Sebelum kamu menampik nasihat bahwa penampilan itu penting, coba deh bayangkan apa jadinya jika Presiden Jokowi hadir ke pelantikannya 20 Oktober kemarin memakai singlet merk bir dan celana pendek.

Seberapa dangkal pun kedengarannya, penampilan adalah hal utama yang dinilai orang lain darimu ketika mereka belum tahu banyak tentang kepribadianmu. Karena itu, apa yang kita pakai menjadi hal yang esensial. Apalagi dalam dunia profesional. Sama halnya dengan kemauan bekerja keras dan performa akhir, yang menempel di badan kita akan menentukan seberapa cepat kita meniti tangga karir.

Jadi, apa sih yang harus kamu perhatikan dalam berpakaian ke kantor? Bagaimana kamu harus berpenampilan untuk kesuksesan?

1. Berpakaianlah sesuai citra kantor dan pekerjaanmu

Hailey Gates, head of advertising jurnal sastra The Paris Review via www.refinery29.com

Tidak semua orang harus masuk kantor dengan kemeja dan celana kain, apalagi setelan jas. Ada juga kantor yang mengizinkan (atau malah menyarankan) pegawainya memakai kaos dan jeans untuk masuk kerja. Sebelum mulai bekerja, pastikan kamu tahu kantormu yang mana.

Advertisement

Kalau kamu programmer yang waktu kerjanya habis di depan komputer, t-shirt dan jeans adalah jenis pakaian yang cocok. “Jangan malah datang ke kantor pakai tailored suit. Nanti saya malah tidak percaya kalau kamu programmer,” ujar Randall Hansen, dosen sekolah bisnis Stetson University, sebagaimana dikutip Forbes. Mau lebih bergaya sedikit? Coba kenakan kemeja lengan pendek atau cardigan. Tetap oke dipadukan dengan sneakers, kok.

2. Berpakaianlah sesuai tuntutan kerjamu hari itu

Mau bertemu klien? Harus rapi via cornelian.com

Kadang kamu harus ke luar kantor dan bertemu dengan klien. Ada pula waktu dimana kamu harus melakukan presentasi di hadapan atasan. Dari yang biasanya sekadar berkemeja, kamu harus memastikan bahwa tampilanmu menawan. Tentukan juga tingkat formalnya acara. Kadang, unlined jacket, sweater and shirt, serta khaki berpotongan lurus sudah cukup memberikan kesan kalau kamu “niat” dengan penampilanmu. Tapi ada juga saat ketika kamu harus memakai setelan jas formal dengan kemeja putih dan dasi.

Satu tips jika kamu ingin pakai celana kain: pastikan celanamu punya crease atau lipatan di bagian tengah. Ini akan membuat penampilanmu jauh lebih profesional. Kamu juga bisa memasukkan pocket square alias sapu tangan di kantong jasmu untuk menunjang penampilan (lihat cara-cara melipatnya disini). Untukmu yang perempuan, printed dress di atas lutut, kalung liontin kecil, sepatu flat, dan rambut yang diikat poni sudah cukup menjadi penampilan terbaikmu.

3. Mau ‘segila’ apapun tempat kerjamu, tetap ada batasan soal apa yang boleh kamu pakai

Tetap ada batasan soal apa yang boleh kamu pakai via www.upscalehype.com

Daripada ditegur atasan, lebih baik dirikan batasan. Mau sesantai atau segila apapun tempat kerjamu, kamu tetap tak boleh berpenampilan seenaknya ke tempat kerja.

Pertama, walaupun kamu ditempatkan di gudang sekalipun, penting untukmu untuk menjaga kebersihan badan. Tetaplah mandi 2 kali sehari, dan bagimu yang laki-laki, pelihara janggutmu sehingga kamu tak akan terlihat seperti narapidana. Kamu boleh saja tidak datang ke kantor dengan kemeja, namun bukan berarti kamu boleh bau badan.

Kedua, pastikan bahwa kamu tetap mengindahkan etika berpakaian di kantor. Secara umum, cara berpakaian masyarakat kita masih cukup konservatif. Jika kamu mau tampil terbuka, itu hakmu. Tapi pastikan itu tidak akan membahayakan citramu di kantor.

Perhatikan juga: kamu berada dalam lingkup profesional. Jadi, jangan lupakan aturan klasik dalam berbusana. Kalau kamu mau menunjukkan lutut, pastikan dadamu tertutup. Sementara kalau kamu ingin memakai baju berbelahan dada rendah, pastikan lututmu tertutup.

4. Untuk wawancara kerja, apa sih yang sebaiknya kamu kenakan supaya berkesan?

Netral, konservatif, dan berkesan via www.cosmopolitan.com

Daripada pusing memikirkan pakaian, lebih baik kamu berlatih menjawab pertanyaan. Meskipun melamar di industri kreatif atau kantor yang tak akan mewajibkanmu bekerja dengan baju formal, kamu tetap bisa kok datang ke sesi wawancara dengan kemeja warna netral dan dasi. Untuk yang perempuan, dress warna netral dan blazer tak pernah salah.

“Setelan formal tidak pernah salah saat wawancara kerja, di mana pun kamu melamar,” terang Nick Sullivan, fashion director majalah gaya hidup pria Esquire.

5. Untuk hari pertama kerja, kenakan statement necklace atau oversized pin!

Statement necklace always helps via graphicsweb.wsj.com

Jangan anggap remeh hari pertamamu di kantor. Ini kesempatanmu untuk menciptakan kesan pertama yang positif. Selain sedikit bicara dan banyak tersenyum, kamu harus memperhatikan bagaimana kamu berpenampilan.

Berpakaianlah dengan warna konservatif. Mainkan warna-warna netral, seperti putih, hitam, dan abu-abu. Kalau mau terlihat chic dengan pakaian warna klasikmu, cobalah padukan blus lace berwarna beige dengan rok span selutut. Kamu bisa juga menjadikan blus polosmu lebih menarik dengan memadukannya bersama blazer.

Untuk perempuan, yang paling penting adalah aksesoris! Statement necklace atau oversized floral pin bisa menarik perhatian rekan kerja atau atasanmu, dan pujian yang mereka layangkan padamu bisa menjadi bahan yang oke untuk memulai percakapan.

Untuk laki-laki, datanglah ke kantor dengan sweater dan kemeja lengan pendek — jika banyak pegawai di lingkungan kerjamu yang memakai t-shirt. Sementara jika kantormu menerapkan peraturan berpakaian formal, sepatu yang berkualitas dan mengkilap bisa membuatmu menonjol di antara pegawai yang lain.

6. Jangan lupa juga aturan-aturan mengenakan batik

Perhatikan peraturan mengenakan batik via hipwee.com

Kita hidup di Indonesia. Suka atau tidak, akan ada saat dimana kamu ke kantor mengenakan batik. Nah, untuk ini, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

Pertama, untuk menciptakan kesan yang lebih ‘muda’, kamu bisa memilih batik berwarna ungu, merah jambu, oranye, atau biru. Pastikan bahwa warna kain tersebut memang cocok dengan warna kulitmu. Kedua, pastikan bahwa kamu memadukan batik dengan busana polos. Batik hampir selalu bermotif ramai — kasihan yang melihatmu nanti kalau kamu menabrakkan batikmu dengan pakaian yang juga bermotif ramai.

Ketiga, khusus untuk laki-laki: batik berlengan panjang selalu jauh lebih baik dibandingkan yang berlengan pendek.

7. Ada beberapa item yang tidak akan pernah ‘salah’. Penting untuk kamu memiliki item-item ini.

Jacket, jeans, sweater, crisp shirt, killer sneakers via graphicsweb.wsj.com

Ada beberapa item-item yang aman kamu kenakan di manapun kamu bekerja. Karena itu, tidak salah jika kamu memiliki mereka.

Sweater polos, polo shirt, blazer, dan kemeja netral berkualitas: item-item ini akan membantu membuat penampilanmu rapi tanpa harus mengeluarkan banyak usaha. Untuk kamu yang bekerja di lingkungan informal, paduan striped t-shirt dan blazer adalah alternatif yang bisa kamu coba.

Yang terpenting adalah kamu tidak mengorbankan kenyamanan karena ingin terlihat fashionable. Ingat: kalau kamu sendiri tidak nyaman dengan apa yang kamu kenakan, kinerjamu di kantor bisa-bisa terganggu!

8. Terakhir, jangan puas hanya dengan berpakaian ‘aman’!

Cari gayamu sendiri via www.upscalehype.com

Berpakaian paling pantas di antara rekan-rekan kerjamu yang lainnya akan membuatmu lebih dihormati di tempat kerja. Selain itu, jika kamu menjadikan pakaianmu sebagai sarana ekspresi diri, atasanmu akan bisa lebih mengenal pribadimu — dan bukankah ini krusial kalau kamu ingin mendapat promosi?

Kamu dan rekan kerjamu adalah individu yang berbeda. Jadi, jangan mau disama-samakan penampilannya. Cari gaya yang paling tepat menggambarkan dirimu, yang secara bersamaan juga bisa merepresentasikan kantormu dengan sempurna.

Aturan-aturan di atas adalah pakem yang berlaku general. Tentu kamu harus memutar otak supaya pas dengan kondisimu di dunia nyata. Tidak terlalu sulit kok untuk berpenampilan lebih menarik di dunia kerja. Good luck!