Banyak aspek yang perlu kita tahu tentang traveling. Traveling sejatinya bukan cuma jalan-jalan ke suatu tempat, berfoto ria, dan pulang dengan segudang oleh-oleh dan pengalaman. Lebih dari itu, traveling juga melibatkan batin dan spiritual seorang traveler sejati. Salah satu aspek yang kerap terlupakan oleh kebanyakan orang.

Sebagai pengingat, Hipwee Travel akan memberikan beberapa referensi destinasi buat kamu yang pengin berwisata rohani. Kenapa? Ya, agar tingkat spiritual dan batinmu senantiasa berimbang dengan tingkat kebahagiaan duniawimu.

Mengunjungi Candi Borobudur, mengunjungi rumah ibadah Budha terbesar di Asia Tenggara.

Waisak! via kompasiana.com

Perlu kamu tahu, ternyata Candi Borobudur bukan cuma menjadi destinasi wisata sejarah loh. Candi peninggalan peradaban Budha di Indonesia ini juga menjadi tempat ibadah terbesar bagi para penganut agama Budha. Bahkan, nggak cuma masyarakat Budha Indonesia aja yang menyempatkan diri beribadah ke Borobudur. Banyak sekali warga asing yang rela ke Magelang, untuk beribadah. Lebih ramai ketika Hari Raya Waisak. Rame banget.

Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, Vihara dengan pagoda tertinggi di Indonesia. Mampirlah untuk ibadah yang lebih tenang.

Pagoda yang menjulang tinggi. via anehnya.com

Advertisement

Vihara yang terletak di lahan seluas 2 hektar ini merupakan rumah ibadah Budha yang memiliki pagoda tertinggi di Indonesia yang telah diakui MURI. Selain itu, Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna) ini mengandung sebuah Budha Rupang dengan ketinggian 7 tingkat, yang berarti bahwa seorang pertapa akan mencapai kesempurnaan kesucian dalam tingkat ketujuh.

Buat yang pengin ke Goa Loudres Prancis, kamu bisa ke Kediri loh. Gereja Puhsarang, memiliki replika Goa Loudres yang jauh lebih besar!

Replika Gua Loudres. via rentcarwisata-malang.blogspot.com

Rumah ibadah yang terletak di kaki Gunung Wilis ini bukan sekadar gereja biasa loh. Terdapat sebuah replika Goa Loudres Prancis. Bahkan, goa yang terletak di desa Puh Sarang, Kecamatan Semen, Kelurahan Semen, Kabupaten Kediri ini lebih besar daripada aslinya. Selain menjadi rumah ibadah kaum Kristiani, tempat ini juga kerap dipakai sebagai tempat wisata untuk umum, dengan syarat nggak boleh berisik pas ada ibadah.

Yang unik lagi, di sini terdapat 12 sumber mata air yang bisa diminum langsung. Konon, di sini kamu juga bisa mengobati penyakitmu loh, juga diyakini bisa memberi kesuburan buat kamu yang sudah menikah. 🙂

Gereja unik dari Ibukota yang memiliki inkulturasi agama katolik dan arsitektur Tionghoa, Santa Maria de Fatima, Jakarta Barat.

Santa Maria de Fatima. via www.klikhotel.com

Yang menjadikan gereja ini unik adalah corak Tionghoa yang mendominasi seisi bangunan ini. Awalnya, rumah ini milik seorang keturunan Tionghoa, namun pada tahun 1950-an, bangunan ini dibeli oleh seorang pastor. Sejak saat itulah rumah ini dijadikan rumah ibadah, untuk mengajarkan agama Katolik pada orang-orang Tionghoa perantauan di Jakarta. Rumah ibadah bagi umat Katolik ini terletak di Jalan Kemenangan III, Glodok, Jakarta Barat.

Kastil besar yang terletak di Alam Sutera ini ternyata Gereja St. Laurensius loh! Udah ada yang pernah ke sana?

Ini adalah satu-satunya gereja yang memiliki kubah di atas bangunannya. Bukan bermaksud melecehkan, justru gereja ini berkesan ingin membuktikan bahwa di Indonesia, Tangerang khususnya, memiliki tinggkat toleransi yang sangat tinggi. Ntap! Selain itu, gereja yang mirip kastil ini juga memiliki fasilitas untuk orang-orang disabilitas, seperti jalanan khusus bagi mereka yang mengenakan kursi roda. Kalau dilihat dari luar, gereja ini memang mirip banget kayak kastil kerajaan di Eropa pada zaman kuno. Padahal ini gereja. Gereja dengan arsitektur neogotik yang didirikan di dalam wilayah perumahan elit Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Masih di bilangan Ibukota, cobalah untuk wisata religi ke Jakarta Pusat. Kisah romantis Katedral dan Istiqlal yang selalu berdampingan.

Sepasang rumah ibadah yang bersahaja. via indonesiahebat.org

Meski lahir lebih dulu, Gereja Katedral Jakarta atau Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga hidup rukun bersama Masjid Istiqlal, di Jakarta Pusat. Gereja yang diresmikan pada tahun 1901 ini juga memiliki nama asli De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming.

Diarsiteki oleh anak seorang pendeta miskin, Masjid Istiqlal menemui takdirnya. Adalah Friedrich Silaban, perancang Masjid Istiqlal, melahirkan bangunan yang merupakan simbol kerukunan antarumat beragam di Indonesia; berdirinya Masjid Istiqlal tepat di hadapan Gereja Katedral.

Bertolak ke Negeri Serambi Mekah, Aceh, mampirlah kamu yang muslim ke Masjid Raya Baiturrahman.

Mirip Taj Mahal juga ya? via anekawisatanusantara.blogspot.com

Masjid di Aceh ini merupakan salah satu bangunan atau rumah ibadah bernilai sejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Meski telah mengalami perombakan, masjid ini senantiasa dijaga keberadaannya. Pernah juga dibakar oleh pihak Belanda pada tahun 1873, hingga meletuslah perlawanan masyarakat Aceh. Lalu pada tahun 1936, 1958-1965, dan tahun 1992, masjid agung ini mengalami renovasi dan perluasan. Diakhir 2006, masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini harus berjuang melawan dahsyatnya gulungan ombak tsunami. Baru pada 15 Januari 2008, Masjid Baiturrahman ini bisa digunakan kembali. Stay alive!

Nggak perlu jauh-jauh ke Taj Mahal, Riau juga punya. Inilah Masjid Agung An-Nur di Pekanbaru.

Ini An-Nur atau Taj Mahal? via wikiwisata.com

Masjid yang terletak di Pekanbaru ini memiliki keindahan yang nggak kalah dengan Taj Mahal. Bahkan, sering kali orang menyebutnya replika Taj Mahal Riau. Masjid ini dibangun pada tahun 1963-1968 dengan rancangan oleh Ir. Suseno yang mengadopsi gaya arsitektur Melayu, Turki, Arab, dan India. Selain corak budaya arsitektur tersebut, di masjid yang memiliki luas hingga 12,6 ha ini memiliki fasilitas pendidikan seperti playgroup, TK, SD, SMP, SMA, perpustakaan, aula, ruang pertemuan, hingga perkantoran.

Nah, itulah beberapa destinasi wisata rohani yang bisa membawamu pada batin dan tingkat spiritual yang mendamaikan. Nggak ada salahnya sesekali kamu berwisata rohani. Jangan karena kamu merasa masih muda dan belum butuh berwisata ke tempat seperti ini. Keep praying and traveling!