Bromo, salah satu obyek wisata unggulan Pulau Jawa yang cukup populer di Indonesia. Keindahan kawasan pegunungan Tengger ini tak pernah diragukan lagi. Setiap hari, ada ratusan bahkan ribuan traveler dari seluruh dunia datang untuk menyaksikan pemandangan alam yang luar biasa ini. Ada banyak cara untuk menikmati Bromo, mulai dari style turis, flashpacker, maupun backpacker. Nah, buat kamu yang punya budget minim dari Jakarta dan ingin menuju Bromo. Simak nih cara termurahnya. Biaya ini sudah termasuk transport dan penginapan. Bacanya pelan-pelan ya, Hihii…

Perjalanan kita mulai dari Stasiun Pasar Senen. Menggunakan kereta ekonomi Kertajaya, nggak ada salahnya menuju Bromo lewat Surabaya

Di sinilah perjalanan ini bermula via praditamauliadita.files.wordpress.com

Transportasi dengan harga paling masuk akal dari Jakarta menuju Surabaya ialah dengan kereta api kelas ekonomi. Kamu bisa menggunakan kereta Kertajaya yang berangkat pukul 14.00 WIB dari stasiun Pasar Senen, dan tiba pukul 01.30 WIB di stasiun Pasar Turi, Surabaya. Nunggu pagi di stasiun dulu nggak papalah ya. Aman kok, banyak satpam, paling sekitar empat jam gitu kamu sudah bisa melanjutkan perjalanan ke timur ini.

— tiket KA Kertajaya Jakarta – Surabaya : Rp 150 ribu

Setelah pagi tiba, di hari kedua ini kamu sudah siap menuju Bromo. Biar lebih cepet, efektif, dan lebih bervariasi, nggak ada salahnya kamu mencoba moda transportasi umum lainnya. Seperti bus, misalnya ~

yang ini stasiun Pasar Turi, mandi dan sarapan di sini boleh lho via media-cdn.tripadvisor.com

Advertisement

Sekitar pukul 05.00 WIB mungkin kamu sudah bisa memulai aktivitasmu. Mandi dan sarapan bisalah kamu lakukan di stasiun Pasar Turi. Mau makanan murah sampai mahal di depan stasiun juga tersedia, terserah mau pilih yang mana. Setelahnya, silahkan menuju terminal bus Bungurasih dengan bus kota yang lewat di depan stasiun. Tarifnya cuma Rp 5 ribu aja. Dari terminal Bungurasih, mending pakai bus ekonomi aja ke Probolinggo, supaya lebih murah. Ada bus Akas, Restu, Ladju, terserah mau pilih yang mana. Bersiaplah menempuh perjalanan selama kurang lebih 5-6 jam, akan lebih baik kalau selama itu pula matamu terpejam. Supaya lebih bugar ketika sampai di sana nantinya.

— Bus kota ke terminal Bungurasih : Rp 5 ribu

— Bus antar kota Surabaya – Probolinggo : Rp 20 ribu

Setelah sampai terminal Probolinggo, kamu bisa langsung menuju tujuan utama. Sebisa mungkin, jangan pernah sampai Probolinggo selepas pukul 16.00 WIB ya. Bakal makin susah transportasinya

begini nih ELF yang akan membawamu menuju Bromo via kompasiana.com

Sekitar pukul 13.00 WIB kemungkinan kamu sudah tiba di terminal Bayu Angga, Kota Probolinggo. Sesampainya di sini, kamu bisa langsung naik angkutan khusus menuju Bromo yang memiliki pangkalan di sebelah selatan terminal. Angkutan ini berupa bison atau ELF berwarna hijau tua. Harganya sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Kamu kudu sabar menunggu angkutan umum ini penuh dulu, sebelum berangkat ke Bromo yang kamu tuju itu. Setelah pukul 16.00 WIB, angkutan ini sudah tak beroperasi lagi. Jadi yang pinter estimasi waktunya. Menuju kaki Gunung Bromo atau Desa Cemorolawang, butuh waktu sekitar 90-120 menit. Jadi, kamu bisa istirahat lagi sembari menikmati perjalanan.

— ELF menuju Bromo : Rp 25 ribu

Tiba di Cemorolawang, kemungkinan besar saat hari sudah petang. Karena pada dini harinya kamu butuh energi besar menuju penanjakan, kamu manfaatin aja istirahat dan bercengkrama bareng orang lokal

mau ngelewatin pemandangan seindah ini? via bromotravelguide.com

Barulah sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, kamu siap memulai penjelajahanmu di Pulau Jawa bagian timur ini. Satu hal yang jadi wajib ketika kamu berkunjung ke Bromo adalah, menikmati sunrise di penanjakan. Menuju ke sana, kamu bisa menyewa jeep atau ojek motor saja. Terserah, senyamanmu saja pilih yang mana. Kalau dipikir-pikir, menggunakan Jeep sebenernya bisa lebih murah sih, asal kamu ketemu orang senasib yang bisa jadi satu rombongan pada akhirnya. Untuk enam orang tarifnya Rp 400 ribu ke dua destinasi, yakni penanjakan dan kawah Bromo. Kalau Rp 400 ribu tadi dibagi enam orang, jadinya cuma Rp 67 ribu kan? Sebab kalau ojek, menuju ke dua lokasi yang sama jadinya Rp 150 ribu. Atau kalau mau coba, kamu bisa merayu orang lokal buat minjemin motornya sih. Kasihlah Rp 100 ribu, usah sama-sama untung harusnya. Heuheu~

Urusan penginapan, harga sewa sekamar homestay untuk satu malam ialah Rp 75 ribu. Kalau cuma semalem dan emang backpackeran sih, kalau boleh saran, bawalah tenda, kamu bisa tidur dimana-mana. Dijamin, banyak juga temennya. Kalau memang bernyali, silahkan dicoba bareng beberapa orang atau mau sendiri juga nggak papa. Inget jangan lupa bawa jaket tebel, syal, kupluk, sama slayer. Biar ditenda kamu tetep nemu kehangatan.

Di Bromo kamu punya banyak destinasi yang bisa didatangi. Mulai dari sunrise Penanjakan, Kawah Gunung Bromo, Pasir Berbisik dan Bukit Teletubbies. Kamu sesuaikan dengan budgetmu ya. Kalau mepet yaudah ke Penanjakan sama Kawah Bromo saja.

— Biaya sewa jeep patungan : Rp 67 ribu

— Homestay 1 malam : Rp 75 ribu

Dari penanjakan dan kawah Bromo, nggak akan butuh waktu hingga setengah hari. Setelahnya, kamu bisa naik ELF lagi ke terminal Probolinggo untuk pergi ke lain destinasi

camping pun banyak temennya via www.agentwisatabromo.com

Sekitaran pukul 10.00 WIB kamu sudah bisa nunggu ELF lagi di Cemorolawang menuju ke terminal. Kalau berangkatnya via Surabaya, pulangnya kamu bisa ganti rute via Malang. mampir pantai sendang biru juga bisa jadi alternatif baru. Cari bus Tentrem trayek Probolinggo-Malang. Dengan biaya Rp 20 ribu, dan durasi sekitar empat jam kamu bisa sampai kota malang.

— Biaya ELF ke terminal : Rp 25 ribu

— Bus antar kota Probolinggo – Malang : Rp 20 ribu

Sabar dulu. Sampai terminal Malang, nggak serta merta Pantai Sendang Biru bisa kamu pandang. Masih butuh perjalanan untuk menemukan debur ombak menenangkan

transit di sini dulu ya.. via malangtourguide.com

Dari terminal Arjosari-Malang, kamu masih perlu menaiki angkot jurusan AG dan turun pasar Gadang. Biayanya hanya Rp 7 ribu saja. Turun pasar Gadang, beralihlah menggunakan Bus Santosa menuju pasar Turen. Kali ini lebih murah lagi, hanya Rp 4 ribu. Belum selesai, angkutan terakhir yang mesti kamu naiki adalah angkot berupa ELF warna biru yang akan membawamu menuju pantai sendang biru. Bersiaplah mendirikan tenda, dan nikmati malammu dengan syahdu sebelum pulang ke Jakarta.

— Angkot AG terminal Arjosari – Pasar Gadang : Rp 7 ribu

— Bus Santosa pasar Gadang – Pasar Turen : Rp 4 ribu

— ELF Pasar Turen – Sendang Biru : Rp 15 ribu

Terakhir, di hari ke empat ini kamu siap pulang ke Jakarta. Sebelumnya, silahkan berputar-putar kota dululah ya~ Jangan lupa, kita total juga semuanya..

selamat berkemah via wisatawan.net

Puas bermain air dan bercengkrama dengan alam, kamu bisa menuju kota Malang untuk membeli satu atau beberapa buah tangan. Kereta api ekonomi paling murah menuju Jakarta adalah Matarmaja dengan harga tiket Rp 109 ribu, yang berangkat pukul 17.00 WIB dan tiba di Pasar Senen pukul 09.45 WIB. Menuju stasiun Malang dari Sendang Biru, kamu bisa pakai angkutan umum yang dari terminal menuju kesana sebelumnya ya, tinggal di balik aja. Dari Pasar Gadang kamu pakai angkot AG juga dan turun di stasiun. Kamu percaya kan perjalanan ini menghabiskan biaya kurang dari Rp 550 ribu rupiah? Kita hitung ya…

— Tiket KA Kertajaya Jakarta – Surabaya : Rp 150 ribu

— Tiket KA Matarmaja Malang – Jakarta : Rp 109 ribu

— Bus kota ke Terminal Bungurasih : Rp 5 ribu

— Bus antar kota Surabaya – Probolinggo : Rp 20 ribu

— ELF ke Bromo : Rp 25 ribu

— Homestay 1 malam : Rp 75 ribu

— Sewa jeep ke pananjakan dan kawah Bromo : Rp 67 ribu

— ELF Cemorolawang ke Terminal Probolinggo : Rp 25 ribu

— Bus antar kota Probolinggo – Malang : Rp 20 ribu

— Angkot AG terminal Arjosari – pasar Gadang : Rp 7 ribu

— Bus Santosa Pasar Gadang – Pasar Turen : Rp 4 ribu x 2 = Rp 8 ribu

— ELF Pasar Turen – pantai Sendang Biru : Rp 15 ribu x 2 = Rp 30 ribu

— Angkot AG pasar Gadang – stasiun Malang : Rp 7 ribu

TOTAL : Rp 548 ribu

Gimana? Bukankah dengan begini tak ada alasan lagi untuk tak menikmati indahnya Indonesia? Kalau ke Bromo itu paling pas sekitar bulan Agustus, karena saat itu pas musim kemarau dan sunrisenya itu biasanya sempurna. Satu lagi, ketika bulan Agustus juga ada upacara tahunan suku Tengger yaitu upacara Kasada. Selamat merencanakan perjalananmu.