Pernahkah kamu mendengar yang namanya diet ketogenik?

Ketika banyak orang mengeluhkan tentang sulitnya menurunkan berat badan meskipun sudah berusaha melakukan diet ketat, pengalaman Kristina Guice layak kamu simak. Cewek yang dulunya kerap diejek teman-temannya lantaran punya badan yang gemuknya kebangetan ini, kini telah mengalami perubahan besar.

before-after Kristina Guice via doktersehat.com

Sejak mengikuti program pascasarjana, Guice mulai memutuskan untuk menurunkan berat badannya. Dia ingin memiliki berat badan yang ideal dan memiliki banyak teman. Setelah mencari beberapa tips diet, akhirnya pilihannya jatuh ke diet ketogenik.

Selama menjalani diet ketogenik, Guice harus melakukan perombakan ekstrim dalam pola makannya. Dia harus menghilangkan asupan karbohidrat dan menggantinya dengan lemak sebagai pengganti energi. Selain itu, Guice juga rutin melakukan aktivitas fisik di pusat kebugaran.

Hasilnya, setelah tiga tahun menerapkan program ini, dia mampu menurunkan berat badan hingga 45 kg, punya bentuk tubuh yang ideal dan tentunya bisa merasakan tulang pipinya.

Apa sih sebenarnya diet ketogenik itu?

Advertisement

diet ketogenik via www.basicgrowth.com

Jika pada umumnya, orang yang sedang berdiet berusaha keras menghindari lemak, maka diet ketogenik justru menganjurkan mengonsumsi lemak dalam kadar tinggi, secukupnya protein dan menekan jumlah asupan karbohidrat.

Diet ketogenik ini banyak direkomendasikan oleh para dokter untuk mengurangi kejang pada penderita epilepsi, namun seiring dengan perkembangan zaman, metode ini juga digunakan untuk mengatasi masalah kegemukan.

Lalu, gimana caranya memulai diet ketogenik? Sini-sini, Hipwee Tips kasih penjelasannya lebih lanjut…

Berhubung diet ketogenik ini punya pengaruh yang besar terhadap pola makan sehari-hari, maka kamu harus benar-benar memperhatikan aturan-aturan sebelum menjalani diet ketogenik. Simak baik-baik, ya!

1. Hal pertama yang harus dilakukan saat ingin menjalankan program diet apapun adalah mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi

jadi gini dok.. via blog.doctoroz.com

Kenapa harus konsultasi? Yup, hal ini perlu dilakukan agar kamu mengetahui informasinya, apakah glukosa dan tekanan darahmu benar-benar cocok dengan program diet ketogenik yang akan dijalankan.

2. Jika dokter menyarankan untuk menjalankan program dengan pengawasan dari ahlinya, maka lakukanlah!

Jika ternyata dokter mengizinkanmu untuk menjalani program diet dengan diawasi oleh sang ahli, maka kamu bisa mendatangi pusat pelatihan diet untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut. Jangan sekali-kali melakukannya tanpa ada pengawasan dari instruktur, karena bisa mengakibatkan gangguan kesehatan fatal jika terjadi kesalahan. Kecuali dokter nggak menganjurkan kamu diawasi oleh instruktur, maka kamu bisa langsung melakukan program dietnya.

3. Mulailah mengurangi asupan karbohidrat dan lebih banyak mengonsumsi lemak, inilah inti dari diet ketogenik

asyik, boleh makan daging.. via www.organiclifestylemagazine.com

Kurangi asupan karbohidrat sebanyak 100 gram di minggu pertama dan 20 gram di minggu kedua.

Untuk melakukannya, kurangi konsumsi nasi, roti, pasta, sereal, keripik, permen dan segala sesuatu yang berasal dari tepung dan mengandung gula.

Sedangkan untuk mendapat asupan protein dan lemak, kamu bisa mengkonsumsi telur, ikan berlemak, daging tanpa lemak serta produk susu.

4. Perhatikan asupan kalori harianmu, sesuaikan dengan aktivitas yang kamu lakukan sehari-hari. Kekurangan kalori membuatmu lemas dan justru sakit

perhatikan kalorimu via britsbrothersgym.com

Di minggu ketiga, kurangi asupan karbohidrat hingga 10 sampai 15 gram per hari. Perhatikan juga asupan kalori harianmu, jika kamu termasuk orang yang sangat aktif maka jumlah kalori yang dibutuhkan adalah 2500 kalori per hari.

Namun, jika tubuhmu tergolong kecil dan kurang aktif, maka jumlah yang dibutuhkan sekitar 1500 sampai 2000 kalori saja per harinya.

5. Agar kamu nggak kesulitan menghitung jumlah kalori yang masuk setiap harinya, buatlah jurnal makanan secara rutin

buat jurnal makanan via thebigyogi.com

Tahapan ini memang rumit, namun ini akan memudahkanmu untuk mengetahui seberapa banyak asupan kalori, protein dan karbohidrat yang masuk ke tubuhmu sehari-hari. Label yang terdapat pada kemasan makanan bisa mempermudahmu untuk mengontrol ketiga hal penting di atas.

Jika kamu kesulitan, gunakan aplikasi MyFitnessPal untuk menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan per hari.

Jadi, kamu harus memperhatikan betul asupan lemak, karbohidrat dan protein yang masuk ke tubuhmu. Beberapa daftar ini bisa membantu

perhatikan menunya via atulmalla.wordpress.com

  • Sumber lemak bisa kamu dapatkan dari daging, kacang-kacangan dan buah. Daging merupakan menu utama diet ketogenik, kamu bisa mengonsumsi kombinasi antara daging berlemak seperti daging sapi dan kalkun, daging non lemak seperti daging ayam serta jenis kalkun tertentu. Hindari daging kambing untuk mencegah lonjakan kolesterol yang nggak terkontrol. Untuk buah, kamu bisa konsumsi alpukat.
  • Untuk produk susu, kamu boleh konsumsi, asal tetap mengontrol asupan per harinya. Berita bagusnya, kamu dianjurkan untuk mengonsumsi keju.
  • Minyak tak jenuh seperti minyak zaitun, minyak kedelai, minyak bunga matahari dan minyak jagung.
  • Untuk sumber proteinnya, kamu bisa konsumsi telur, tahu dan tempe.
  • Karbohidrat, bagaimanapun juga tetap dibutuhkan tubuh, kamu bisa mendapatkannya dari sayuran yang dimakan mentah seperti brokoli, selada, mentimun, paprika dan asparagus. Hindari sayuran seperti jagung, wortel, kacang polong dan kentang. Kamu juga bisa mengonsumsi setengah roti gandum yang dipanggang.

Memang menjalani diet ketogenik ini kelihatannya sulit, namun jika kamu melakukannya dengan sepenuh hati dan tekad yang bulat, maka badan ideal yang kamu idam-idamkan pun akan terwujud. Harus rela bersusah payah dulu untuk mendapatkan tujuan yang diharapkan, bukan? Jadi gimana, kamu tertarik?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya