Tidak akan ada habisnya jika membahas tentang keindahan alam Indonesia. Objek wisata alam mulai dari gunung, danau, laut, hutan dan lain sebagainya ada dan menunggumu untuk menjamahnya. Memang, predikat negara kepulauan berbanding lurus dengan objek wisata Indonesia yang didominasi oleh pantai, danau, dan air terjun.

Nah, di artikel kali ini, Hipwee akan memberitahu objek wisata air terjun di Indonesia yang harus kamu kunjungi minimal sekali seumur hidup. Di mana sajakah itu? Yuk, kita bahas satu persatu.

1. Sulawesi boleh pernah terbelah karena Poso. Namun, ia juga punya Air terjun Saluopa yang menyejukkan hati.

Sejuknya Air Terjun Saluopa via hal-halanehdidunia97.blogspot.com

Air terjun yang memiliki 12 tingkatan dan di setiap tingkatannya membentuk sebuah kolam kecil ini terletak di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, kabupaten Poso atau sekitar 12 km arah barat kota Tentena, Sulawesi Tengah. Air terjun ini memiliki aliran air yang sangat jernih sehingga bebatuan yang dialiri oleh aliran air terjun terlihat jelas secara kasat mata, kamu dapat mendaki tangga batu yang dialiri arus air karena tidak licin.

Selain itu, air terjun ini juga biasa disebut dengan air luncur Saluopa, karena sumber mata airnya yang meluncur dengan deras dari puncak gunung. Jika beruntung, kamu akan melihat pelangi kecil yang sangat indah muncul di antara derasnya aliran air terjun Saluopa. Panorama alam berupa hutan tropis yang indah dan asri lengkap dengan udara segarnya akan memanjakan mata dan menenangkan hati kamu ketika berkunjung ke tempat ini.

2. Tidak hanya terkenal dengan danau Toba, Sumatera Utara juga punya air terjun dua warna bernama Sibolangit

Advertisement

Air Terjun Sibolangit dengan 2 warnanya yang cantik via klikhotel.com

Terletak di desa Durin Sirugun, kecamatan Sibolangit, Sumatra Utara. Kurang lebih 3 jam dari pusat kota Medan. Berada persis di kaki gunung Sibayak, air terjun ini memiliki keunikan karena terdiri dari 2 warna dan hijaunya tumbuhan sekitar, sehingga perpaduan warna tersebut mampu membuat mulut kita ternganga sesaat ketika sampai di tempat tersebut.

Air terjun dengan ketinggian 1270 mdpl ini memiliki 2 gradasi warna yang berbeda karena kandungan airnya yang mengandung fosfor dan belerang. Selain warna, suhu air terjun ini pun sangat unik, suhu dingin pada air berwarna biru yang tumpah riuh dari atas dan suhu hangat pada air tampungan yang berwarna putih keabu-abuan, cocok sekali bagi kamu pecinta fotografi sebagai bingkai foto.

Tapi, jangan sampai minum air dari air terjun ini ya, karena mengandung fosfor dan belerang yang berbahaya bagi tubuh.

3. Mereguk keindahan air terjun Mursala yang menyatu dengan asinnya lautan Hindia di Tapanuli Tengah.

Air Terjun Mursala, Perpaduan air tawar dengan asinnya air laut via www.satyawinnie.com

Cukup sulit untuk menuju ke lokasi air terjun Mursala yang terletak di antara pulau Sumatra dan pulau Nias ini, selain jarak yang jauh, biaya transportasi juga menjadi perhitungan ketika berencana melihat air terjun yang langsung bersentuhan dengan air laut Samudra Hindia. Tapi, bukan berarti kamu harus menghapusnya dari daftar destinasi vakansimu ketika berkunjung ke Sumatra utara. Kemegahan air terjun setinggi 35 m yang mengalir pada batuan granit kemerah-merahan di tebing pulau ini mampu membuat mulut kamu berdecak kagum akan keindahan ciptaan Tuhan. Keindahan alamnya yang masih asri dan belum terjamah manusia menjadi daya tarik sutradara Hollywood untuk menjadikan pulau mursala sebagai lokasi syuting, salah satunya adalah film “King-Kong” yang diproduksi pada tahun 2005.

4. Mengintip keindahan pemandian bidadari kayangan di air terjun Moramo, Konawe Selatan.

Tempat pemandian bidadari di air terjun Moramo via galauananakhi.blogspot.com

Salah satu objek wisata air terjun yang patut kamu kunjungi adalah air terjun Moramo yang terletak di Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe selatan, atau sekitar 45 km dari pusat Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tempatnya yang terletak di dalam kawasan hutan lindung Tanjung Peropa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung ke tempat tersebut. Dari ketinggian 100 m, terbentuklah air terjun bertingkat yang terdiri dari 7 tingkatan utama dan 60 tingkatan kecil yang membentuk sebuah kolam kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai pemandian alam. Kamu yang hobi berenang dapat memilih kolam pada tingkatan kedua yang lebih luas dan tidak terlalu dalam.

Tak hanya bentuknya yang indah ketika tersentuh cahaya matahari, bebatuan tersebut terkadang memancarkan sinar pelangi yang berwarna-warni lengkap dengan buih air terjun dan riak gelombang yang lembut. Tak heran, masyarakat sekitar mempercayai tempat tersebut sebagai pemandian para bidadari yang turun dari khayangan.

5. Menikmati kesegaran air terjun Sendang Gile yang mengaliri tebing bertingkat, lengkap dengan asrinya nuansa hijau di Lombok Utara.

Air Terjun Sendang Gile di Lombok via hasanlombok.blogspot.com

Tidak lengkap rasanya menikmati persona keindahan alam Lombok tanpa mengunjungi air terjun Sendang Gile yang berjarak sekitar 60 km dari ibu kota Mataram atau sekitar 2 hingga 3 jam dengan kendaraan roda empat. Dengan ketinggian kurang lebih 31 m dan terletak di ketinggian 600 mdpl, air terjun ini terdiri dari 2 tingkatan, di mana tingkatan pertama muncul dari atas tebing dan jatuh ke dasar kolam di bawahnya yang membentuk tingkatan kedua membentuk sungai di bawahnya. Kamu bisa mandi di sini karena dasar air sungainya yang relatif datar. Lokasi air terjun ini masih berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Hal menarik lainnya yang menjadi magnet berkunjung ke sini adalah kepercayaan penduduk setempat yang mempercayai bahwa dengan membasuh muka atau mandi di bawah air terjun Sendang Gile ini akan membuat orang menjadi lebih muda satu tahun dari usia aslinya. Nama Sendang Gile sendiri diambil dari cerita penduduk sekitar yang secara tidak sengaja menemukan tempat ini kala memburu singa gila yang mengacau di sebuah kampung, kemudian lari masuk ke hutan.

6. Menelusuri tempat terakhir Patih Gajah Mada melakukan meditasi di Madakaripura, hujan abadi di Probolinggo.

Tempat terakhir patih Gajah Mada melakukan semedi via galauananakhi.blogspot.com

Jika kamu berkunjung ke kawasan Gunung Bromo, tidak lengkap rasanya jika kamu hanya menikmati kawah dan lautan pasirnya yang mempesona. Air terjun Madakaripura adalah destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi ketika melakukan vakansi ke Probolinggo.

Terletak di Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, air terjun tempat Gajah Mada melakukan semedi untuk yang terakhir kalinya ini dikelilingi oleh tembok raksasa yang luar biasa tinggi, sehingga menjadikan kawasan ini menjadi ruang alami serupa tabung yang terkesan mistis namun memukau siapa saja yang melihat air terjun yang terdapat dalam ruang berketinggian 200 m ini. Pesona sinar matahari yang menyoroti bebatuan yang lengkap dengan lumut hijau basah serta suara gemuruh air menjadikan tempat ini terkesan gagah, mirip dengan sosok Gajah Mada. Cukup membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3 jam dengan mengambil rute antar kota ke Sidoarjo-Porong-Pasuruan-Probolinggo kamu dapat menikmati keindahan air terjun yang terletak di kawasan Gunung Bromo ini.

Sebaiknya kamu tidak pergi ke kawasan ini ketika musim hujan, karena masih termasuk ke dalam kawasan daerah yang rawan longsor. Gunakan sandal jepit karena kawasan ini cukup licin.

7. Indahnya air terjun Benang Kelambu yang keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang, mirip seperti kelambu.

Perpaduan lebatnya pohon gambung dan segarnya air terjun benang kelambu via sinarharapan.co

Satu lagi objek wisata air terjun yang terdapat di Lombok, yaitu air terjun Benang Kelambu. Berjarak sekitar 30 km ke arah timur dari pusat kota Mataram dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Kamu akan disambut dengan bentuk geografisnya yang ajaib karena berbentuk seperti tirai, air yang keluar dari sela-sela pohon gambung yang rindang dengan enam deret titik air tercurah dari atas bukit.

Di kawasan ini terdapat 2 kelompok air terjun, kedua kelompok ini memiliki ketinggian sekitar 40 m serta memiliki 2 hingga 3 tingkatan, dari tingkatan pertama yang berketinggian 30 m curahan air tidak langsung jatuh ke kolam, melainkan ke tingkatan bawah dimana terdapat tiga susunan batu yang disinggahi sebelum akhirnya mencapai kolam di bagian paling bawah. Kamu bisa bermain air di kawasan ini, serta jangan lupa untuk mengambil foto dengan latar belakang air terjun benang kelambu yang menakjubkan.

8. Air Terjun Sri Gethuk, yang selalu mengalir memecah keringnya Gunung Kidul.

Air terjun yang tidak pernah berhenti mengalir via yogyatrip.com

Terletak di desa wisata Bleberan, kabupaten Gunung Kidul. Air Terjun Sri Gethuk bagaikan sebuah keajaiban yang gemuruh airnya mampu menjadi pemecah keheningan bumi Gunung Kidul yang terkenal kering. Mengalir tanpa mengenal musim di antara ngarai sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, air terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan ketika berkunjung ke Yogyakarta. Bebatuan yang indah dapat kamu jadikan sebagai latar belakang untuk hasil foto yang ciamik, batuannya membentuk undakan laksana tepian kolam renang yang mampu membangkitkan hasrat untuk bermain air.

9. Mengunjungi Air Terjun Sipiso-piso di Karo, Sumatra Utara, air terjun tertinggi di Indonesia.

Air terjun tertinggi di indonesia via adinugraha84.blogspot.com

Air terjun yang terletak di desa Tongging, kecamatan Merek, Kabupaten Karo ini didaulat sebagai air terjun tertinggi di Indonesia. Berada di ketinggian 800 mdpl lengkap dengan lanskap hutan pinus yang masih alami. Nama air terjun ini memiliki makna yang khas, berasal dari kata “piso” yang artinya adalah pisau. Derasnya air yang berjatuhan dari bukit dengan tinggi diatas lebih dari 100 m ini dianalogikan layaknya bilah-bilah pisau yang tajam, ditambah lagi jurang curam yang jika dilihat dari puncak bukit membuat orang setempat menyebutnya dengan piso dari tanah Karo. Berjarak sekitar 35 km dari kota terkenal Berastagi, hanya memerlukan waktu 45 menit dari pusat kota Medan.

10. Air Terjun Sekumpul, surga kecil yang tersembunyi di balik lebatnya Hutan Buleleng, Bali.

Pesona air terjun sekumpul di hutan buleleng, bali via buleleng.dewatanews.com

Dikenal juga dengan nama air terjun Gerombong, memiliki ketinggian sekitar 100 m dan terdiri dari beberapa air terjun, setidaknya ada tujuh air terjun yang letaknya terpisah-pisah dan berjauhan. Air terjun yang tersembunyi di balik lebatnya hutan Buleleng, Bali ini berjarak sekitar 76 km dari Denpasar atau 20 km dari kota Singaraja dengan 1 jam jarak tempuh, dari tujuh air terjun yang ada hanya dua air terjun yang bisa didatangi lebih dekat, uniknya lagi dua air terjun terdekat yang letaknya berdampingan memiliki debit dan ketinggian yang berbeda, tidak hanya itu, dua air terjun itu juga berasal dari sumber mata air yang berbeda. Di musim hujan, air terjun yang berada di sebelah kiri akan tetap bening karena berasal dari mata air, sedangkan sebaliknya sebelah kanan akan berwarna coklat keruh karena berasal dari sungai.

11. Sejuknya hawa lereng gunung Lawu tak akan lengkap tanpa Grojogan Sewu.

Grojogan sewu di lereng gunung Lawu via edwin1303.deviantart.com

Segar dan sejuknya lereng Gunung Lawu dapat terasa ketika kita mengunjungi Grojogan Sewu. Tempat wisata yang masih termasuk ke dalam kawasan hutan lindung ini terletak di Tawang Mangu, Karang Anyar, dan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang harus kamu kunjungi ketika vakansi ke Solo. Grojogan Sewu berasal dari bahasa jawa yang berarti air terjun seribu, karena tidak hanya terdapat satu aliran air terjun.  Dengan berjalan menuruni tangga yang panjang lengkap dengan lanskap hutan yang masih asri, akan membuat pikiran yang penat dengan suasana perkotaan menjadi tenang, selain itu tersedia kolam renang dengan air dinginnya yang berasal dari alam (tanpa kaporit tentunya).

12. Curug Cikaso, air terjun yang tersembunyi di balik lebatnya hutan rimba di Sukabumi.

Curug cikaso di pedalaman hutan Sukabumi via asepparizal.blogspot.com

Curug ini sebenarnya mempunyai nama asli curug Luhur, mengalir dari anak sungai Cikaso yang bernama Cicurug, Tetapi oleh kebanyakan orang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso. Terletak cukup jauh sekitar 110 km dari pusat kota Sukabumi atau 30 km dari Ujung Genteng. Terbentuk dari tiga titik air terjun yang berdampingan dalam satu lokasi dengan bagian bawahnya yang menyerupai kolam dengan warna air hijau kebiru-biruan. Jika kamu ingin berkunjung ke Curug Cikaso, sebaiknya kamu lakukan pada pagi hari karena bias sinar matahari yang baru terbit akan tercipta dengan jelas dari butir-butir halus cipratan air terjun, menambah sejuknya pedalaman Sukabumi.

13. Rasakan juga segarnya sungai dengan 7 aliran air terjun di Curug Bandung, Karawang.

Indahnya curug Bandung via bandung.panduanwisata.id

Curug yang berada di bawah kaki Gunung Sanggabuana ini memiliki ketinggian sekitar 25 m, merupakan keajaiban alam dengan rangkaian 7 air terjun (relatif kecil) dalam satu aliran sungai, mulai dari Curug Peuteuy, Oicung, Cadas, Jodo, Lesung, dan yang paling besar adalah Curug Bandung. Berjarak 43 km dari ibu kota Kabupaten Karawang dengan jalanan aspal yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, cukup dengan membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- kamu dapat menikmati sejuknya air curug Bandung.

14. Air terjun Sidoharjo, pelengkap perjalananmu ketika bertandang ke Kulon Progo, Yogyakarta.

Air terjun Sidoharjo di Kulon Progo bukan di Sidoarjo via ardiantoyugo.com

Air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 75 m ini masih tergolong baru (ditemukan) dan belum banyak dikenal. Terletak di padukuhan Gonolangu, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo. Memakan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dari pusat kota Yogyakarta ke arah barat, walaupun tergolong baru ditemukan, pemandangan yang diperlihatkan mampu melupakan kepenatan akibat pekerjaan yang menumpuk. Suasana yang sepi lengkap dengan segarnya gemercik air terjun dapat kamu nikmati cukup dengan membayar biaya parkir sebesar Rp. 2.000 untuk motor, dan Rp. 5.000,- untuk mobil.

15. Kamu pun bisa menikmati sunset dari pinggir air terjun di Pantai Jogan, Gunung Kidul.

Eksotisme pantai jogan via situbpitub.blogspot.com

Air terjun di bibir laut adalah sesuatu yang langka di Indonesia, hanya ada di tiga tempat salah satunya adalah air terjun Mursala yang ada di Tapanuli tengah dan tempat favorit melihat senja di Yogyakarta, tepatnya di pantai Jorgan, Gunung Kidul. Butuh waktu sekitar 2 jam dari pusat kota Yogyakarta untuk mencapai lokasi ini, lokasinya persis di sebelah barat pantai Siung sering terlupa oleh para pemanjat yang dipacu semangat memeluk moleknya tebing Siung.

Padahal, di sini kamu bisa melakukan canyoning alias rappeling turun melalui air terjun yang tidak kalah untuk mamcu adrenalin kamu. Pantai Jargon adalah surga tersembunyi di balik perbukitan Gunung Kidul yang menjadi pertanda bahwa kegersangan di Gunung Kidul hanyalah sebuah mitos belaka.

Nah, itulah beberapa destinasi wisata air terjun di Indonesia yang bisa kamu kunjungi kapan saja, bagi kamu yang menyukai segarnya air tawar dengan kombinasi alam dan tingginya tebing. Punya destinasi air terjun lain di sekitarmu yang masih belum terjamah tangan jahil manusia? Yuk, berbagi dengan pembaca lain di komentar