Setiap kampus pasti punya kisah misteri tersendiri, termasuk kampus yang udah punya ‘nama’ di Bogor ini. Siapa sih nggak kenal dengan nama besar Intitut Pertanian Bogor (IPB)? Tak hanya sarat akan prestasi, IPB juga memiliki urban legend yang cukup menyeramkan dan sudah menyebar dari mulut ke mulut di kalangan civitas kampus. Para alumnus, yuk nostalgia sebentar dengan makhluk tak kasat mata yang begitu tenar di kampusmu dulu…

Ngomongin hantu di IPB, asrama bisa jadi kata pertama yang disebutkan. Ya, katanya sih ini tempat paling populer si tak kasat mata alias paling menyeramkan

nih salah satu asrama putri di IPB via dwiadityadamayanti.files.wordpress.com

Mulai dari asrama yang A dan C tanpa ada asrama B, sampai banyaknya kejadian horor nan mistis yang sudah dialami oleh para penghuninya. Konon katanya sih banyak sekali kejadian kesurupan hingga terjadinya fenomena penampakan makhluk halus di asrama IPB ini. Sebelumnya, sekadar informasi buatmu yang belum tau dulu nih, asrama diperuntukkan bagi mahasiswa baru IPB. Gedungnya merupakan gedung dua lantai dan masing-masing lantai terdapat lima lorong, tiap lorong terdiri dari 10-12 kamar. Ada kata lorong aja kamu udah bayangin betapa mengerikannya tempat ini kan? Ya, bangunannya juga cukup tua memang.

Tentang asrama, kisah mengenai hantu sebelah merupakan kisah paling terkenal. Yang dulu sering begadang di asrama, pasti nggak asing dengan sosok ini

dikiranya tetangga sebelah, eh ternyata badannya beneran setengah via media.keepo.me

Katanya, hantu sebelah ini ialah hantu yang paling sering mengganggu mahasiswa, khususnya yang suka begadang hingga larut malam atau subuh menjelang. Bahkan, kisah hantu sebelah atau setengah ini sempat dibenarkan oleh salah seorang petugas keamanan kampus. Pernah ada cerita, ketika sekelompok mahasiswi sedang berbincang (bergosip sih biasanya -_-) di kamar, kamar mereka tiba-tiba diketok dan sebuah suara dari luar pun menjawab bahwa yang mengetok adalah orang sebelah. Saat seorang mahasiswi membuka pintunya, betapa kaget dan takut yang dirasa ketika mendapati bahwa sosok yang mengetuk pintu memang memiliki sebelah badan. Mereka kira ya orang di kamar sebelah.

Ada lagi cerita, kali ini dari asrama putra. Masih tentang mereka yang rajin begadang hingga larut malam. Sebelum belajar, pastikan dulu bahwa yang menemanimu adalah manusia ya..

Advertisement

ini dia lorong asramanya via nulishujan.files.wordpress.com

Kala itu, ada seorang mahasiswa yang belajar hingga tengah malam. Supaya mudah, sebut saja namanya Andi, bersama seorang mahasiswa lain yang kita sebut bernama Dedi. Mereka berdiskusi dan mengerjakan soal bersama di lobi asrama. Saat di pertengahan belajar, pensil Andi jatuh ke bawah meja, tanpa pikir panjang, Andi pun segera mengambilnya.

Saat itu pula, Andi tak melihat kaki Dedi yang duduk di hadapannya. Tempat yang seharusnya merupakan tempat kaki si Dedi hanya berisi udara kosong yang gelap. Satu hal yang dia dapati, bahwa Dedi bukanlah Dedi. Mencoba tenang, Andi pun kembali ke bangkunya. Dedi menatapnya sembari tersenyum, dan berkata, “Sudah tau ya?” Sejak saat itu, mahasiswa dihimbau untuk tidak belajar di lobi asrama lebih dari jam 10 malam. Hantu aja sampai nemenin belajar, kurang baik apa..

Masih di asrama, kali ini di gedung paling baru yang tingginya hingga lantai lima. Ketika ada yang mengetuk jendela hingga lantai setinggi itu, apa firasatmu?

apa masuk akal kalau ada yang ngetuk dan tiba-tiba nongol di jendela lantai 5? via korpusipb.com

Peristiwa berikutnya terjadi di Rusunawa, asrama yang gedungnya paling baru dan tinggi, serta terpisah dari asrama lainnya. Ketika itu, sekelompok mahasiswa putri belum beranjak tidur, dan sedang asik bermain kartu UNO hingga pukul 02.00 dini hari. Jendela kamar mereka masih terbuka dan angin semilir pun berhembus dari sana.

Tiba-tiba, ada suara ketukan dari jendela, ditambah suara lelaki yang berkata, “Dek dek, jendelanya ditutup dulu dek. Sudah malam, lekas tidur.” Spontan, para mahasiswi itu pun menjawab, “iya pak, makasih sudah diingetin.” Beberapa detik setelahnya mereka baru sadar, bahwa mereka ada di lantai lima, dan tak mungkin ada yang bisa mengetuk jendela mereka, ketinggiannya lebih dari 20 meter. Benar saja, saat dicek dan menutup jendela, memang tak ada siapa-siapa di sana. Lalu, tadi siapa???

Terakhir, seringkali orang bertanya, kenapa dari asrama A langsung ke asrama C? Mana asrama B-nya? Banyak versi jawaban sebenarnya, ini salah satunya

A ada, C udah, yang B buat ‘mereka’ kali ya via nnramma.files.wordpress.com

Pertanyaan tentang asrama B di IPB bukan hanya satu dua orang yang menanyakan, namun banyak dan mereka semua sangat penasaran. Jawaban pertama, asrama itu dulu ada dan berada di sebelah asrama putri A1. Namun, sudah terbakar beberapa tahun silam bahkan sebelum sempat ditempati. Ada lagi jawaban lain yang bilang, asrama B terlalu dekat dengan asrama putri, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan yang terakhir, yang paling dipercaya kayanya, asrama B berdiri di atas kuburan keramat dan yang ‘punya’ dikhawatirkan akan gentayangan. Terserah kamu mau percaya yang mana~

Terlepas dari asrama, makhluk-makhluk itu ada juga di ‘spot-spot’ lainnya. Sebutlah ATM di rektorat salah satunya. Banyak penghuni IPB percaya, ATM yang berada dekat gedung rektorat ini akan berubah jadi sangat menyeramkan saat hari menjelang malam. Pernah ada kisah, seorang mahasiswa mengambil uang di ATM tersebut saat malam selepas rapat BEM. Rupanya, ada orang yang sedang mengambil uang juga, si mahasiswa melihat kepala orang yang menyembul dari kotak ATMnya, dia pun menunggu di luar. Karena terlalu lama, si mahasiswa pun mengetuk dan mengomel dari balik pintu. Tak ada gelagat keluar, mahasiswa itu akhirnya membuka pintu, dan betapa terkejutnya dia karena yang di dalam hanyalah kepala saja.

Ya, namanya juga cerita yang berkembang dari mulut ke mulut. Benar apa nggaknya, tergantung yang percaya aja sih. Buat anak IPB, bisa komentar kali ya..