Kata “belajar” memang kerap identik dengan sesuatu yang kurang menyenangkan. Nggak terkecuali belajar memasak. Walaupun berawal dari kecintaan yang luar biasa, mempelajari masakan juga bisa menimbulkan rasa stres. Terlebih lagi kalau kamu gagal membuat masakan yang diinginkan, atau memang dari sananya tidak begitu suka memasak.

Belajar memasak itu seharusnya bisa menjadi proses yang menyenangkan, lho. Coba deh 7 tips yang Hipwee berikan ini. Siapa tahu proses belajarmu bisa jadi jauh lebih seru dan mengasyikkan.

1. Supaya kamu memasak dengan terarah dan banyak variasi, coba deh buat tema khusus di setiap sesi

Pakai tema Halloween misalnya. Hiiii…. via blog.cookingchanneltv.com

Mau belajar masak dengan rutin, tapi selalu bingung harus memasak apa? Nah, supaya nggak bingung lagi, coba deh buat tema khusus untuk setiap sesi belajar masakmu. Dari tema tersebut, barulah kamu menentukan makanan apa yang harus dibuat dan bahkan menggunakan kostum khusus supaya lebih meriah.

Misalnya, tema yang kamu ambil adalah piknik. Berarti, kali ini masakan yang harus kamu buat adalah berbagai jenis bekal untuk berpiknik. Bisa nasi kepal atau sekadar sandwich yang sederhana. Pokoknya yang simpel dan nikmat disantap kapan saja.

Advertisement

Menentukan tema khusus seperti ini nggak hanya menambah keseruan dalam memasak saja, tetapi juga membuat belajarmu lebih terarah. Selain itu, variasi makanan yang kamu buat akan jauh lebih banyak.

2. Jangan menyuruh orang lain untuk belanja! Membeli bahan-bahan masakan sendiri juga bisa menjadi salah satu momen belajar yang penting

Belanja bahan masakanmu sendiri via villagelivingmagazine.ca

Nyuruh orang lain untuk belanja? Hmm.. nggak asyik! Belajar masakmu bakalan terasa kurang seru karena kamu nggak merasakan sendiri proses pemilihan bahan-bahannya yang akan digunakan.

Untuk itu, coba deh kamu sendiri saja yang pergi ke pasar atau supermarket untuk belanja bahan-bahan. Momen ini bisa kamu manfaatkan untuk belajar mengenal jenis-jenis sayuran, jenis-jenis bumbu dapur, dan pastinya cara memilih bahan masakan terbaik untuk diolah.

3. Ajak mama, teman, atau pacar untuk memasak dan berbagi keseruan bersama

Ajak mamamu masak bareng via parkerplatform.wordpress.com

Untuk yang sudah hobi dan mahir, memasak sendirian pasti sudah terasa biasa saja dan nggak membosankan. Tapi untuk kamu yang masih belajar, memasak sendiri akan cukup membuatmu kerepotan. Misalnya, kamu harus menggoreng ayam. Nah, di saat yang sama, kamu juga perlu menghaluskan bumbu-bumbu dapur untuk langkah selanjutnya. Kalau belum terbiasa, kamu pasti bingung ‘kan bagaimana cara mengaturnya?

Maka dari itu, ajak deh ibu, teman-teman, atau pacarmu untuk memasak bersama. Kalian bisa saling berbagi tugas dan berbagi pikiran. Nggak ada lagi tuh kamu yang merasa bingung dan kerepotan. Memasak terasa jadi lebih ringan. Tapi, koki utamanya harus tetap kamu, ya. ‘Kan kamu yang lagi belajar masak.

4. Mulailah memasak resep yang mudah supaya rasa percaya dirimu bisa terus meningkat

Mulai dengan resep yang mudah saja via healthyfastfood.biz

Belajar memasak itu sebaiknya bertahap. Dimulai dari hidangan yang mudah dan pasti bisa dibuat, seperti omelet, nasi goreng, atau sup ayam. Kalau sudah mulai mahir, barulah kamu mencoba memasak hidangan yang cukup rumit.

Belajar secara bertahap ini akan membuatmu paham mengenai dasar-dasar memasak— mengiris, menggoreng, merebus, hingga mengulek bumbu. Selain itu, memulai belajar dengan hal yang mudah dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan semangat supaya kamu tetap mau belajar ke depannya.

5. Berlakulah selayaknya koki handal dengan merekam seluruh proses belajar memasakmu

Rekam proses memasakmu dan unggah ke YouTube via www.youtube.com

Nggak cuma koki handal dan yang jago masak saja lho yang boleh merekam sesi memasak mereka. Kamu yang baru belajar juga bisa ikutan cara ini supaya proses memasakmu jadi lebih menyenangkan.

Rekamlah proses belajar masakmu mulai dari belanja sampai mengolah makanan. Sikapmu jangan kaku! Buatlah lebih seru dengan berpura-pura seakan kamu adalah seorang koki handal seperti di acara-acara masak. Kalau perlu, kamu edit videonya dengan sedemikian rupa dan unggah deh ke YouTube. Siapa tahu kamu bisa jadi the next Chef Marinka. Hehehe 😀

6. Hasil memasakmu perlu diapresiasi! Hias dengan menarik, lalu unggah ke Instagram

Unggah ke instagram via telegraph.co.uk

Kalau makanan sudah selesai dimasak, rasanya pasti ingin langsung menyantapnya saja. Maklum, penasaran dengan hasil memasak yang masih belajar dan coba-coba ini.

Tapi, kalau kamu ingin sesi belajar memasakmu kali ini berbeda dan lebih asyik, coba deh untuk menghias makanan hasil masakanmu. Misalnya kamu memasak tumisan, hias saja piringnya dengan daun selada dan irisan tomat. Atau jika kamu membuat cupcakes, berilah frosting atau hiasan fondant yang manis dan unik. Jadi lebih puas untuk dipandang, deh.

Eits, tapi jangan berhenti di situ saja. Hasil karyamu ini wajib banget untuk diabadikan lewat foto, lalu diunggah ke Instagram. Bukan sebagai ajang pamer pastinya, tetapi membuka kesempatan hasil masakanmu untuk diapresiasi oleh orang yang lebih banyak lewat tanda “like“. Kalau mendapat banyak apresiasi, kamu juga yang senang ‘kan?

7. Buatlah 1 buku khusus untuk mencatat progres belajar memasakmu. Jangan lupa hiasi supaya terlihat lebih menarik

Catat progress belajarmu dan hias bukunya via www.livelaughrowe.com

Berbagai jenis masakan yang sudah berhasil kamu buat, jangan sampai kamu lupakan begitu saja. Catatlah seluruh resep yang sudah berhasil dibuat itu dan kemajuan kemampuanmu dalam 1 buah buku khusus.

Supaya terlihat menarik, buku catatan ini bisa kamu hias sesuka hati. Misalnya, kamu menambahkan stickersticker lucu sebagai emoticon, menulis dengan spidol warna-warni, atau menempelkan foto-foto hasil masakan yang sudah kamu buat. Pokoknya sekreatif mungkin deh supaya memberikan sugesti pada dirimu bahwa belajar memasakmu selama ini adalah kegiatan yang seru.

Memasak itu menyenangkan! Kamu hanya perlu proses belajar yang tepat supaya bisa merasakannya. Selamat mencoba! Jangan lupa kirim hasil masakannya ke Hipwee, ya! Hehehe 😀