Mendengar kata bakteri, sebagian besar orang biasanya selalu membayangkan segala sesuatu yang buruk dan berhubungan dengan penyakit. Banyak dari kita yang menganggap bahwa sebagian besar bakteri bersifat merugikan. Padahal, sebenarnya ada juga bakteri baik yang menunjang kesehatan kita. Misalnya, beberapa jenis bakteri yang berperan untuk membantu pencernaan, penghasil antibiotik, vitamin, dan bahan-bahan kimia lain.

Bakteri baik yang menguntungkan ini disebut dengan probiotik, yakni mikroorganisme yang memberikan efek positif bagi kesehatan dengan cara mengatur keseimbangan dalam usus atau saluran pencernaan. Bila dikonsumsi, bakteri baik akan berkembang biak dalam usus dan memberi dampak kesehatan. Bakteri ini nggak menimbulkan penyakit dan juga nggak beracun.

Daripada penasaran, yuk cari tahu bareng Hipwee Tips apa saja jenis-jenis bakteri yang punya manfaat buat tubuh kita!

1. Lactobacillus Bulgaricus yang terdapat pada yoghurt, membuat makanan ini terkenal ‘bernutrisi super’

yoghurt enak via www.irishexaminer.com

Lactobacillus adalah bakteri yang memfermentasi laktosa dan biasanya ada pada produk susu untuk menghasilkan asam laktat. Biasanya, bakteri ini digunakan dalam pembuatan yoghurt dan produk olahan susu lainnya seperti butter milk, sour cream dan froyo (frozen yoghurt).

Advertisement

Manfaat Lactobacillus ini sangat baik untuk kesehatan usus dan menghalangi dari bakteri berbahaya penyebab diare, kembung, dan sembelit. Selain itu juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kolesterol, memproduksi vitamin B kompleks dan vitamin K, serta sebagai anti tumor.

Karena manfaatnya yang luar biasa ini, maka kamu disarankan untuk mengonsumsi yoghurt setiap hari.

2. Kefir, produk olahan susu yang juga sama baiknya dengan yoghurt mengandung manfaat baik dari Lactocococcus Lactis

udah perbah coba kefir? via www.yoganonymous.com

Kefir adalah produk susu (biasanya susu kambing atau domba) yang difermentasikan dengan menggunakan bakteri asam laktat seperti Lactocococcus Lactis. Namun selain mengandung bakteri baik tersebut, kefir juga diperkaya dengan antioksidan.

Kefir dengan bakteri baiknya memiliki manfaat untuk mencegah perkembangan bakteri jahat terutama pada usus, meningkatkan ketersediaan vitamin dan mineral tubuh, memperbaiki sel yang rusak, dan mengurangi kolesterol.

3. Rhizopus Oligosporus yang terdapat dalam olahan tempe, punya manfaat baik untuk jantung dan anti-penuaan

favorit nih via commons.wikimedia.org

Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus. Rasanya lezat, harganya murah dan mudah didapat. Apalagi sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan.

Rhizopus Oligosporus membuat tempe menjadi salah satu makanan anti infeksi, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan menangkal radikal bebas.

4. Dark chocolate atau cokelat hitam juga punya manfaat untuk membantu perkembangbiakan bakteri asam laktat dalam tubuh

cokelatnya yang hitam ya via www.ks-nrg.com

Bifidobacterium dan bakteri asam laktat adalah dua contoh bakteri baik yang menyukai cokelat. Pada saat kita mengkonsumsi dark chocolate, maka kedua bakteri ini bisa berkembang biak dan memfermentasi cokelat. Hasilnya adalah senyawa yang memiliki sifat sebagai anti radang.

Senyawa ini kemudian diserap oleh tubuh sehingga akan memperkecil peradangan yang ada di jaringan kardiovaskular, sehingga juga memperkecil risiko terkena penyakit jantung atau stroke di masa mendatang.

5. Ini dia salah satu makanan rahasia kesehatan dan kecantikan kulit di Korea. Yup, kimchi yang merupakan fermentasi sayuran dengan bakteri Lactobacillus

asem asem gimana gitu via www.surakoreancuisine.com

Kimchi adalah makanan tradisional khas Korea yang biasanya digunakan untuk pelengkap pada saat makan. Kimchi terbuat dari sayuran yang difermentasikan, biasanya terbuat dari lobak, sawi putih, kubis, mentimun dan lain sebagainya. Kimchi memiliki rasa asin, asam dan pedas sehingga di Indonesia disamakan dengan acar.

Kandungan Lactobacillus dalam kimchi ini membantu menjaga tubuh agar tetap sehat dan membantu melawan semua infeksi. Selain itu, vitamin dan mineral yang dihasilkannya juga membantu melancarkan aliran darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta merangsang pertumbuhan otot.

6. Streptococcus yang biasanya digunakan dalam pembuatan keju, mentega, dan yoghurt juga punya peranan untuk memelihara usus

Jenis bakteri streptococcus yang biasanya digunakan dalam makanan adalah Streptococcus Lactis. Bakteri ini berperan dalam pembuatan mentega, keju dan yoghurt. Pada pembuatan mentega dan keju, bakteri Streptococcus Lactis diperlukan untuk menghasilkan asam laktat.

Streptococcus ini punya kebaikan menurunkan asam lambung dan gangguan pencernaan lainnya, mengatasi masalah usus seperti diare, sertamencegah transformasi nitrat menjadi nitrit penyebab kanker.

7. Kamu pasti tahu bakteri E. Coli, bakteri ini tinggal di dalam saluran pencernaan yang beffungsi sebagai bakteri pembusuk

e.coli via lumibyte.com

Dunia ini mungkin akan penuh dengan sampah-sampah organik jika tidak ada bakteri pembusuk atau pengurai. Adanya bakteri pembusuk, sampah-sampah organik akan diuraikan menjadi unsur-unsur hara yang bermanfaat untuk organisme lain.

Di dalam saluran pencernaan kita dan beberapa mamalia lain, terdapat bakteri Escherichia Coli yang berperan dalam pembusukan sisa-sisa makanan. Selain itu, bakteri ini membantu pembentukan vitamin K yang penting untuk pembekuan darah.

8. Obat antibiotik yang kamu minum juga mengandung bakteri tertentu dan berfungsi untuk menghambat perkembangan bakteri jahat dalam tubuh

antibiotik via www.thestar.com

Antibiotik adalah zat yang terdapat pada obat-obatan yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang mampu menghambat pertumbuhan bahkan mematikan mikroorganisme lain. Zat ini banyak digunakan di bidang kesehatan. Jenis-jenis bakteri yang mampu menghasilkan antibiotik, antara lain Streptomyces Venezuele, Streptomyces Griceus dan Streptomyces aureofaciens.

Sayangnya, ketika kamu mengonsumsi antibiotik, nggak hanya bakteri jahat saja yang dihilangkan, namun bakteri baik dalam tubuh juga ikut hilang. Oleh karenanya, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan penambah bakteri baik untuk menggantikan bakteri-bakteri baik lain yang hilang ini, yohgurt misalnya.

Nah, sekarang kamu sudah tahu ‘kan jenis-jenis bakteri baik yang adal dalam tubuh kita. Jenis-jenis bakteri di atas hanyalah segelintir dari banyak bakteri baik yang belum Hipwee Tips sebutkan. Tetap semangat untuk menambah pengetahuan, agar kesehatanmu juga terus terjaga, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya