Kamu yang memang doyan traveling mungkin sudah “khatam” mengunjungi berbagai destinasi wisata di Indonesia. Pulau, pantai, gunung, air terjun, hingga deretan kota-kota wisata di tanah air bisa jadi pernah kamu sambangi semuanya.

Tapi, yakin nih kalau kamu sudah benar-benar tuntas mengunjungi tempat-tempat keren di negeri sendiri? Buat kamu yang memang doyan traveling, pernahkah menginjakkan kaki di salah satunya taman nasional ini?

1. Rasakan sensasi membelah lebatnya hutan Sumatera. Di Taman Nasional Gunung Leuser, kamu bisa menyapa alam dan segala isinya.

Taman Nasional Gunung Leuser via instagram.com

Taman Nasional Gunung Leuser adalah salah satu yang ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer di tahun 1980. Menjadi lokasi konservasi dan pembangunan keanekaragaman hayati, taman yang satu ini terdiri dari ekosistem hutan pantai, hutan hujan tropis dataran rendah, dan pegunungan.

Di tempat ini, kamu bisa merasakan sensasi trekking membelah lebatnya hutan sambil sesekali menemukan sungai dan air terjun. Jika beruntung, orangutan dan gajah Sumatera pun dapat ditemui saat perjalanan. Ada pula badak Sumatera, siamang, kambing hutan, hingga harimau Sumatera yang menghuni kawasan taman nasional ini.

Advertisement

Musim kunjungan terbaik: Juni sampai Oktober.

2. Kemas ranselmu menuju rumah bagi para gajah Sumatera. Bertemu dengan penghuni Way Kambas pasti jadi pengalaman seru yang tak mudah terlupa.

bergumul dengan gajah di Way Kambas. via instagram.com

Menyaksikan gajah dari dekat atau bermain dengan mereka bisa kamu lakukan di tempat ini. Ya, di Taman Nasional Way Kambas yang terletak di Kabupaten Lampung Tengah tepatnya. Memiliki areal seluas 125.621 hektar, tempat ini merupakan ekosistem hutan dataran rendah yang terdiri dari hutan rawa air tawar, padang alang-alang, dan hutan pantai.

Di kawasan taman nasional ini terdapat pusat latihan gajah yang didirikan sejak tahun 1985. Hingga saat ini, pusat pelatihan tersebut berhasil menjinakkan dan melatih lebih dari 200 gajah lho. Nah, selain mengunjungi pusat pelatihan gajah, arena berkemah di Way Kanan dan pusat penangkaran badak di Kuala Kambas juga wajib kamu sambangi.

Musim kunjungan terbaik: Juli sampai September.

3. Ujung Kulon adalah habitat asli badak Jawa. Beruntung jika kamu dapat bertemu binatang langka yang jumlahnya tinggal puluhan saja.

Hutan Peucang, Ujung Kulon via instagram.com

Setelah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO di tahun 1991, Taman Nasional Ujung Kulon menjadi taman nasional pertama yang diresmikan oleh pemerintah Indonesia tepatnya di tahun 1992. Memiliki areal seluas 122.956 hektar, tempat ini menjadi habitat asli sekaligus sanctuary bagi satwa badak Jawa yang jumlahnya tinggal puluhan ekor saja.

Menjadi gerbang Taman Nasional Ujung Kulon adalah Pulau Peucang. Pulau ini biasanya jadi yang paling pertama dikunjungi para wisatawan sebelum menjelajah pulau-pulau lainnya di kawasan taman nasional. Selain pantai berpasir putih, di pulau ini kamu bisa menyusuri hutan wisata hingga bertemu monyet dan babi yang berkeliaran bebas di pinggir pantainya.

Musim kunjungan terbaik: April sampai September.

4. Terletak di sebelah Utara Jakarta, keelokan panorama di Taman Nasional Kepulauan Seribu memang tak ada duanya.

Menikmati Kepulauan Seribu via instagram.com

Terletak 45 km di sebelah Utara Jakarta, Taman Nasional Kepulauan Seribu menjadi salah satu kawasan pelestarian bahari yang ada di Indonesia. Keseluruhannya terdapat 78 pulau besar/kecil yang tingginya tak lebih dari 3 mdpl dan merupakan gugusan pulau karang.

Kekayaan bawah laut di Kepulauan Seribu tak perlu diragukan lagi. Tempat ini memiliki lebih dari 54 jenis kerang keras/lunak, 2 jenis kima, 3 kelompok ganggang, 6 jenis rumput laut, 144 jenis ikan, dan 17 jenis burung pantai. Selain itu, Taman Nasional Kepulauan Seribu juga menjadi tempat peneluran penyu sisik dan penyu hijau yang tergolong satwa langka.

Musim kunjungan terbaik: Maret sampai Mei.

5. Taman Nasional Baluran layak kamu kunjungi segera. Di kawasan ini terdapat Savana Bekol yang dijuluki Africa van Java.

Menyambangi Savana Bekol di Baluran via instagram.com

Salah satu yang paling diingat dari Taman Nasional Baluran adalah Savana Bekol. Selain pemandangannya yang indah, Savana Bekol juga disebut-sebut sebagai padang rumput terluas di Pulau Jawa. Berlokasi di Kabupaten Situbondo, di tempat ini kamu bisa menyaksikan panorama khas Afrika dimana hamparan sabana terlihat makin indah dengan adanya satwa-satwa liar yang berkeliaran.

Terdapat 444 jenis tumbuhan, 26 jenis mamalia, dan 155 jenis burung di Taman Nasional Baluran. Beberapa yang seringkali terlihat muncul adalah banteng, rusa, kijang, atau burung merak. Pastikan kamu puas berfoto-foto mengabadikan keindahan alam yang masih terjaga saat mengunjungi tempat ini, ya!

Musim kunjungan terbaik: Maret sampai Agustus.

6. Langkahkan kakimu menuju Pulau Komodo di Nusa Tenggara. Tantang andrenaline-mu melihat habitat asli hewan purba kebanggaan Indonesia.

Menyapa pagi di Pulau Komodo via instagram.com

Taman Nasional Komodo berada di Flores, Nusa Tenggara Timur. Kawasan ini terdiri dari 3 pulau besar yaitu Pulau Rinca, Pulau Komodo, dan Pulau Padar. Selain itu, ada pula sekitar 26 pulau-pulau kecil dengan 11 buah bukit dan gunung. Adanya padang savana yang luas, sumber air yang terbatas, dan suhu yang cukup panas ternyata menjadi habitat yang disukai hewan purba seperti Komodo.

Nah, buat para pecinta jalan-jalan tentu tak akan merugi mengunjungi destinasi yang satu ini. Eksotisme dan keelokan panorama Pulau Komodo jelas tak perlu diragukan lagi. Selain kamu bisa menikmati pantai dan perbukitan yang ada di tempat ini, mengunjungi Pulau Komodo juga berarti menguji adrenaline-mu sendiri. Apakah kamu cukup berani bertemu Komodo yang termasuk golongan hewan buas secara langsung?

Musim kunjungan terbaik: Maret sampai Juni, atau Oktober sampai Desember.

7. Sempatkan menjelajahi Tanjung Puting setidaknya seumur hidup sekali. Empatimu akan terasah melihat para orangutan yang sedang direhabilitasi.

Taman Nasional Tanjung Puting via instagram.com

Taman Nasional Tanjung Puting adalah pusat lokasi rehabilitasi orangutan pertama di Indonesia. Terletak di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin, Provinsi Kalimantan Tengah, tempat ini bisa dicapai via jalur darat dan laut. Lokasi rehabilitasinya terdapat di tiga tempat, yaitu di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.

Di tempat ini kamu bisa bertemu langsung dengan orangutan asli Kalimantan yang punya bulu kemerah-merahan dan tanpa ekor. Sejenak saja singgah akan membuatmu lebih peduli dan menyayangi satwa-satwa langka yang sedang berjuang di pusat rehabilitasi ini.

Musim kunjungan terbaik: Juni sampai September.

8. Alam Indonesia memang kaya raya. Buktikan saja dengan mengunjungi Bunaken dan menengok alam bawah lautnya.

Sempatkan menyambangi Bunaken via instagram.com

Siapa tak kenal dengan Bunaken? Keelokan dan panorama di tempat ini memang tak perlu dipertanyakan lagi. Memiliki luas 89.065 hektar, Bunaken menjadi perwakilan ekosistem perairan tropis di Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, terumbu karang, dan ekosistem daratan atau pasir.

Jika sudah sampai di sana, jangan ragu untuk segera menengok keindahan bawah laut Bunaken. Di tempat ini, tercatat ada 13 genera karang hidup, 91 jenis ikan, berbagai jenis molusca dan kima raksasa. Tentu merugi jika saat menyambangi Bunaken, kamu tak tuntas menjelajahi segala keindahan yang ada di daratan dan bawah lautnya.

Musim kunjungan terbaik: Mei sampai Agustus.

9. Jejakkan kakimu di pulau paling Timur di Indonesia. Rasakan sensasi berenang bersama hiu paus di Teluk Cendrawasih, Papua.

Teluk Cendrawasih, Nabire via instagram.com

Berenang bersama hiu paus seperti pada foto di atas memang bukan hal yang mustahil. Kamu bisa menjajalnya dengan mengunjungi Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang terletak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua. Memiliki luas areal lebih dari 1 juta hektar, taman nasional ini terdiri dari dari ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove, dan hutan tropis.

Di taman nasional yang memiliki perairan terluas di Indonesia ini terdapat lebih dari 209 jenis ikan, beberapa jenis penyu, duyung, lumba-lumba, paus, hingga hiu. Selain wisata bahwa lautnya, kamu juga bisa mengunjungi goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas di Pulau Misowaar, dan tempat-tempat bersejarah lainnya.

Musim kunjungan terbaik: Mei sampai Oktober.

Yap! Berkunjung ke Taman Nasional berarti menjejakkan kaki kita di kawasan pelestarian alam. Sebagai wisatawan atau pendatang, tentu kita tak boleh sembarangan. Pastikan traveling kali ini membawa manfaat bagi diri sendiri, dan tempat yang kamu kunjungi! 🙂