Mendaki itu kegiatan yang bisa dinikmati oleh semua golongan. Tanpa terkecuali. Mau kamu cowok kutu buku atau cewek yang hobinya main ke mall, kalau kamu punya keinginan dan tekad yang kuat untuk mendaki, kamu pasti akan menemukan keseruannya. Cobain deh!

Begitupun demikian dengan cewek berhijab. Hijabmu tak membatasimu untuk bisa menikmati indahnya pesona gunung. Namun, memang harus diakui bahwa pendaki berhijab tak semudah pendaki lain dalam melakukan pendakian. Selain memikirkan soal keselamatan, pendaki berhijab juga tetap harus memikirkan soal konsekuensi hijab yang ia kenakan.

Nah, kalau kamu cewek-cewek berhijab dan ingin menikmati indahnya gunung, kamu wajib memperhatikan hal-hal ini. Agar kamu tetap bisa menikmati indahnya pesona gunung Indonesia, namun tetap menjaga batasan hijabmu.

Cewek berhijab identik dengan kesiapan fisik yang kurang. Biar nggak gampang cedera, lebih baik persiapkan fisikmu terlebih dahulu

Persiapkan fisikmu~ via www.kriya.co.id

Biasanya, kegiatan cewek-cewek berhijab itu terpusat pada kegiatan di dalam ruangan. Sehingga fisiknya kurang terlatih untuk melakukan pendakian. Maklum, biasanya kan cewek berhijab menjaga benar-benar pergaulannya. Jadi tak sembarangan bergaul di luar.

Advertisement

Namun harus diakui juga bahwa mendaki itu kegiatan yang menguras tenaga. Oleh karena itu wajib hukumnya untuk mempersiapkan fisikmu terlebih dahulu. Mulailah dengan latihan fisik sederhana semisal jogging atau jalan cepat. Tujuannya agar fisikmu terbiasa dan nggak gampang cedera.

Kamu bisa ikut komunitas pendaki muslimah. Kamu akan merasa lebih aman jika mendaki bersama mereka

Ikut aja komunitas mereka~ via Muslimahdaily.com

Bagi pendaki berhijab, kenyamanan secara batin itu hal yang wajib diperhatikan. Kamu mungkin nggak akan nyaman jika ikut rombongan pendaki yang mayoritas isinya cowok-cowok bertampang garang, kan? Oleh karena itu, ajaklah sesama temanmu yang juga berhijab. Kalau bisa, coba deh ikut mendaki bareng komunitas pendaki muslimah yang semakin hari jumlahnya juga semakin banyak. Dengan begitu selain kamu bisa merasa bahagia menikmati pesona gunung, kamu juga akan merasa lebih aman dan nyaman saat mendaki bareng mereka. Intinya sih, luasin pergaulan ya.

Tapi tetap saja, rombongan cewek berhijab tetap harus memiliki anggota cowok dalam rombongannya, ya…

Tapi tetep usahakan harus ada cowoknya, ya… via aphrieliya.blogspot.co.id

Yah, meski kamu merasa nyaman mendaki bareng cewek-cewek berhijab lainnya, namun tak boleh dipungkiri juga bahwa adanya anggota cowok dalam rombonganmu itu juga perlu. Jangan terlalu ngotot ogah memasukkan anggota rombongan cowok dengan alasan ‘bukan mahram’. Harus kamu akui juga, cowok bisa membantumu dalam banyak hal. Mulai dari urusan bawa barang-barang berat sampai melindungimu dari bahaya. Terlalu beresiko jika cewek-cewek mendaki tanpa lelaki.

Syukur-syukur kalau bisa ngajak saudara cowok sebagai bagian rombongan pendakianmu…

Yah, alhamdulillah kalau bisa ngajak saudara cowok~ via jejakmimpi93.blogspot.co.id

Yah, kalau memang kamu masih khawatir dengan kenyamananmu selama pendakian, ajak saja saudara cowokmu untuk ikut mendaki bersama rombongan kalian. Nggak ada yang melarang, kok. Biar kamu merasa lebih nyaman dan lebih tenang, mengajak saudara cowok bisa jadi solusi yang tepat. Ya kalau kamu punya prinsip, jangan manja ya. Kamu harus konsekuen agar keselamatanmu tetap terjaga.

Kalau merasa kesulitan, jangan memaksa mengenakan rok panjang. Pakai saja celana training yang longgar

Kalau memang ngerasa kesulitan ya ganti training aja, tuh ada dua contohnya… via syuhratul.blogspot.co.id

Urusan outfit juga perlu kamu perhatikan, ya. Bagi pendaki berhijab, pilihan outfit memang sangat terbatas. Selain mementingkan kenyamanan, kamu juga wajib memikirkan keselamatanmu selama pendakian. Sepanjang perjalanan, mungkin kamu akan kesulitan jika mengenakan rok panjang. Iya, memang rok panjang yang longgar itu sesuai dengan ajaran agama. Tapi jika kamu kesulitan, ya kenapa naik gunung? Hahaha.

Sebagai alternatif, kamu bisa kok mengenakan celana training yang nggak ketat. Dengan begitu pergerakanmu akan lebih bebas, namun tetap sesuai dengan batas hijab. Sekali lagi kamu mesti bisa kompromi di gunung. Keselamatan jauh lebih penting dari apapun.

Jangan ragu untuk meminta tolong pendaki cowok saat kamu kelelahan atau tengah cedera. Nyawamu loh yang jadi taruhannya

Kalau lelah, minta bantuan itu nggak salah via fathita.blogspot.com

Ini juga salah satu poin penting yang harus diperhatikan. Mendaki itu kegiatan yang memiliki banyak resiko. Salah satunya adalah cedera. Nah, buat kamu yang berhijab, jangan ragu untuk meminta bantuan pada pendaki cowok saat kamu merasa lelah atau cedera. Jangan sampai dengan alasan ‘bukan mahram’, kamu menolak ditolong oleh mereka. Selain kamu bakal merepotkan dirimu sendiri, menolak untuk ditolong oleh pendaki cowok juga merepotkan rombonganmu. Yang lebih penting lagi, yang jadi taruhannya ini nyawamu, loh. Masa iya kamu nggak sayang dengan nyawa pemberian Tuhan?

“Selama kamu taat aturan, cewek berhijab pun juga bisa mendaki. Kamu juga bisa menikmati indahnya gunung, sembari tetap menjaga batasan dari hijabmu”

Selamat mendaki ya, girls. Semoga sepanjang pendakian, kalian tetap aman dan tak mengalami insiden yang sampai merugikan. 😀