Mulai hari ini kamu nggak bisa lagi mecap temanmu yang jarang berolahraga itu pemalas. Sebaliknya, justru bisa jadi mereka adalah pribadi yang punya IQ tinggi.

Ini bukan tanpa dasar lho, ya. Peneliti dari The Florida Gulf Coast University melakukan tes pada sekumpulan mahasiswa yang bertujuan untuk mengungkap kemampuan kognitif mereka. Dari penelitian tersebut didapat hasil bahwa mereka yang cerdas cenderung punya intensitas aktivitas fisik yang lebih rendah ketimbang mereka yang punya kecerdasan biasa saja. Berikut ini penjelasannya…

Banyak orang yang punya intelegensi tinggi lebih senang mengusir kebosanan dengan berkhayal, ketimbang melakoni aktivitas fisik

merenung

merenung via pexels.com

Coba deh kamu perhatikan temanmu yang dikenal cerdas, mereka biasanya lebih banyak duduk di posisi ternyaman mereka dan berhadapan dengan laptop atau PC. Atau bahkan tak sedikit dari mereka yang cerdas dan menggeluti ranah eksakta, betah berlama-lama di laboratorium demi mantengin penelitian.

Saat bosan melanda, mereka lebih suka berkhayal ketimbang berolahraga. Yup, mereka lebih suka melakoni aktivitas yang melibatkan pikiran daripada aktivitas fisik. Bagi mereka, menjelajahi pikiran jauh lebih mengasyikan daripada sit up atau push up.

Mereka yang punya IQ tinggi isi kepalanya selalu dipenuhi dengan ide-ide yang brilian. Karena terlalu sibuk mewujudkan ide-ide brilian, nggak jarang mereka kerap absen berolahraga

Advertisement
Isi kepala mereka penuh dengan ide-ide cemerlang.

Isi kepala mereka penuh dengan ide-ide cemerlang. via wsimag.com

Pikiran orang yang cerdas nyaris tak pernah kosong. Isi kepala mereka selalu dipenuhi ide-ide brilian yang kadang bikin mereka sendiri kebingungan. Bingung mau merealisasikan ide yang mana dulu. Bahkan tak sedikit dari mereka yang selalu merasa bahwa waktu 24 jam sehari itu terlalu singkat karena kesibukan mereka yang padat.

Setelah menghabiskan waktu 8 jam di kantor, pribadi berintelegensi tinggi tak lantas merebahkan diri di kasur. Banyak dari mereka yang lebih suka mengurusi pekerjaan sampingan atau bahkan sekadar membaca jurnal yang bisa memperkaya wawasan. Jadilah mereka nggak punya banyak waktu untuk mengolah tubuh.

Bukannya malas olahraga, mereka yang ber-IQ tinggi hanya lebih idealis dari orang kebanyakan. Bagi mereka, olahraga nggak hanya untuk kebugaran, tapi juga harus mengasah kemampuan otak

Misalnya olahraga catur.

Misalnya olahraga catur. via www.techinsider.io

Mereka yang cerdas (ber-IQ tinggi) punya olahraga favoritnya masing-masing. Ragam olahraga yang mereka sukai biasanya yang sekaligus mengasah kemampuan otak mereka. Misalnya saja catur. Olahraga yang identik dengan orang ber-IQ tinggi ini kalau dilihat sepintas mudah untuk dilakoni. Kamu hanya tinggal duduk manis sembari berhadapan dengan lawanmu.

Tapi, dibalik keheningan olahraga ini, dibutuhkan keahlian untuk menganalisa kemungkinan dan kecakapan dalam mengambil keputusan. Orang yang cerdas biasanya menyukai olahraga catur karena dapat mengasah kemampuan berpikir mereka.

Mereka yang ber-IQ tinggi paham waktu terbaik untuk berolahraga. Biar efeknya pada tubuh bisa makin terasa

Kalaupun olahraga biasanya pilih waktu terbaik.

Kalaupun olahraga biasanya pilih waktu terbaik. via www.lifezen.in

Jarang berolahraga, bukan berarti mereka nggak pernah sekalipun melakoninya lho, ya. Mereka yang ber-IQ tinggi nggak pernah lupa kok manfaatnya olahraga. Karenanya, sesekali mereka mengagendakan aktivitas olah tubuh. Mereka sengaja memilih waktu terbaik untuk berolahraga, supaya hasilnya lebih kelihatan.

Seperti misalnya lebih memilih untuk jogging di waktu pagi ketimbang jogging di sore atau malam hari. Alasannya karena olahraga di pagi hari lebih bisa meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Meski penelitian menunjukkan kalau mereka yang jarang berolahraga itu bisa jadi ber-IQ tinggi, tapi bukan berarti juga mereka yang rajin berolahraga itu tidak cerdas. Karena pada dasarnya manusia memiliki kecerdasan yang berbeda. Seseorang bisa saja lemah di suatu bidang, namun menonjol dalam bidang yang lain. Jadi, IQ tinggi atau biasa aja, tetap harus rajin berolahraga. Seminggu sekali nggak masalah, asalkan rutin melakoninya. Cheers!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya