ponsel meledak akibat kelebihan muatan arus yang dilepaskan.

Jikapun terpaksa harus membeli atau menggunakan charger non-original, setidaknya cari dan gunakanlah charger dengan tegangan dan daya output yang sama.

6. Jangan lagi nge-charge ponsel di dekat alat elektronik yang memiliki medan magnet, rusak LCD-mu nanti

jangan dekat laptop via www.theverge.com

Membiarkan ponsel yang sedang diisi daya berada dekat dengan alat elektronik lainnya nggak baik, lho. Apalagi jika elektroniknya mengandung medan magnet seperti televisi, speaker aktif atau laptop yang memiliki medan magnet dan mengeluarkan panas dalam waktu lama. Medan magnet yang tinggi dapat merusak komponen ponsel, terutama pada layarnya.

7. Kamu yang sering nge-charge ponsel sambil telepon, segera buang kebiasaan buruk ini! Lagi-lagi ponselmu bisa meledak 🙁

jangan sambil telepon via www.tenuz.com

Selain nggak baik bagi kesehatan karena paparan radiasi yang dihasilkan lebih tinggi, nge-charge sambil menelepon juga dapat menimbulkan panas pada komponen ponsel khususnya pada baterai. Jika dilakukan terus-menerus, panas ini juga dapat merusak komponen lainnya dalam ponsel.

Di samping itu, proses pengisian daya akan lebih lama jika digunakan sambil menelepon. Bahkan yang lebih bahaya lagi, ada kejadian di mana ponsel meledak saat di-charge sambil menelepon, lho. Duh…

Nah, itulah hal-hal sepele yang sering diabaikan oleh pengguna smartphone yang dapat memperpendek usia pakai dan merusak ponsel, bahkan membahayakan diri sendiri. Yuk, berbenah!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya