Belakangan ini, kota Cilacap sering mencuat namanya di media massa. Memang kota ini punya pulau Nusa Kambangan yang menjadi lokasi eksekusi mati terpidana narkoba. Tapi Cilacap tak melulu soal penjara. Tak juga harus soal logat ngapak atau kilang minyak. Sebenarnya, ada banyak firdaus yang mampu memanjakan mata kita ketika berkunjung ke kota yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa ini.

Apa saja destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi ketika berwisata ke kota yang populer dengan mendoannya ini? Yuk, cari tahu bareng Hipwee!

1. Kalau ke Cilacap, kamu harus ke Nusa Kambangan. Bukan ke penjaranya, namun ke hutan dan lautnya yang menyajikan indah panorama

Pulau Nusakambangan via www.bnpt.go.id

Kesan “menyeramkan” kerap kali terdengar ketika ada yang menyebutkan pulau Nusa Kambangan. Pulau yang secara yuridis menjadi milik Kementerian Hukum dan HAM ini berfungsi sebagai lembaga pemasyarakatan yang memiliki keamanan tingkat tinggi, sehingga bagi yang ingin mengunjungi pulau ini wajib mengantongi izin dari dari Departemen Kehakiman.

Di balik image menyeramkan yang dimilikinya, pulau ini ternyata menyimpan keindahan alam yang mampu memanjakan mata dan jiwa kita. Semakin lama mendekat, kesan menyeramkan akan semakin sirna, berganti menjadi rasa takjub dan detak kekaguman yang tiada habisnya melihat hutan belantara yang masih asri serta satwa liar yang dilindungi. Tidak perlu khawatir, karena lokasi lapas terletak jauh dari lokasi wisata, sehingga kamu tidak perlu takut bertemu dengan para narapidana disana. Pulau dengan luas keseluruhan seluas 210 km2 ini menyimpan banyak potensi wisata, seperti pantai Karang Pandan dan benteng Karang Bolong, keindahan batu karang, dan keindahan panorama alamnya yang masih belum terjamah tangan jahil manusia.

Advertisement

Akses ke pulau ini cukup mudah, hanya membutuhkan waktu selama 10 menit untuk menyeberangi selat Segara Anakan dengan kapal dari pelabuhan Pantai Teluk Penyu.

2. Benteng Karang Bolong, saksi sejarah Indonesia di pinggir Nusa Kambangan.

Benteng Karang Bolong via travelhunter17.blogspot.com

Bangunan yang memiliki luas 6.000 m2 ini memiliki 3 benteng utama, dimana salah satunya adalah benteng betingkat 3 yang memiliki ruang rapat yang luas serta meriam yang masih terjaga bentuknya. Walaupun terkesan angker, kemegahan Benteng Karang Bolong masih terlihat dari beberapa bagian benteng, seperti ruang penjara, ruang penyiksaan, dan ruang senjata. Dahulu, benteng ini digunakan untuk menyimpan rempah-rempah dan juga menangkal serangan serangan musuh Belanda yang datang dari laut atau untuk menyerang kapal musuh.

Benteng ini juga mendapat julukan sebagai Benteng Artileri, karena meriam yang digunakan pada zaman penjajahan dulu masih tersimpan rapi di benteng tersebut. Jangan khawatir akan keamanan tempat wisata ini, karena tempat wisata di Pulau Nusa Kambangan berapa di bagian pinggir, sedangkan penjaranya di bagian tengah pulau tersebut.

3. Nikmati hamparan pasir putih di pantai Karang Pandan, surga di timur Nusa Kambangan.

Menikmati hamparan pasir putih di pantai karang pandan via wisatacilacap.orgfree.com

Pantai dengan pasir putih yang terletak di sebelah timur pulau Nusa Kambangan ini masih alami dan belum banyak dicemari oleh tangan-tangan usil manusia jahil. Di depan pantai, terdapat pemandangan indah berupa dua buah pulau karang (Pulau Majethi) yang dipercaya masyarakat sekitar sebagai tempat tumbuh kembang Wijayakusuma.

Jika beruntung, kamu dapat melihat masyarakat sekitar yang ramai-ramai berziarah ke beberapa tempat keramat yang terdapat di sekitar pantai tersebut, ziarah tersebut biasa dilakukan sehari menjelang pelaksanaan Sedekah Laut (Larungan Sesaji) tepatnya pada hari kamis wage sesuai dengan kalender Jawa.

Tapi, kamu juga harus berhati-hati ketika bermain di pantai ini, karena ombaknya yang relatif besar, serta banyaknya batu karang yang bisa dilihat oleh mata telanjang.

4. Menengok jejak langkah perjuangan bangsa di Benteng Pendem, yang lengkap dengan suasana mistisnya

Benteng Pendem, saksi bisu sejarah Indonesia via id.wikipedia.org

Benteng yang menyimpan banyak cerita sejarah ini terletak di sebelah tenggara kota Cilacap. Bangunan yang didirikan oleh Belanda pada tahun 1861 dan selesai secara bertahap pada tahun 1879 ini berguna sebagai benteng pertahanan. Nama Benteng Pendem berasal dari bahasa Jawa “pendem” yang berarti “terpendam” disebut demikian karena struktur bangunannya yang terpendam di dalam tanah sedalam 3,5 m. Dalam bahasa Belanda, benteng ini biasa disebut dengan “kust batterij op de landtong te Cilacap” yang berarti benteng yang ada di atas tanah dan menjorok ke laut seperti lidah.

Benteng yang menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Belanda ini memiliki lorong-lorong gelap ruang penyiksaan dan eksekusi para tahanan Belanda. Di balik keangkuhan aura mistisnya, benteng ini membangkitkan rasa penasaran. Konon, terdapat terowongan yang menghubungkan antara Benteng Pendem dengan Benteng Belanda lainnya di Pulau Nusa Kambangan, terowongan ini adalah jalan terakhir tentara untuk melarikan diri ketika berada dalam keadaan terdesak. Walaupun belum terbukti kebenarannya, benteng ini menjadi destinasi yang patut kamu kunjungi ketika melakukan vakansi ke Cilacap.

5. Kamu yang haus wisata spiritual bisa pergi ke Gunung Srandil. Jika tak tertarik pada pesugihan, hutan yang rimbun di sekelilingnya bisa menenangkan.

Wisata spiritual dan religius di Gunung Srandil via www.panoramio.com

Gunung yang tidak pernah sepi dari kunjungan peziarah ini terletak di Glempang Pasir, kecamatan Adipala, sekitar 30km ke arah timur laut dari pusat kota Cilacap. Akses menuju objek wisata ini cukup mudah, karena dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum jurusan Cilacap-Kebumen dengan jalanan aspal yang masih halus.

Tidak hanya terkenal oleh masyarakat sekitar, petilasan yang biasa digunakan untuk mencari pesugihan yang ada di gunung tersebut terkenal hingga keluar Jawa, seperti, Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi. Para peziarah biasanya datang untuk berkunjung atau bertapa pada malam jumat kliwon atau selasa kliwon pada bulan Syura.

Di balik kesan mistis dan spiritual yang menyelimutinya, kawasan Gunung Srandil sebenarnya adalah kawasan hutan lindung seluas 236, 7 Ha yang dikelola oleh Perhutani. Jadi, kamu juga dapat menikmati asrinya hutan lindung dengan udaranya yang masih segar.

6. Bagi kamu yang gemar bergulat dengan ombak, Pantai Widarapayung tidak boleh luput dari daftar destinasimu!

Kawasan pantai yang terletak di desa Widarapayung, kecamatan Binangun ini menjadi destinasi wisata yang tidak boleh kamu lewatkan ketika berkunjung ke Cilacap. Walaupun memiliki kawasan pantai yang tidak terlalu luas, kamu dapat bermain air sepuas-puasnya karena bentuk topografi pantai yang tergolong landai, belum lagi kawasan bibir pantai yang dipenuhi pepohonan yang bisa membuat suasana di sekitar pantai terasa begitu sejuk dan nyaman.

Selain bisa menikmati deburan ombak yang datang silih berganti, kamu bisa mencoba untuk mengasah ketrampilan dalam menaklukan ombak dengan berselancar, tak perlu susah payah membawa papan selancar dari rumah, karena di tempat ini telah tersedia tempat penyewaan papan selancar. Selain itu, kamu juga dapat melakukan tour keliling pulau Nusa Kambangan dengan harga yang terjangkau.

7. Ada kekayaan dalam kesederhanaan. Termasuk dalam sederhananya hidup para nelayan tradisional di Kampung Laut.

Bertualang di kampung laut via wisatacilacap.orgfree.com

Bagi kamu yang bosan dengan tempat wisata yang menyuguhkan wahana modern, kamu wajib mengunjungi kawasan wisata kampung laut yang terletak di sebelah barat pulau Nusa Kambangan. Dinamakan kampung laut, karena letak daerah ini yang secara langsung bersinggungan dengan laut, selain itu, yang menjadi keunikan lain dari kawasan ini adalah masih banyaknya fauna laut dan goa krast yang dapat kamu temui dengan mudah, serta pola hidup masyarakatnya yang terisolasi dari perkotaan, sehingga budaya yang mereka anut tetap bertahan dari dulu.

Di sini, kamu juga bisa berkesempatan untuk melihat bagaimana para nelayan dan masyarakat setempat melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan hutan mangrove sebagai salah satu upaya untuk menangkal ganasnya ombak laut selatan agar tidak merusak perkampungan yang mereka tinggali.

8. Jangan lupa berkunjung ke pantai Teluk Penyu, pantai favorit warga Cilacap untuk menghabiskan akhir pekan!

Keindahan pantai teluk penyu via infowisataterbaru.com

Bagi kamu yang suka dengan suasana pantai, rencana untuk mengunjungi pantai Teluk Penyu akan menjadi pilihan yang tepat ketika berkunjung ke kota industri minyak ini . Pantai yang biasa digunakan untuk melepas stress atau sekedar bersantai sembari menikmati semilir angin laut yang menghampiri. Dinamakan dengan Teluk Penyu, karena konon, dulu banyak ditemui hewan penyu dalam jumlah yang banyak, iklim dan kondisi pantai yang mendukung untuk berkembang biak dan predator yang sedikit menjadikan pantai di pesisir selatan pulau Jawa ini. Sayangnya, para penyu tidak lagi mendatangi tempat ini, karena banyaknya kapal minyak dan kapal nelayan yang hilir mudik di sekitar pantai.

Pantai yang terletak sejauh 2 km di timur kota Cilacap ini memiliki jangkauan bentangan alam seluas hampir 18 hektar, kamu bisa melakukan banyak hal. Seperti, bermain bola, berenang, memancing, atau hanya sekedar duduk-duduk di bawah pohon kelapa yang tumbuh subur sambil menikmati sejuknya angin laut. Bagi kamu pecinta kuliner, banyak penjual ikan mentah berjejer yang menawarkan harga terjangkau. kemudian tinggal memilih warung di sekitar untuk menyantap seafood, koki yang ada juga sangat cepat dan gesit untuk mengolah berbagai menu seafood yang dijamin bakal menggoda lidah kamu.

Jika kamu datang tepat pada tanggal 1 suro, kamu dapat menyaksikan secara langsung ritual sedekah laut yang dilakukan masyarakat sekitar sebagai wujud syukur para nelayan atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Tuhan, berupa hasil tangkapan laut, Ritual persembahan ini merupakan acara yang ditujukan untuk penguasa laut selatan yaitu Nyi Roro Kidul dengan cara menghanyutkan kepala kerbau.

Nah, itu dia destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi ketika berlibur ke kota Cilacap. Punya rekomendasi lain untuk pembaca? Yuk, bagiin aja di komentar.