Nggak cuma momen nagih hutang aja yang bikin kamu serba salah, momen meminta kembali barangmu yang dipinjem temen pun juga kerap membuatmu berpikir keras. Mau nggak ngasih pinjem sejak awal kok nggak enak, mau minta buru-buru kok kayanya nggak ikhlas juga, udah kelar tapi kok ya nggak dibalik-balikin. Aduh Gusti, temen model begini enaknya diapain sih -_-

Entah benar-benar amnesia atau memang dari awal niat memiliki barang yang dipinjem itu seutuhnya. Harusnya kalau memang mau minta ya bilang minta, jangan bilangnya pinjem tapi nggak dibalikin. Atau niat mau pinjem dalam jangka waktu lama ya bilang aja, biar kita yang punya ini nggak ngarep terus tiap ketemu dia.

Biar sungkannya nggak berlebihan, kamu bisa menagihnya melaluin sindiran yang elegan. Kalaupun pada akhirnya memang tak kunjung dikembalikan, yasudahlah, setidaknya kamu memberi sedikit pelajaran di telinganya supaya dia tak melakukan hal yang sama pada kawan yang lainnya.

1. Kalau dia lupa sudah meminjam barangmu, ikutan lupa aja kalau barangmu sudah ‘raib’ dipinjam olehnya

ini kaya punya gue nih via il8.picdn.net

“Kaya kenal nih sama earphone ini.” *sambil dilihatiiin aja*

“Kayanya dulu aku pernah punya juga sih.” *sambil dipegang dan masih dilihat-lihat*

Advertisement

Kalau pepatah dulu bilangnya air susu dibalas dengan air tuba, sekarang sudah samain aja. Air susu ya air susu, air tuba ya air tuba. Dia belagak lupa, eh kamunya juga. Padahal dalam hati sih kamu bilang, “Ini kan emang punya gue, sial sudah enam bulan nggak dibalik-balikin juga.” Harapanmu sih dia bakal nanggepin, “Iya itu kan emang punya kamu yang aku pinjem kapan hari, maaf ya aku lupa balikinnya, ambil aja.”

2. Kalau kamu keburu butuh tapi sungkan buat minta, yaudah sih kamu beli baru aja. Jangan lupa, pakainya mondar mandir depan dia ya~

bulu mata gue baru lho :3 via www.valorebooks.com

“Lu ngapain sih Ndin mondar mandir depan kelas gitu?”

“Capek duduk, pengen jalan-jalan aja. Sehaaat” *sambil ngecharge hape pake powerbank baru*

“Itu kenapa hape dicharge nggak ditaruh aja?”

“Enggaklah, takut ilang. Powebank gue baru njiiir, dulu gue punya persis kaya gini tapi nggak tau sekarang kemana.”

Syukur-syukur kawanmu yang khilaf belum mengembalikan barang pinjamannya jadi merasa tersentak dan bersalah, kemudian datang padamu dengan berlinang air mata, sambil mengembalikan barang itu. Ya kalau dibalikin alhamdulillah, kalau enggak yaudah. Toh kamu sudah punya barang baru juga, walau niatnya cuma mau kamu pakai buat manas-manasin dia aja sih.

3. Kalau lupa dibales lupa, pinjem juga kudu dibales pinjem. Coba gantian, dia pinjemin kaga?

ehm… aku boleh pinjem…. via i.ytimg.com

“Fan, lu bawa flashdisk (gue) nggak?”

“Bawa, kenapa?”

“Siniin bentar, pinjem. Flashdisk gue ketinggalan kayanya, nggak ada di tas. Buruan gue mau ngeprint.”

“Nih!” (anjiiir ini mah bukan punya gue, nggak papa gantian gue embat aja)

Kalau yang ini gimana? Kalau temen yang baik itu temen yang nggak ragu buat meminjamkan barangnya, mari kita uji kebaikan hati dari kawanmu ini. Kamu pernah minjemin barang ke dia (walau akhirnya barang itu tak kunjung kembali), coba sekarang giliran kamu yang meminjam barang ke dia deh. Walau sejatinya ini akal-akalan kamu aja sih buat mengambil hak milikmu lagi. Untung-untung emang barang kamu sendiri yang dipinjemin, kalau beda mah ya apes aja. Untung-untung kalau fungsinya sama kan?

4. Sekali-kali ngelibatin orangtua buat minta barangmu balik. Kebanyakan anak pasti nggak mau dibilang durhaka, termasuk ke orangtua kawannya

i don’t want to cry, but my mom… via imagesmtv-a.akamaihd.net

“Dim, nyokap gue nanyain nih.”

“Hah nanyain apaan?”

“Nanyain itu, kok leptop gue nggak pernah kelihatan di rumah. Gue kudu jawab apa ya?”

(((JLEB)))

Kenapa nyokap? Ya gimana, dibanding bapak, namanya emak kan biasanya lebih care sama barang-barang anaknya gitu. Mendengar kamu ngomong begitu, kalau dia peka sih harusnya bakal segera mengembalikan barang yang kamu tanyain tadi. Karena sang pemilik asli sudah menagihnya, yaitu emak kamu. Tapi, kalau dia masih nggak peka dan nggak sadar diri, lemparin granat aja apa ke rumahnya? :))

5. Kalau nggak berani biasa nagih secara frontal dengan aneka ragam sindiran, yaudah gih pakai media sosial aja

boleh dicoba nih via i.telegraph.co.uk

“Pulpen oh pulpen. Beli berkali-kali kok ilang lagi, ilang lagi. Sebenernya tau sih siapa yang minjem, lagi nunggu dia sadar buat balikin aja. Ya Allah tolong bimbing hambamu yang satu itu…”

Bikin aja status no mention di media sosialmu. Buat semuanya sama, di BBM, facebook, twitter, Line, semuanyah. Tapi pastikan dulu kamu temenan sama dia ya, kan kalau enggak jatuhnya percuma. Sebab, gimanapun media sosial merupakan tempat paling ampuh untuk berkeluh kesah sekaligus nyindir nomention. Kamu bisa melakukan ini juga untuk mengusik ketenangan temanmu yang sok-sok lupa sama barang yang dipinjamnya. Pasang status curhatan hatimu tentang sedihnya ‘kehilangan’ barang kesayangan, susahnya nagih barang yang tak kunjung dikembalikan, Duh!

6. Kirim-kirim salam via radio juga masih sah-sah aja kok kamu layangkan, pastikan dulu dia mendengarkan~

di radio, aku dengar ~~~ via www.colourbox.com

“Buat siapa aja deh yang ngerasa pinjem barang tapi tiap ditagih selalu berkelit, ati-ati cuy entar dikebumikannya sulit…”

Kasih petuah yang serem abis, kalau perlu sampai dia menyesal dan nangis-nangis. Selain media sosial, radio juga bisa kamu manfaatkan sebagai media perantara penyampai pesan. Kalau si temen punya kebiasaan dengerin radio pas di mobil, kamu cari tahu dulu jam-jam berapa aja saat dia berkendara, biar salam-salammu nggak sia-sia. Nggak usah sebutin nama nggak papa, sebutin aja nama barangnya. Hihiii~

7. Enam cara di atas masih nggak mempan, yaudah yuk mari frontalin aja. Bilang kalau kondisinya DARURAAAT ABIS!

i want to talk with you~ via img.huffingtonpost.com

“Yud, gue mau ngomong sesuatu nih.”

“Apaan sih Din?”

“Ini soal leptop yang lu pinjem. Jujur aja nih ya, sebenernya laptop itu adalah pemberian dari om-om pejabat, sebagai imbalan karena gue udah mau niupin matanya yang kelilipan gitu.”

“Terus?”

“Nah, kapan hari si Om ngubungin gue. Dia ditangkap KPK gara-gara…”

“Jadi ini hasil korupsi? Iya ini gue balikin.”

Dalam keadaan darurat, semua hal yang dilakukan akan dianggap wajar. Termasuk menagih barang pinjaman. Kenapa? Karena keadaannya darurat! Yang kamu butuh saat ini hanya alasan yang kedaruratannya tak perlu dipertanyakan lagi. Semoga dengan cara-cara ini barang kalian segera balik ya, amiiiiiiiiiiiiiiiin ……