“Ada dua jenis kekuatan besar yang bisa mengguncangkan dunia: gempa dahsyat dan ide-ide besar,”

Mehmet Murat Ildan

Ide memang sesuatu yang istimewa. Kehadirannya mampu mengubah dunia nyata. Tapi sayangnya, untuk mendapatkan ide cemerlang gak selalu gampang. Jalan yang kamu lalui seringnya berliku, malah terkadang buntu. Kalau sudah begitu, biasanya produktivitasmu pun terpengaruh. Skripsi jadi molor terus, yang dikejar deadline kerjaan akhirnya terengah-engah mengejar ketinggalan.

Apa mencari ide memang sesulit itu? Sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan, kalau saja kamu tahu taktik untuk memancing ide keluar dari persembunyian. Nggak perlu melakukan hal-hal rumit yang justru membuatmu terbebani, karena ide besar biasanya terlahir dari kesederhanaan alami.

Nah, daripada kamu binggung dan terus tersesat dalam kebuntuan yang tak kompromi. Kamu perlu membaca 10 hal yang bisa mendorong ide keluar dari persembunyiannya. Dan hal-hal itu dijamin nggak rumit kok, simak yuk!

1. Pergilah ke suatu tempat yang cukup ramai. Duduk di sana dengan tenang. Biarkan dirimu merasa sangat bosan

“Cara terbaik untuk muncul dengan ide-ide baru adalah membuat dirimu merasa sangat bosan,” Neil Gaiman

Advertisement

Pergi ke tempat ramai, tapi kamu tak perlu masuk dalam keramaian itu. Cukup duduk manis di pinggir taman, biarkan diri kamu menjadi “bagian” yang sunyi dari taman itu, seperti halnya tumbuh-tumbuhan di sana. Jangan ada gawai (gadget) atau buku. Amati saja sekitarmu, sampai kamu benar-benar bosan.

Lalu saat rasa bosan menyerang, jangan mengeluhkannya. Biarkan dirimu tenggelam dalam kebosanan, sampai kamu akhirnya harus mengandalkan imajinasimu supaya tidak bosan. Nah, dari imajinasi yang aktif ini, ide pun akan bermunculan.

2. Sesekali kamu perlu mengasingkan diri. Entah hanya berdiam diri di kamar, entah pergi ke tempat di mana kamu bisa benar-benar sendiri

Kamu perlu waktu untuk benar-benar sendiri, kalau perlu sampai kamu merasa tersisih dari sekeliling. Setidaknya, ketidakhadiran orang lain tidak akan menghambat kreativitasmu.

Lihat saja Orhan Pamuk yang bertahun-tahun menyendiri bersama buku-buku peninggalan ayahnya, sampai akhirnya ia keluar dengan karya-karya besar. Atau Soe Hok Gie yang gagasannya banyak lahir dalam kesendirian di belantara hutan atau ibukota. Nggak perlu ke luar, kadang kamarmu saja cukup kok untukmu mencari ide dan menyendiri.

3. Saat kepalamu terlalu suntuk, biarkan dirimu mengantuk dan akhirnya tertidur nyenyak. Intinya biarkan alam bawah sadarmu mengambil alih sejenak.

Kebanyakan orang terlalu memaksakan diri untuk menemukan ide, padahal kepalanya sudah teramat suntuk. Jangankan memikirkan ide, berpikir normal untuk hal-hal kecil saja sudah keteter. Sebelum semuanya terlanjur kacau balau, lebih baik buat dirimu mengantuk, sampai akhirnya tertidur nyenyak dengan waktu yang cukup.

Kalau memang tak sempat tidur, kamu bisa melakukan meditasi ringan, atau sekadar menjauhkan dirimu dari gangguan barang-barang elektronik. Lalu, tarik napas dalam-dalam, dan biarkan alam bawah sadarmu mengambil alih untuk membuatmu santai dan tidak terganggu oleh apapun.

4. Kamu juga bisa melepaskan dopamin alami dengan mandi, sembari mendengarkan lagu atau bernyanyi.

Saat deadline nggak kelar-kelar karena ide nggak juga keluar, nggak ada salahnya memberi kesempatan pada air untuk meluruhkan penat dan membuatmu lebih segar. Kalau perlu biarkan air mengalir seiring dengan suaramu yang bergulir. Tak peduli suaramu enak atau sember, yang terpenting ide dikepalamu bisa segera luber.

Kalau memang kamu enggan untuk bernyanyi, coba saja dengan memainkan musik favorit. Seenggaknya, kegitan semi meditasi seperti ini bisa membantu otakmu melapaskan banyak dopamin alami.

“Keep calm and sing in the shower!”

5. Ajak ngobrol temanmu. Bukan untuk mengeluhkan ide yang tak kujung datang, melainkan untuk bertukar pikiran

Kamu bukan tipe orang yang mudah menyendiri, karena kesendirian justru membuatmu mudah tertekan. Untuk memacu ide keluar dari kepalamu, kamu butuh teman-temanmu yang sepaham denganmu. Bukan untuk mengeluhkan kepenatan, tapi untuk bertukar pikiran.

“Gais, aku punya ide mau buat cerpen tema ini, kira-kira bagus nggak ya?”

“Eh, kalau aku buat gambar ini dengan warna ini, hasilnya bakal eye catching nggak ya?”

Jangan malu untuk bertanya, dan jangan angkuh untuk menerima kritik dan juga saran. Demi sebuah ide yang cemerlang ya!

6. Memetakan pikiranmu di sebuah kertas, biarkan tanganmu bergerak luwes untuk meretas ide

Kamu punya banyak konsep yang berbeda, nggak ada salahnya untuk menghubungkannya demi sebuah ide baru. Coret-coret saja disebuah kertas layaknya kamu menggambar sebuah peta atau diagram.

7. Berjalan kaki, cukup mengitari daerah tempat tinggalmu, sambil memperhatikan semua hal yang kamu temui

Interaksi nggak harus secara perorangan, tetapi bisa saja dengan suasana sekitar. Kalau kamu pun merasa enggan untuk bercakap-cakap secara intim, tapi juga tidak ingin mengasingkan diri. Kamu cukup berjalan kaki mengelilingi tempat tinggalmu. Perhatikan segala hal yang kamu temui, mungkin saja ada hal menarik yang bisa kamu angkat sebagai ide.

8. Jangan membuang ide, sekalipun ide itu kurang bagus dan menarik

“Duh, kok kayaknya idenya kurang oke nih, hmmmm ganti aja deh!”

Stop! Muai dari sekarang kamu harus menghentikan kebiasaan membuang ide, sekalipun ide itu dirasa kurang menarik. Berpikirlah kalau ide itu awalnya terlahir dari ketidaksempurnaan. Jadi simpan baik-baik segala ide kreatif yang muncul, jangan sampai kamu menyesal di kala ide itu telah pergi.

9. Kombinasikan dua ide menjadi satu ide menarik

“Cara terbaik untuk memiliki ide bagus adalah memiliki banyak ide,” Linus Pauling

Punya dua ide yang biasa-biasa saja lebih baik daripada tidak punya ide sama sekali. Seperti poin sebelumnya, jangan pernah sia-siakan ide yang muncul, barangkali ada beberapa ide yang bisa dikombinasikan, dan barangkali ide-ide biasa itu bisa jadi ide yang luar biasa. Karena kreativitas adalah tentang membuat koneksi antara dua hal yang sebelumnya tak terhubung sama sekali.

10. Karena ide sering datang tiba-tiba, di mana pun dan kapan pun, jangan lupa untuk segera mencatatnya

Sedang duduk di sebuah kedai, sudah beberapa jam waktumu habis untuk mengais-ngais ide. Tapi, tiba-tiba saat ada seorang wanita melintas di depanmu, ide muncul dengan sendirinya tanpa kesulitan.

Aih, ide seperti kenangan mantan yang munculnya tak terduga, bisa di mana saja dan kapan saja. Kalau mantan nggak wajib kamu pedulikan, tapi kalau ide jangan sampai diabaikan.

Bagaimana, sudah sedikit tercerahkan belum? Terpenting saat sedang buntu jangan panik, karena itu bukan akhir dari kehidupan kepalamu. Kamu cukup memberikan dorongan agar ide-ide cemerlang keluar dari persembunyiannya. Semangat mencari ya!