Indonesia menyimpan begitu banyak permata di alam maupun senyum orang-orangnya. Karena itu, bisa liburan dan menyambangi tempat-tempat indah di Nusantara sangatlah menyenangkan. Apalagi kalau kamu bisa pergi dengan gratis, tanpa mengeluarkan biaya sama sekali untuk tiket pesawat maupun akomodasi. Siasatnya, kamu harus mencari pekerjaan yang rela membayarmu untuk jalan-jalan.

“Tapi aku nggak bisa nulis atau motret untuk jadi travel writer atau photographer.”

Tenang, bukan hanya traveler saja kok yang bisa dibiayai untuk pergi-pergi. Sebenarnya ada banyak pekerjaan kantoran yang rela mengirimmu ke berbagai kota di Nusantara untuk urusan dinas, mulai dari pekerjaan “serius” yang menggunakan latar belakang pendidikan sampai pekerjaan keterampilan yang lebih mementingkan skill dan kreativitas.

Nah, di bawah ini, Hipwee akan mengulas profesi apa saja sih yang bisa membuat kamu bepergian tanpa harus jadi traveler full-time. Coba disimak ya!

1. Jangan pandang PNS sebelah mata. Untuk mengawasi berjalannya program-program pemerintah, mereka akan diutus ke seluruh Indonesia.

pergi ke Raja Ampat! via twitter.com

Advertisement

Banyak yang berpikir menjadi pegawai pemerintah – atau yang akrab dengan sebutan PNS – itu membosankan. Tapi jangan salah, PNS tidak hanya bekerja di balik meja saja lho! Teman-teman kita yang bekerja sebagai PNS juga dituntut untuk turun dan melihat kondisi lapangan secara langsung. Mereka yang bekerja di kementerian, misalnya, tentu harus siap diutus ke berbagai wilayah di Indonesia untuk mengawasi jalannya program-program pemerintah di setiap daerah.

Nah, jika kamu memiliki kesempatan ini, kamu bisa menggunakannya sembari traveling — tentu saja setelah semua urusan pekerjaanmu beres. Jika waktu senggangmu saat perjalanan dinas tidak banyak, kamu bisa melakukan petualangan sederhana. Merelakan sarapan pagi di hotel untuk mencicipi kuliner tradisional bisa menjadi pengalaman yang cukup menyenangkan. Kamu juga bisa sejenak berfoto di ikon daerah tersebut. Lumayan dong, daripada di belakang meja terus?

2. Dosen muda juga punya banyak kesempatan menjelajah, misalnya untuk menghadiri konferensi dan meneruskan studi

Sebagai dosen, kamu bisa punya banyak kesempatan untuk melakukan perjalanan via www.deritamahasiswa.com

Kamu yang memiliki kemampuan sebagai pengajar atau mungkin saat ini sudah menjadi dosen juga bisa memanfaatkannya untuk jalan-jalan. Tak hanya mengajar di lembagamu saat ini, kamu bisa mencoba mulai mengajukan diri mengajar di berbagai tempat yang mungkin membutuhkan kemampuanmu.

Selain itu, sebagai dosen muda atau calon dosen kamu juga perlu mengembangkan diri dan membuat CV yang mapan. Jadi mulailah kirim aplikasi untuk menghadiri konferensi ilmiah di berbagai kota di Indonesia. Bahkan kamu juga bisa mengajukan aplikasi untuk meneruskan S-2 atau S-3 di berbagai universitas terbaik di seluruh negeri.

3. Bekerja di NGO akan memungkinkanmu menjelajahi sudut-sudut negeri yang sebelumnya tak pernah kamu bayangkan

Bekerja di NGO = menjelajah pelosok Indonesia via www.foodwinetravel.com.au

Ide untuk bekerja di NGO atau non-governmental organization mungkin masih asing di telinga kamu. NGO sendiri berarti lembaga kemasyarakatan di luar pemerintah. Sebenarnya, mereka yang bekerja di sini lebih sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kamu yang senang berinteraksi dengan masyarakat dan membantu mereka menjalani hidup yang layak, mungkin cocok berkarier di sini.

Ada berbagai macam dan jenis NGO, tergantung fokus NGO itu sendiri. Kalau kamu yang senang menjaga orangutan atau binatang liar lainnya, mulailah melakukan riset tentang NGO yang bergerak di bidang lingkungan. Kamu yang tertarik dengan isu-isu pendidikan, bisa bergabung dengan NGO yang konsen terhadap isu pendidikan. Masih banyak lagi bidang-bidang NGO yang mungkin sesuai dengan minatmu.

Mereka yang bekerja di NGO ini seringkali mendapat tugas untuk melakukan pendampingan ke masyarakat di berbagai daerah pelosok Indonesia. Kesempatanmu untuk melihat kekayaan negeri kita sangat terbuka jika bekerja di sana. Contoh nyatanya? Kalau kamu pernah nonton film Sakola Rimba, lakon Butet Manurung di film itu menjadi pengajar karena ditugaskan oleh NGO!

4. Bergabung menjadi bagian dari tim riset akan membuatmu merasakan ‘liburan’ selama berbulan-bulan.

Beberapa minggu tinggal di pedalaman, kenapa enggak? via rikkofrances.blogspot.com

Mengikuti proyek penelitian juga bisa membuatmu jalan-jalan tanpa perlu mengeluarkan uang. Pusat studi universitas atau lembaga riset sangat banyak membutuhkan peneliti ketika ada proyek tertentu. Kamu yang belum pernah melakukannya bisa mencoba terlebih dahulu menjadi asisten peneliti atau enumerator. Tempat penelitiannya pun macam-macam, biasanya lokasi penelitian sudah dipaparkan diawal oleh pengelola proyek.

Namanya saja penelitian, tentu kamu harus menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melakukan proyek tersebut. Tak jarang lho tim riset bisa sampai berbulan-bulan di lokasi penelitian. Waktu yang panjang tersebut bukan tidak mungkin digunakan menjelajah tempat wisata di sekitar tempat riset. Mau dong, melihat serunya pacuan kuda dan menjamahi eksotisme padang sabana sembari meneliti tentang perkebunan karet di Sumbawa?

5. Punya mimpi menjelajah satu kota besar ke kota besar lainnya? Kenapa nggak jadi PR saja?

Matatita, dari PR ke travel writer via www.matatita.com

Fungsi utama seorang PR atau public relations adalah berkomunikasi dengan masyarakat dan membentuk citra perusahaan. Karena itulah, kalau kamu bekerja sebagai PR kamu punya banyak kesempatan untuk melakukan perjalanan bisnis ke berbagai kota. Kamu adalah jembatan bagi perusahaanmu ke konsumen, dan ketika perusahaanmu harus melakukan promosi ke luar kota tentu kamu akan dilibatkan. Selain itu, kamu juga akan diundang ke berbagai meeting maupun acara-acara PR society seluruh Indonesia. Di sinilah kesempatanmu menyaksikan kehidupan di kota yang mungkin belum pernah kamu sambangi sebelumnya. Dari Medan sampai Makassar, Malang sampai Semarang, sudah siap menjelajah semuanya?

6. Kerja sebagai wartawan memang keras dan tak kenal waktu. Tapi kamu juga dapat kesempatan untuk berjalan-jalan dan menambah ilmu

Motret pesawatnya dulu, kapan-kapan ikut terbang via nasional.news.viva.co.id

Jangan dikira mereka yang bekerja sebagai wartawan hanya akan ditugaskan meliput demonstrasi dan bencana alam. Mereka juga sangat mungkin diutus ke berbagai tempat yang indah dan damai di Nusantara untuk membuat laporan perjalanan. Ini terutama berlaku bagi wartawan di desk sosial-budaya.

Tapi mereka yang tidak berada di desk sosial-budaya juga bisa jalan-jalan, kok. Misalnya, wartawan politik bisa ditugaskan khusus meliput kegiatan Presiden selalu ikut ke mana pun Presiden melakukan kunjungan, termasuk ke daerah yang pelosok sekalipun. Dengan begitu, kamu bisa punya kesempatan untuk menjelajah kawasan yang mungkin belum terekspos sebelumnya. Seru ‘kan?

7. Menjadi event organizer (EO) juga bisa mengantarmu ke berbagai pulau dan bertemu banyak orang baru

Jarang dapat tiket gratis konser Kpop via forum.detik.com

Buat kamu yang suka mengkonsep konser musik atau pertunjukan lain, bekerja sebagai EO juga bisa membuat kamu merasakan piknik gratis. Kamu yang sudah jago sebagai seorang stage manager, misalnya, bisa saja diminta untuk menangani acara di daerah lain — bahkan di luar pulau. Kamu yang mungkin punya EO sendiri dan sudah cukup berpengalaman juga bisa mencoba menantang diri dengan membuat acara di luar tempat tinggalmu. Dengan begitu, kamu bisa sejenak melihat daerah lain namun tetap menjalankan pekerjaan yang kamu gemari.

8. Jago merekam video dan membuat film? Bakatmu ini bisa membuatmu mengeksplor tempat-tempat indah dari Sabang sampai Merauke

Jangan sia-siakan bakat visualmu via www.kapanlagi.com

Mereka yang bekerja di dalam produksi film tentu juga berkesempatan untuk bekerja sembari berjalan-jalan. Baik yang menekuni film dokumenter, maupun film fiksi, keduanya mempunyai kesempatan yang sama untuk menjelajah berbagai tempat ketika bekerja. Lihat saja film Pendekat Tongkat Emas, yang pengambilan gambarnya dilakukan di Pulau Sumba.

Untuk bisa bergabung dalam produksi film, kamu harus mulai merintis skill videografi atau produksimu sejak kuliah. Jika kamu tidak menuntut ilmu di jurusan Komunikasi, cobalah cari komunitas penikmat film di kampus atau kotamu. Pasti ada, kok — dan mereka akan dengan senang hati menerimamu sebagai anggota baru.

9. Tak hanya sibuk di gelanggang saja, atlet juga berkesempatan untuk jalan-jalan, dan dibayar!

Jadi pemanah, bisa kemana-mana via plus.google.com

Kamu memang akan menghabiskan banyak waktu di gelanggang olahraga, tapi gelanggang-gelanggang ini akan tersebar di berbagai kota yang berbeda. Jadi di sela-sela latihan dan turnamen, kamu bisa juga punya kesempatan jalan-jalan bersama rombongan. Bahkan sampai ke luar negeri. Mereka yang dikirim untuk SEA Games di luar negeri misalnya. Saat lawatan ke Maladewa beberapa hari lalu, tim Persipura pun memanfaatkan waktu senggang mereka untuk berlayar dan memancing di lautan Maladewa yang memang terkenal indah. Kamu juga bisa menjelajah seluruh Indonesia lewat event PON dan kompetisi-kompetisi tahunan yang diselenggarakan pihak swasta. Enaknya lagi, di event-event besar kamu dan kontingenmu juga akan ditemani oleh seorang panitia lokal, sehingga kamu tak perlu pusing mencari rekomendasi tempat untuk jalan-jalan, makan-makan, dan beli oleh-oleh.

Bakatmu ada di dunia olahraga? Jangan dikubur begitu saja!

Masih banyak profesi yang memungkinkan kamu untuk berjalan-jalan sambil bekerja. Bisa saja profesi kamu saat ini salah satunya. Yang terpenting, kamu harus bisa membagi waktu antara melakukan pekerjaanmu dan jalan-jalan. Jangan sampai karena keinginanmu untuk plesiran, tugas dinasmu justru terganggu. Nah, sudah siap untuk bekerja sambil berlibur? 🙂