Event romantis Dieng Culture Festival sudah resmi berakhir. Acara bertema budaya khas Dieng, Jawa Tengah ini sukses dihelat mulai dari Jumat hingga Minggu, 4-6 Agustus 2017. Puluhan ribu pengunjung memadati kawasan Dataran Tinggi Dieng untuk memeriahkan acara ini, dari berbagai macam kalangan dan usia. Ada yang sudah berkeluarga, pacaran sampai yang jomblo pun tumpek blek kedinginan di sana. Hehehe.

Buat yang sudah datang, pasti sangat terkesan dan meninggalkan kenangan indah ya. Alunan musik Jazz Atas Awan, pelepasan lampion nan syahdu berpadu dengan khusyuknya ritual cukur rambut gimbal jadi kombinasi sempurna untuk menghangatkan diri dari dinginnya Dieng. Buat yang belum sempat hadir, silakan menyesal. Rugi banget nggak datang di Dieng Culture Festival tahun ini yang begitu memesona.

Nah, buat yang hadir di sana, ada 7 hal romantis di Dieng Culture Festival yang nggak akan bisa kamu lupakan. Apa aja tuh? Simak aja ulasan Hipwee Travel yang langsung meliput dari Dieng, Banjarnegara.

Romantisme Dieng Culture Festival dimulai oleh penampilan Anji di hari pertama. Seluruh penonton menyanyikan lagu ‘Dia’ dengan penuh kebaperan tingkat dewa

anji di jazz atas awan via www.instagram.com

Hari pertama, Jumat 4 Agustus 2017, Dieng Culture Festival dibuka oleh Jazz Atas Awan. Bintang tamu lokal dan nasional turut hadir menghangatkan suasana Dieng yang malam itu menembus 5 derajat Celcius saja. Wajar sih kalau jomblo pada baper menahan kesendirian dan kedinginan sekaligus. Untungnya venue Jazz Atas Awan dihangatkan oleh Anji dan menyanyikan lagu Dia bersama-sama. Meskipun acara ini sempat diwarnai pesta kembang api yang timing-nya tidak pas.

Kalau kamu meluangkan pagi harimu yang begitu dingin untuk mendaki Bukit Pangonan, kamu akan selalu ingat pernah menemukan padang savana seindah ini

Advertisement

savana dieng via www.sociotraveler.com

Sikunir dengan golden sunrise-nya selalu jadi primadona bagi wisatawan yang datang ke Dieng. Namun kamu tidak bisa menikmatinya jika datang saat festival karena pengunjung sangat ramai sekali. Lebih baik kamu jalan kaki sedikit (kurang lebih 1 jam) dari Museum Kailasa untuk mendaki Bukit Pangonan. Di sana terdapat padang savana Dieng yang jarang orang tahu. Kabut yang menyelimuti padang savana nan hijau adalah tempat yang begitu romantis! Ke sana deh kalau nggak percaya.

Katon Bagaskara meminta penonton Jazz Atas Awan untuk berdiri dan menyanyikan lagu ‘Dinda’ bersama-sama. Wah momen ini susah dilupain sih…

katon bagaskara dan ganjar pranowo via www.instagram.com

Di hari kedua Jazz Atas Awan, Katon Bagaskara membuat suasana makin semarak. Legenda musik Indonesia ini menyanyikan tembang-tembang lawas nan syahdu seperti Negeri di Awan, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta hingga ditutup dengan lagu Dinda Di mana. Apalagi Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo juga ikut bernyanyi. Seru banget!

Penonton yang sudah merasa hangat diminta oleh Katon untuk berdiri dan menyanyikan lagu ‘Dinda Di mana’ bersama-sama. Sebuah penutupan yang sangat mengagumkan dari Katon Bagaskara!

Make a wish dengan lampion warna warni yang diterbangkan, apalagi berdua bersama pasangan, pasti akan selalu membekas dalam kenangan. Romantis abis. Jomblo jangan baper!

pelepasan lampion DCF 2017 via www.instagram.com

Acara yang paling ditunggu oleh peserta Dieng Culture Festival adalah pelepasan lampion seusai Jazz Atas Awan hari kedua. Setelah berdiri menyanyikan lagu ‘Dinda Di Mana’, seluruh pengunjung menyalakan lampion dan menerbangkannya ke langit bersama-sama. Aneka warna-warni lampion membuat malam di Dieng tak sedingin biasanya. Mereka juga melakukan make a wish dan menerbangkan harapan tersebut ke langit bersama lampion. Indahnya…

Khusyuknya ritual cukur rambut gimbal yang melibatkan 9 anak berambut gimbal. Uniknya permintaannya aneh-aneh, mulai dari Ipad sampai jajanan yang dijual di warung tetangga

cukur rambut gimbal via www.instagram.com

Acara puncak Dieng Culture Festival adalah ritual cukur rambut gimbal. Rambut gimbal ini dimiliki oleh sebagian anak Dieng dan harus dicukurkan agar gimbalnya hilang. Nah, satu-satunya cara agar rambut gimbalnya tidak tumbuh lagi adalah dengan mencukurnya di acara ritual cukur rambut gimbal setahun sekali saat pelaksanaan Dieng Culture Festival. Bagi anak yang meminta dicukur rambutnya, si anak boleh meminta sesuatu yang harus dikabulkan oleh orangtuanya ataupun gotong royong masyarakat. Permintaan mereka pun aneh-aneh, mulai dari Ipad, paha ayam KFC, jajanan yang dibeli dari warung tetangga, hingga sapi 2 ekor! Unik-unik ya…

Buat kamu yang nggak jadi datang ke Dieng Culture Festival tahun ini, yakin deh nyesel banget. Semoga tahun depan kamu bisa ke sana ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya