Pecinta kuliner zaman sekarang hobinya ya foto makanan sebelum makan. Penting bagi mereka untuk mengunggah foto makanannya ke media sosial. Tentu saja pengennya sih dapat komentar atau like di foto yang sudah diunggah. Namun apa daya, respon orang lain pun sangat sedikit dikarenakan foto makanan yang telah kita ambil ternyata hasilnya jelek dan kurang menggugah selera. Alhasil, feed Instagram kita pun nggak bagus karena ada foto makanan yang tidak menarik.

Buat traveler yang hobi wisata kuliner, ada baiknya kalian semua mempelajari 7 tips foto makanan ini deh. Biar kualitas foto kamu naik level dan makin tampak elegan. Nggak sembarangan kaya sebelumnya. Apa aja tipsnya? Yuk simak sama-sama.

Perhatikan angle foto, daripada memotret dari sudut 45 derajat lebih baik potretlah dari atas…

ambil foto dari atas via nationalgeographic.co.id

Salah satu kunci memotret dengan kamera ponsel adalah memerhatikan angle. Jika menggunakan kamera DSLR, sebaiknya mengambil gambar dengan sudut 45 derajat seperti gambar kiri. Tapi kalau menggunakan kamera HP hasilnya kurang bagus jika 45 derajat. Lebih baik potret saja dari atas. Coba potret separuh saja.

Atur komposisi makanan agar terlihat apik. Gunakan aturan fotografi, rule of third agar fotomu makin ciamik

rule of third via www.pinterest.com

Advertisement

Rule of third adalah aturan komposisi dalam fotografi yang membagi obyek foto menjadi 3 bagian sama besarnya baik vertikal maupun horizontal. Dari pembagian itu bertemulah 4 titik yang jadi fokusnya. Mata akan cenderung melihat ke 4 titik itu dibanding tempat lainnya. Tentu ini bukan hal wajib, tapi cobain deh praktekkan biar foto kamu keren.

Faktor paling penting dalam sebuah proses fotografi adalah pencahayaan. Atur pencahayaan sebaik mungkin, karena jika cahaya kurang oke maka hasilnya akan kurang baik pula…

cahaya harus bagus via cdn2.tstatic.net

Pencahayaan alami lebih bagus daripada pencahayaan buatan. Nah, kalau kamu datang ke sebuah restoran, pilihlah tempat yang pencahayaan alaminya bagus. Misal di dekat jendela. Atau kamu bisa menggunakan serbet putih atau tisu sebagai reflektor cahaya agar lebih terlihat cerah dan jelas.

Jangan gunakan flash, karena akan menciptakan warna yang berbeda dan bayangan yang tidak perlu…

jangan pakai flash via www.abowlofclover.com

Peraturan yang cukup mendasar sih, jangan gunakan flash untuk memotret menggunakan HP. Yakin deh hasilnya nggak bagus. Selain warna makanannya akan pudar, akan tercipta bayangan yang tidak diinginkan. Nggak usah pakai flash ya…

Sederhana tapi penting, fotolah makanan yang tersaji tanpa menggunakan fitur zoom. Mendekatlah ke arah obyek sampai menemukan posisi yang paling pas

jangan di-zoom via tech.dbagus.com

Kamera handphone mempunyai kecenderungan memperkecil foto, untuk itu aturlah posisimu sampai obyek memenuhi frame. Zoom membuat resolusi foto akan menjadi rendah dan tidak tajam. Sebaiknya hindari penggunaan zoom untuk foto makanan. Sederhana tapi penting ‘kan?

Pilihlah makanan yang warnanya cukup colourful. Banyak yang suka makanan yang warna-warni, nggak monoton…

colourful lebih menarik via pixabay.com

Kamu lebih suka melihat makanan yang colourful ‘kan ketimbang cuma yang sewarna aja? Pandangan mata manusia pasti lebih tertarik kepada sesuatu, lebih-lebih makanan yang berwarna-warni. Oh iya jangan lupa fotolah ketika makanan itu masih fresh sehingga warnanya masih kuat…

Terakhir, editlah dengan aplikasi maupun filter yang sesuai. Kunci sukses bikin foto yang ciamik adalah bagaimana foto tersebut bisa diedit dengan baik…

aplikasi vsco nih via www.abowlofclover.com

Aplikasi edit foto ‘kan udah banyak banget tuh. Ada Lightroom, Vsco, Snapseed, atau pun yang paling mendasar yakni menggunakan filter Instagram. Kamu tinggal menyesuaikan saja dengan fitur-fitur yang sudah ada di aplikasi-aplikasi tersebut.

Ayo segera praktek ya! Semoga sukses foto-foto maknyusnya…

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya