Air merupakan kebutuhan vital bagi kelangsungan hidup manusia. Manfaat yang paling sering digunakan adalah untuk dikonsumsi sehari-hari. Secara umum, air minum yang kita konsumsi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu air minum tanpa kemasan atau yang diolah secara sederhana oleh rumah tangga dan air minum dalam kemasan (AMDK) olahan pabrik yang langsung bisa diminum.

Tahukah kamu? Ternyata nggak semua air minum dalam kemasan berasal dari mata air di bawah kaki gunung, lho!

Sepintas mungkin semuanya adalah air mineral murni, tapi ternyata, ada banyak jenis air minum dalam kemasan dengan masing-masing sumber, zat yang terkandung di dalamnya, berikut cara pengolahannya. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap rasa dan kegunaannya bagi tubuh kita.

Nah, biar kamu nggak mudah terpengaruh dengan promosi di televisi ataupun kemasan yang unik dan menarik, lebih baik kamu ketahui dulu jenis-jenis air minum dalam kemasan yang banyak beredar di pasaran. Berikut Hipwee Tips berikan penjelasannya…

1. Air mineral, istilah yang kerap disebut oleh sebagian besar orang ini merupakan air yang mengandung unsur mineral alami yang dibutuhkan oleh tubuh

Advertisement

Air mineral merupakan air yang diambil dari dalam tanah melalui sumur atau sumber mata air dan secara alami mengandung 250 zat kandungan mineral yang mengendap di dalamnya. Unsur mi­neral seperti besi, kalsium, mangan, fluor, garam, dan senyawa sulfur lain yang terkandung di dalam air mineral ini sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Setelah melakukan aktivitas berat yang mengeluarkan banyak cairan, se­perti olahraga misalnya, tubuh memerlukan kembali mineral-mineral yang ikut keluar bersama keringat. Mineral diperlukan untuk mengontrol suhu tubuh dan membantu proses metabolisme. Di sinilah peran air mineral sangat dibutuhkan.

Jenis air minum dalam kemasan ini paling banyak dipasarkan, sehingga sebagian besar orang menyebut air minum dalam kemasan dengan sebutan air mineral.

2. Air murni atau purified water merupakan air yang ‘dimurnikan’ dengan proses tertentu untuk menghilangkan kandungan kimia dan bakteri di dalamnya

air murni via cyberspaceandtime.com

Jenis air ini telah dimurnikan dengan teknik deionisasi, reverse osmosis atau proses lain sejenisnya untuk meminimalisir kandungan mineral terlarut (demineralisasi) dan menghilangkan bakteri. Air yang telah diproses ini membentuk uap air yang dikondensasi kembali sehingga membentuk air murni.

Untuk air jenis ini, air yang diambil bisa berasal dari mana saja dan langsung diproses. Saat ini, ada banyak alat khusus yang digunakan untuk memproses air menjadi air murni yang beredar di pasaran. Namun, kamu harus tetap memperhatikan penggunaannya supaya kesehatanmu tetap terjaga.

3. Air destilasi (penyulingan) menggunakan proses yang dilakukan untuk mematikan hewan bersel satu seperti kuman dan bakteri

air destilasi via d-m-w.com

Dalam proses destilasi, air dipisahkan dari campurannya berdasarkan perbedaan titik didih atau berdasarkan kemampuan zat untuk menguap. Air yang dididihkan ini akan mematikan kuman dan bakteri, termasuk juga kandungan logam dan mineral-mineral alami yang terdapat pada air. Uap dari air yang dipanaskan 180 derajat ini akan ditampung, yang kemudian dikenal dengan istilah air destilasi atau air penyulingan.

Air destilasi baik untuk dikonsumsi oleh mereka yang mempunyai gangguan ginjal, karena lebih mudah diserap sehingga nggak memberatkan kerja ginjal. Meskipun bebas dari kuman dan bakteri, sayangnya air destilasi nggak memiliki mineral terlarut yang sehat.

4. Nggak jauh berbeda dengan air destilasi, air Reverse Osmosis (RO) juga telah melalui proses penyaringan khusus untuk memisahkan kandungan zat sehingga massanya lebih ringan

Reverse Osmosis (RO) merupakan proses penyaringan air yang dialirkan melalui suatu membran halus dan diberi tekanan tinggi. Metode ini juga memisahkan kandungan zat serta partikel-partikel dalam air sehingga massanya akan lebih ringan dibanding air pada umumnya.

