Nasi dan mi instan, keduanya adalah makanan yang menjadi solusi cepat di kala lapar melanda. Selain sama-sama mengenyangkan, nasi dan mi instan juga merupakan sumber karbohidrat yang dibutuhkan tubuh. Meski tergolong karbohidrat olahan, kenyataannya nasi dan mi instanlah yang selama ini banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia khususnya. Nasi sebagai makanan pokok dan mi instan sebagai pengganti makan berat selain nasi.

Di samping manfaat yang bisa didapatkan dari nasi maupun mi instan, banyak orang yang mengeluhkan masalah kegemukan yang juga bisa disebabkan karena kedua makanan ini. Betul, dibalik mengenyangkannya mengonsumsi nasi atau mi instan, terdapat banyak kalori yang tentu saja bisa membuat badan melar tanpa kita sadari.

Sebenarnya, di antara kedua makanan ini, manakah yang lebih cepat membuat gemuk, nasi atau mi instan?

Setelah dibandingkan, ternyata kalori mi instan lebih tinggi dibandingkan kalori nasi putih (dengan berat yang sama). Begini penjelasannya…

padahal cuma segini via www.prima.co.uk

Beberapa orang kerap mengonsumsi mi instan saat kelaparan pada malam hari. Mereka beranggapan, mi instan memiliki kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi. Sehingga akan lebih baik bagi mereka untuk menghindari konsumsi nasi pada malam hari untuk menjaga berat badan, kemudian menggantinya dengan mi instan.

Advertisement

Daripada menerka-nerka, alangkah baiknya kita ketahui perbandingan kalori atau takaran energi dari nasi dan mi instan dengan berat yang sama, yuk!

Jika dilihat di informasi nilai gizi yang tertera pada mi instan, satu kemasan mi instan memiliki berat bersih sekitar 70 gram dan mengandung setidaknya 370 kalori. Sedangkan dengan berat yang sama, nasi putih hanya memiliki 91 kalori.

Berdasarkan perhitungan di atas, mi instan memiliki kadar kalori yang jauh lebih tinggi daripada nasi, yakni hampir lebih dari tiga kali lipatnya. Berarti, mi instan akan lebih mudah membuat tubuh kita menjadi gemuk jika dibandingkan dengan nasi putih.

Selain kandungan kalori yang tinggi, mi instan umumnya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi juga. Apalagi bumbu MSG-nya itu, lho. Ngeri!

bumbunya itu lho.. via dapurhalal.com

Mi instan sering disebut sebagai makanan nggak sehat karena kandungan karbohidrat dan lemak yang tinggi, namun rendah protein, serat, vitamin, dan mineral. Selain itu, mi instan yang disajikan dengan kaldu yang instan pula, biasanya memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi.

Satu kemasan mi instan tercatat mengandung sekitar 2.700 mg sodium, padahal asupan sodium yang disarankan per hari nggak lebih dari 2.000-2.400 mg (setara 5-6 gram garam).

Padahal kelebihan asupan sodium, termasuk yang terkandung dalam mi instan, memiliki risiko bagi kesehatan tubuh. Salah satunya dapat memperberat kerja ginjal. Selain itu, sodium yang menumpuk dalam tubuh diperkirakan juga dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, dan gagal jantung.

Belum lagi penggunaan MSG (Monosodium Glutamate) yang berfungsi meningkatkan rasa mi instan menjadi lebih asin, manis, atau asam. Konsumsi MSG yang berlebihan dapat memicu reaksi alergi dengan gejala rasa sakit pada dada, berkeringat, jantung berdebar, dan sakit kepala.

Parahnya lagi, penyajian mi instan sering dibarengi dengan bahan-bahan lain termasuk nasi putih yang bikin risiko kegemukan meningkat tajam

bikin kenyang sih, tapi… via dapurhalal.com

Penyajian mi instan tanpa tambahan bahan-bahan lain rasanya kurang nikmat untuk dikonsumsi. Telur, sosis, daging, kornet, atau keju dijadikan bahan pelengkap yang ditambahkan pada penyajian mi instan agar lebih mengenyangkan. Yang lebih parahnya lagi, kebiasaan khas masyarakat Indonesia yang mencampurkan mi instan dengan nasi, karena menurut mereka, makan tanpa nasi bukan makan namanya. Padahal, dengan penambahan bahan-bahan ini, kalori mi instan yang dikonsumsi menjadi berlipat ganda.

Dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali waktu makan dan camilan, kebutuhan kalori cewek dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan cowok dewasa sekitar 2.200-2.400.

Coba saja hitung, dalam satu kali makan satu bungkus mi instan, kamu telah menyumbang berapa banyak kalori? Padahal masih ada dua kali makan besar ditambah camilan-camilan lainnya.

Masih berlebihan gitu kok minta kurus!

Lalu gimana dong, mi instan yang enaknya selangit itu sayang ‘kan kalau nggak dikonsumsi? Terapkan tips ini agar tetap sehat dan nggak cepat gemuk

Banyak orang yang sebenarnya sudah menyadari jika mi instan dan segala zat yang dikandungnya memiliki efek negatif bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Tapi, bukan merupakan hal yang bijak juga jika melarang orang untuk mengonsumsi mi instan yang rasanya setingkat di bawah surga dunia ini. Boleh kok, makan mi instan, asal tetap memperhatikan kesehatan. Ini dia tipsnya:

  • Batasi konsumsi mi instan setidaknya sekali dalam seminggu, bikin jadwal makan mi instan dan patuhi aturan yang kamu buat. Misalnya, kamu hanya boleh makan mi instan setiap weekend.

tambah sayuran via yantimaragas.blogspot.co.id

  • Agar takaran gizinya seimbang, tambahkan sumber protein, vitamin, mineral dan serat seperti telur, jamur, wortel, kacang-kacangan, kubis, sawi, dan bahan-bahan alami lainnya.
  • Meski mengganti air rebusan mi berarti juga membuang mineral dan vitamin hasil dari proses fortifikasi (penambahan zat gizi pada makanan), nggak ada salahnya untuk dilakukan untuk mengurangi sisa minyak bekas penggorengan mi pada suhu tinggi.
  • Kurangi pemakaian bumbu agar asupan natrium dan MSG yang berlebihan bisa dihindari. Minyak bumbu mi instan pun harus dikurangi untuk mengurangi asupan lemak. Tambahkan garam dapur dan bumbu alami lainnya untuk menyeimbangkan rasanya.

pindah ke piring aja deh.. via www.lifehack.org

  • Hindari mengonsumsi mi instan yang dikemas dengan bahan yang menggunakan styrofoam yang mengandung bahan kimia bisphenol A (BPA). BPA dapat mengganggu cara hormon bekerja, terutama estrogen. Pindahkan dalam piring saat akan mengonsumsinya.
  • Terapkan pola hidup sehat untuk mengimbangi kelebihan asupan kalori dari mi instan seperti banyak minum air putih, nggak merokok dan melakukan olahraga secara teratur.

Nah, sekarang kamu tahu ‘kan kebenarannya? Mana yang lebih bikin cepat gemuk antara nasi dan mi instan? Terlepas dari fakta tersebut, kita perlu pahami bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Nasi pun, jika dikonsumsi berlebihan akan memicu peningkatan gula darah dalam tubuh.

Coba kamu pikirkan baik-baik, konsumsi mi instan terkadang justru lebih banyak menyumbang kalori dibanding mengonsumsi nasi lengkap dengan lauk pauk dalam porsi secukupnya. Jadi, kamu pilih yang mana?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya