Menjelajah Indonesia berarti menjelajah dari Sabang hingga Marauke. Ribuan pulau dan jutaan tempat wisata bisa meremajakan beban pikiranmu yang tertambat pada pekerjaan dan kesibukan sehari-hari. Liburan dong, Kak! Kali ini yuk ke Malang!

Apa sih yang kurang dari Kota Malang? Dari infrastruktur kota, kepedulian akan pendidikan, potensi pariwisata, hingga kuliner. Dari tata ruang kota yang sudah diatur sedemikian rapi oleh Abah Anton–panggilan akrab Walikota Malang, Mochamad Anton–berbagai kampus negeri maupun swasta, serta maraknya destinasi wisata yang bisa kamu kunjungi kapan saja. Pesona Kota Bunga ini seakan ingin memanjakan para pelancong untuk terus mengunjungi dan berlama-lama di kota yang juga dijuluki sebagai Zwitserland van Java ini.

Nah, sekarang Hipwee Travel pengin ajak kamu buat berwisata di kota Malang lagi, tapi bukan berwisata alam, melainkan wisata kuliner asli Kera Ngalam! Nyam!

Bakso Malang, bakso yang sudah melanglang buana ini lebih nikmat kalau kamu santap di tanah kelahirannya lho!

Cobain Bakso Presiden, Ker! via www.geokuliner.com

Di manapun kamu berada, nggak jarang kamu bisa menemui Bakso Malang yang lewat di depanmu. Bakso Malang tersebut memang bakso dari Malang, asal ada baksonya, ada siomaynya, dan ada pangsitnya. Nah, yang membedakan bakso Malang yang ada di manapun dengan bakso Malang yang ada di Malang, hanyalah rasanya. Bukankah yang asli yang lebih enak? Untuk itu, kalau kamu lagi di Malang, cobalah untuk mencicipi ramuan khas bakso Malang yang ada di Jalan Batanghari No. 5, Malang, alias Bakso Malang Presiden. Menyantap semangkok bakso di tepi rel kereta api, bikin kamu semangat menjalani hari-hari di Kota Bunga ini!

Meski telah menjadi bisnis kreatif oleh banyak pengusaha, tapi cobalah bakso bakar asli dari Malang. Rasa memang nggak bisa bohong!

Advertisement

Nih, Bakso Bakar Malang. via lintasresep.blogspot.com

Kalau Bakso Malang sudah jadi milik Bakso Presiden, bakso bakar di Malang pun nggak mau kalah. Adalah Bakso Bakar Pak Man yang menjadi pusat perhatian pelancong atau masyarakat sekitar ketika hendak berburu bakso bakar. Kamu bisa mencobanya di jalan Diponegoro No. 19 Malang.

Makanan ini simpel. Cuma sebuah bakso yang dibakar dengan berbagai racikan bumbu. Bakso bakar Pak Man ini memiliki tingkat kepedasan yang berbeda, mulai dari sedang, pedas, dan sangat pedas. Bakso bakar Pak Man ini bisa dibilang sebagai pelopor lahirnya bakso bakar khas Malang. Di tempat makan inilah biasanya mahasiswa berkunjung di akhir bulan. Karena di sini kamu bisa ambil mi dan bihun sesuka hati, alias gratis! Nah, kan, enak to? Akhir bulan masih bisa makan enak dan kenyang di Malang. hehe

Opor asli Malang, Orem-orem yang berkuah kental ini cocok buat udara dingin di Kota Malang.

Orem plus telur asin. Ntap! via anomharya.com

Makanan berat kali ini adalah Orem-orem. Dari nama memang terdengar asing dan unik bagi kamu yang berasal dari luar kota Malang atau Jawa Timur. Ya, karena inilah salah satu kuliner khas Kota Malang yang maknyus! Sepiring ketupat yang dipotong dicampur dengan irisan tempe, suwiran ayam, tauge, dan dibanjiri kuah santan yang kental. Ehm! Nikmat kali!

Orem-orem yang menyerupai opor ini dulunya sering kali disajikan di sebuah pesta pernikahan atau syukuran, tapi seiring perkembangannya, kamu bisa menemukan warung dan rumah makan yang menjajakan makanan khas Malang ini. Untuk menyantapnya, kamu bisa menambahkan telur asin, mendol, krupuk, dan berbagai lauk lainnya, sebab dengan lauk apapun, makanan ini tetap nikmat dan patut kamu coba!

Ketika kamu kelaparan di Kota Apel, carilah Sego Goreng Mawut. Sepiring akan tetap kurang kalau kamu sangat kelaparan!

Maknyus, Rek! via indischekoffie.com

Nasi goreng mawut ini sama saja dengan nasi goreng lainnya. Cuma bedanya, nasi goreng mawut adalah perpaduan antara nasi dan mi goreng yang dicampur jadi satu. Ehm, gimana nggak kenyang banget coba, wong karbohidrat semua! Nah, dinamai nasi goreng mawut karena, nasi goreng ini dicampur aduk jadi satu dengan mi goreng. Mawut dalam bahasa Jawa berarti berantakan. Untuk rasa, ya, pecahlah pokoknya!

Cwie Mi Malang, bukan mi ayam biasa! Cobalah untuk menerima rasanya yang sangat berbeda.

Rasanya ‘nendang’! via www.resepseharihari.com

Meski sepintas mirip mi ayam biasa, cwie mi ini memiliki banyak perbedaan. Antara lain, mi dan selada yang lebih halus dalam pembuatannya, dan ditaburi bawang goreng yang memikat selera. Sementara ayamnya, bukan ditaburkan seperti mi ayam pada umumnya. Ayam pada Cwie Mi ini ditumbuk halus menyerupai abon ayam.

Untuk rasa, Cwie Mi ini cenderung lebih asin daripada mi ayam kebanyakan. Ketika disirami dengan kuah, rasa yang berkembang di lidahmu adalah segar dan gurih! Nah, unik, bukan? Banyak sekali tempat yang bisa kamu datangi di Kota Malang untuk mencari makanan ini loh.

Buat kamu yang kedinginan hangatkanlah tubuhmu dengan minuman Angsle. Meski sikap pacarmu begitu dingin, minum angsle nggak akan bikin kamu bete!

Anget! :3 via elshinta.com

Kota Malang yang terkenal sejuk kadang bisa membuatmu menggigil loh. Apalagi kalau petang mulai mengundang, dan senja telah menghilang. Waduh! Nah, untuk mengatasi suhu yang kian ‘sejuk’ dan capeknya badan setelah berpetualang di Malang, cobalah untuk menyeruput semangkok angsle.

Minuman khas dari Malang ini mirip dengan wedang ronde/sekoteng di daerah lain. Tapi rasa dan komposisi Angsle-lah yang membuatnya berbeda dengan minuman penghangat tubuh lainnya. Komposisi yang terdiri atas potongan roti, kacang hijau yang telah direbus, putu mayang, bubur mutiara, ketan putih yang telah dikukus, dan tape singkong, adalah pembeda Angsle dengan wedang ronde/sekoteng.

Kedinginan di Kota Bunga? Atau sikap pacarmu yang dingin membuatmu bete? Cobalah meminum Angsle!

Tempe Gembus dari Zwitserland van Java. Variasi lain dari olahan tempe di Kota Malang yang perlu kamu coba!

Menjes. via www.wovgo.com

Kalau di Jawa Tengah dan Yogyakarta punya tempe gembus, maka Malang punya Menjes yang boleh diadu rasanya. Menjes ini merupakan makanan khas Malang yang berbahan dasar tempe atau yang biasa disebut menjes kasar. Ada pula yang terbuat dari ampas pembuatan tahu, yang biasa disebut menjes halus. Cara masaknya hanya digoreng layaknya tempe goreng dengan berbalut tepung. Paling enak kalau kamu santap ketika hangat, pakai cabai rawit, dan es teh manis atau kopi!

Mendol tempe, kuliner khas Malang yang bisa kamu cemil atau sebagai lauk makan.

Mendol tempe. :3 via resepmakansedap.com

Berbahan dasar tempe, Mendol menjadi lauk yang cukup digemari oleh masyarakat Malang. Selain bahan yang mudah didapatkan, pembuatannya pun cukup mudah. Tempe ditumbuk halus dengan dicampur bumbu yang telah ditumbuk halus, seperti bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabai rawit, daun jeruk, dan penyedap rasa. Lalu adonan tersebut dibikin lonjong seperti combro, dan siap digoreng dengan minyak yang mendidih. Jadi deh!

Cara menyantap makanan yang menyerupai perkedel ini biasanya dibuat lauk untuk orem-orem atau dicemil biasa. Mungkin kalau perkedel sudah banyak kamu temui di manapun, tapi untuk makanan yang satu ini, cobalah kalau kamu mampir ke Malang!

Asyik, ‘kan, keliling Malang? Nggak cuma destinasi pariwisata yang bisa memanjakan mata dan jiwamu di kala liburan, kuliner di Kota Bunga juga bisa membuat lidahmu nggak bisa berkata apa-apa lagi selain bilang, MAKNYUSSS!