Klaten: sebuah kota kecil yang nyempil di antara dua kota budaya dan destinasi wisata ternama di Indonesia, Yogyakarta dan Surakarta. Ya, letaknya yang berada di antara Jogja – Solo membuat Klaten kerap kali dilalui oleh orang-orang yang menjadi komuter di antara kedua kota tersebut. Klaten pun selama ini lebih dipandang sebagai penghubung antara dua kota wisata daripada kota wisata itu sendiri.

Padahal, Kabupaten Klaten ternyata menyembunyikan sejumlah pesona unik di balik kesederhanaannya. Yuk, telusuri destinasi wisatanya satu per satu!

1. Hanya di Umbul Ponggok, kamu bisa snorkeling sambil “main video game” atau “menonton tivi”.

Umbul Ponggok via jogjapetualang.com

Kegiatan snorkeling emang lagi happening banget. Apalagi, destinasi wisata pulau yang populer pasti menyertakan kegiatan seru ini. Nah, kalau kamu tertarik untuk belajar snorkeling atau menyelam, Klaten punya tempat yang sempurna untuk melakukannya.

Umbul Ponggok adalah sebuah mata air yang terletak di Desa Ponggok, Kecamatan Polan Harjo. Tempat ini berbentuk kolam renang raksasa yang sekilas biasa aja. Tapi, tunggu sampai kamu menceburkan diri ke dalamnya; kamu akan takjub karena pemandangan yang sangat menarik di dasarnya, dengan ikan-ikan aneka warna dan bebatuan yang mirip karang. Gak kalah deh sama spot snorkeling yang ada di lautan!

Advertisement

Jangan takut jika kamu tak bisa berenang. Snorkeling di Umbul Ponggok dijamin aman karena kolamnya masih termasuk dangkal. Tak ada juga arus bawah air yang bisa menyeretmu seperti di laut.

Kamu juga bisa bikin berbagai konsep foto unik lho di sini, dan lokasi ini memang umum dijadikan sebagai tempat pemotretan pre-wedding. Tertarik pergi ke sana untuk membuat foto tak terlupakan?

2. Klaten memang jagonya umbul. Selain Ponggok, kamu bisa main air dengan keluarga di Umbul Cokro Tulung.

Suasana di Umbul Cokro Tulung via enggarmurdiasih.blogspot.com

Umbul Cokro Tulung yang terletak di Kecamatan Tulung, Klaten Utara, ini sebenarnya berasal dari mata air Umbul Ingas, yang tertutup dan berada di sudut pemandian ini. Bila menjelang bulan Ramadhan, tempat ini bakal dipadati pengunjung yang ingin melakukan ritual Padusan atau membersihkan diri. Tapi kamu tak usah menunggu bulan Ramadhan untuk pergi ke sini, apalagi karena Umbul Cokro Tulung punya beragam wahana ala waterboom. Dengan suasana yang sejuk, kamu bakal malas keluar dari air deh!

3. Mau ke tempat wisata di mana kamu bisa melakukan hampir semuanya? Datang aja ke Waduk Rowo Jombor.

Kurang lebih 8 km dari pusat kota Klaten ke arah tenggara, tepatnya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, ada sebuah tempat yang menyediakan aneka wisata lengkap buat kamu, namanya Waduk Rowo Jombor. Apa aja sih yang bisa kamu lakukan di sini?

a. Berjalanlah mengelilingi waduk, menikmati pantulan angkasa di permukaan airnya yang dilingkari perbukitan hijau.

Sunrise di Rowo jombor via hikariazzahirah.wordpress.com

Jangan lewatkan kesempatan untuk berjalan-jalan di sekitar waduk yang luasnya mencapai 198 hektar ini. Manfaatkan kemampuan fotografimu di sini untuk menangkap gambar-gambar pemandangan keren dari permukaan air yang dikelilingi perbukitan ini. Kalau mau, kamu juga bisa mancing ikan di sini lho.

b. Naiklah ke Taman Bukit Sidoguro, kamu bisa menikmati indahnya Rowo Jombor dan sekitarnya dari ketinggian.

Bukit Sidoguro via pakcilek.blogspot.com

Dari sisi selatan waduk, kamu bisa naik menuju Bukit Sidagora. Di sini terdapat panggung hiburan yang sering digunakan pada hari atau event tertentu, seperti pada saat dilakukannya upacara Syawalan dan tahun baru. Pemandangan waduk dan hamparan sawah bakal terlihat lebih indah dari atas sini.

c. Usai berkeliling, kamu pasti lapar. Saatnya menikmati berbagai santapan ikan air tawar di Warung Apung.

Sekalian mancing di Rumah Makan Apung Rowo jombor via cutiejava.wordpress.com

Ada sejumlah warung apung yang bakal bikin perut kamu kembali terisi di Warung Apung Rowo Jombor. Warung-warung ini benar-benar dibuat terapung di atas waduk. Sambil menikmati pemandangan, kamu bisa menyantap aneka masakan ikan air tawar yang lezat.

d. Jika kamu pengen menikmati pemandangan gak biasa di waduk ini, datanglah saat perayaan Syawalan diselenggarakan.

Festival Syawalan di Rowo Jombor via yusnia-blog.blogspot.com

Waduk Rowo Jombor tak hanya penyimpan air untuk masyarakat saja. Ia juga pusat kehidupan dan denyut nadi kegiatan masyarakat itu sendiri: apalagi saat perayaan Syawalan yang puncaknya digelar beberapa hari seusai bulan Ramadhan. Kamu bisa menemukan pesta rakyat, dengan berbagai atraksi wisata serta penjual yang menjajakan beragam souvenir.

4. Yang memiliki keindahan Merapi bukan hanya Magelang dan Yogya. Dari Klaten, kamu pun bisa menikmatinya.

Pemandangan Taman Nasional Gunung Merapi dari Deles Indah via www.dansapar.com

Deles Indah yang terletak di lereng Merapi, Kecamatan Kemalang ini pernah menjadi primadona pariwisata Kabupaten Klaten pada masa lalu. Sayangnya, pasca erupsi Merapi, tempat wisata ini mulai ditinggalkan. Padahal, pemandangannya luar biasa. Panorama gagahnya Gunung Merapi menjamu kamu, sementara di sisi lainnya ada pemandangan kota Klaten terhampar sampai ke Rowo Jombor.

Gak ada salahnya untuk mencoba “tersesat” kemari. Tempat yang sepi seperti ini justru akan memudahkanmu mendapatkan ketenangan, bukan?

5. Gula pernah jadi komoditi “mulia” di Hindia Belanda. Roda kehidupan masyarakat pernah berputar mengelilinginya. Sekarang, sejarah gula ini diabadikan di Museum Gula Gondang Winangoen.

Museum Gula Gondang Winangoen via coretanpetualang.wordpress.com

Pengen tahu gimana manisnya gula bisa sampai ke lidah kamu? Coba deh mampir ke Museum Gula Gondang Winangoen yang berada di Gondang, Klaten ini. Konon, museum ini adalah museum gula terbesar se-Asia Tenggara lho.

Terletak di dalam kompleks pabrik gula yang luasnya mencapai 100 hektar, kamu bisa menemukan replika alat-alat pembuatan gula, diorama pabrik gula dan perkebunan tebu, foto-foto bersejarah, alat-alat komunikasi lama, serta lokomotif kereta tebu. Di sekitar museum juga terdapat perpustakaan gula, arena bermain, serta kafe.

6. Pada zaman raja-raja, Klaten adalah salah satu pusat kegiatan rakyat. Itulah mengapa kamu bisa menemukan berbagai candi di kota ini.

Candi Merak yang tersembunyi via karangnongko.klaten.info

Jika kamu ingin menjelajah candi saat menyambangi Klaten, Candi Prambanan dan candi-candi sekitarnya—seperti Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Plaosan—tentu gak boleh dilewatkan. Tapi, ada satu lagi candi kecil yang menarik untuk kamu sambangi. Datang aja ke Candi Merak yang terletak di punggung Merapi, tepatnya di Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko.

Candi Merak ini adalah candi Hindu yang ditemukan pada tahun 1925. Karena dulu di sekitar tempat ini terdapat sarang burung Merak, jadinya candi ini dinamai Candi Merak, deh. Nah, kamu tentunya gak perlu berdesak-desakan dengna pengunjung lain untuk menikmati keindahan candi yang tersembunyi ini.

7. Tertarik dengan wisata ziarah? Kunjungi Makan Sunan Pandanaran di Desa Paseban.

Paura Pamuncar Makan Sunan Bayat via chic-id.com

Yang akan kita datangi kali ini memang sebuah makam, tapi bukan sembarang makam. Terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, makam Tembayat adalah tempat peristirahatan terakhir dari Sunan Bayat atau yang dikenal juga dengan nama Ki Ageng Pandanaran, salah satu tokoh penyebar agama Islam yang juga adalah murid dari Sunan Kalijaga.

Yang menarik, makam ini berada di lingkungan yang asri di atas perbukitan Gunung Jabalkat. Kompleks pemakaman ini adalah salah satu yang termegah di era Kerajaan Mataram. Untuk sampai ke puncaknya, kamu mesti menapaki 250 anak tangga dan melewati gapura yang kental dengan nuansa Hindu—yang menunjukkan peralihan budaya Hindu ke Islam.

8. Sambangi juga pusat kerajinan tanduk kerbau di desa wisata Keprabon, Polanharjo.

Perajin tanduk kerbau Keprabon via jogja.tribunnews.com

Tertarik dengan kerajinan tangan yang unik? Blusukan aja ke Desa Wisata Keprabon yang terletak di Kecamatan Polanharjo. Desa ini adalah sentra kerajinan tanduk kerbau dan penyu. Kamu gak cuma bisa melihat-lihat dan berbelanja cenderamata, tapi juga bisa mengamati langsung proses pembuatannya.

9. Tutup perjalananmu dengan menjamahi Puncak Clongop di perbatasan selatan Klaten.

Pemandangan dari Puncak Clongop via pusakawarriors.blogspot.com

Puncak Clongop sejatinya masuk ke dalam wilayah Watugajah, Gedangsari, Gunung Kidul. Tapi, jika kamu dari Jogja atau Solo, akses kemari lebih mudah ditempuh dari Klaten melewati jalan penghubung Klaten–Gunung Kidul. Melewati Bayat, sepanjang jalan kamu akan menemukan beberapa tempat menarik, seperti, Curug Luweng Sampang dan Curug Indah.

Untuk mencapai Puncak Clongop, kamu mesti melalui jalan menanjak yang cukup curam. Hati-hati, pakai kendaraan yang sip kalau mau ke sini. Di Puncaknya, kamu akan menemukan panorama pegunungan dan kota Klaten di kejauhan.

Nah, itu dia sejumlah destinasi wisata di Klaten yang wajib kamu sambangi saat mampir ke sana. Apakah kamu punya rekomendasi tempat wisata lainnya di Klaten? Kalau ada, jangan ragu untuk membagikannya di kolom komentar.