Terlepas dari segala kebaikan mengkonsumsi air RO, membran RO yang tetap berada di dalam filter air, nggak menutup kemungkinan bahwa metode ini dapat menghapus semua jenis kuman, terutama virus.

5. Ini dia, air pegunungan (spring water) yang berasal dari mata air pegunungan dan mengalir secara alami ke permukaan bumi

langsung dari air pegunungan via www.streamfarm.co.uk

Air ini diambil dari lapisan air yang mengalir dari pegunungan ke permukaan bumi. Air pegunungan ini diambil dari sumber mata air yang dilindungi, bebas dari bahan kimia atau terkontaminasi zat lainnya.

Di luar negeri, jenis air ini dinamai ‘spring’ karena hanya boleh diambil dari sumbernya ketika musim gugur. Banyak orang percaya bahwa air pegunungan memiliki kualitas istimewa karena muncul dari tanah dan nggak pernah digunakan sebelumnya. Sehingga kandungan mineral di dalamnya tetap terjaga dengan baik.

6. Air artesis adalah cadangan air di bawah lapisan bebatuan dalam tanah, biasanya dapat dialirkan dengan metode sumur bor tanpa harus dipompa

air artesis via www.localfoodhub.org

Air artesis berada di antara dua lapisan batuan yang kedap air sehingga menyebabkan air tersebut dalam keadaan tertekan. Apabila air tanah ini memperoleh jalan keluar, baik sengaja maupun nggak, maka akan keluar dengan kekuatan besar ke permukaan bumi dan terjadilah sumber air artesis.

Air artesis ini biasanya dialirkan ke atas dengan metode sumur bor atau sumur artesis. Untuk bisa ‘menyembur’ ke atas, air artesis harus berada di tekanan alami yang cukup. Meskipun begitu, air artesis ini nggak memiliki zat mineral alami yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

7. Sudah pernah dengar air oksigen? Yup, air ini telah diproses dan diberi tambahan oksigen untuk memberi manfaat yang lebih baik bagi tubuh

air oksigen via www.krischerie.com

Setelah melalui proses Reverse Osmosis (RO), air dicampurkan dengan oksigen seba­nyak yang diperlukan sebelum akhirnya dikemas. Air ini dipercaya memberi manfaat yang lebih karena suplai oksigennya yang tinggi, namun tetap membutuhkan pengkajian lebih dalam untuk membuktikan efektivitasnya.

Yang perlu kamu perhatikan, air yang ditambah oksigen secara perlahan ini akan melepaskan kembali kadar oksigennya ke udara setelah kemasan air dibuka dan kembali menjadi air biasa. Jadi, jika kamu berkesempatan untuk mengonsumsi air oksigen ini, segera habiskan dan jangan biarkan air oksigen ini utuh setelah dibuka kemasannya.

8. Nah, jenis air mineral alami berkarbonasi atau sparkling water
mengandung karbondioksida melalui proses alami maupun buatan. Eh, kabarnya jenis air ini sedang naik daun!

ternyata ini air mineral berkarbonasi via picssr.com

Air minum jenis sparkling ini mengandung karbondioksida terlarut saat pertama kali diambil dari sumbernya, namun bisa juga ditambahkan melalui proses tertentu. Air sparkling ini memiliki rasa yang lebih segar dan menambah sensasi yang berbeda jika dibandingkan dengan air biasa.

Mungkin kamu akan merasa keheranan dengan lapisan gelembung yang muncul pada air sparkling ini. Ya, lapisan gelembung ini berasal dari zat karbondioksida yang terkandung di dalamnya, sehingga menimbulkan sensasi kesegaran tersendiri.

Namun, kamu perlu menghindari air mineral berkarbonasi yang memiliki rasa, baik gula ataupun kadar garam yang tinggi. Efek mengonsumsi air sparkling, sebagian orang akan mengalami kembung atau buang angin akibat gas yang terkandung di dalamnya.

Itulah beberapa jenis air minum dalam kemasan yang banyak dipasarkan di sekitar kita. Setelah mengetahui karakteristiknya masing-masing, sekarang semuanya tergantung dari kamu, pilihlah air minum yang sesuai dengan kebutuhanmu, ya! Jangan hanya penasaran dengan bentuk kemasan yang menarik saja, tapi juga ketahui jenis air yang akan kamu konsumsi.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya