Duhai Calon Istriku,

Seperti apakah wajah pendaki gunung yang ada di benakmu? Lelaki berambut gimbal yang tak pernah mandi? Sering berkata kasar dan urakan yang kadang kalimat-kalimatnya membuatmu tak nyaman? Tenang, aku bukan pria seperti itu. Aku adalah laki-laki yang masih menjaga penampilanku. Meskipun sederhana, tidak akan canggung jika disandingkan denganmu.

Terbiasa dengan keril besar via detikworld.files.wordpress.com

Duhai Tulang Rusukku,

Kamu mungkin akan merasa tak nyaman jika bersandar di pundakku. Pundak yang keras dan kasar yang lebih terbiasa membawa keril puluhan liter. Goresan-goresan luka bekas semak-semak liar Tambora pun akan mudah kamu temukan. Bekas luka isapan darah pacet ada di mana-mana. Jadi, bersabarlah…

Advertisement

Udara Segar khas Pegunungan via arifdwijanarko.wordpress.com

Duhai Calon Ibu Dari Anak-anakku,

Aku adalah orang yang tidak terbiasa dengan hiruk-pikuk perkotaan. Paru-paruku terbiasa dengan udara segar khas pegunungan. Kulitku biasa bersentuhan dengan mata air jernih Segara Anak. Mulutku terbasahi oleh segarnya mata air Gunung Salak. Aku takut, akan merasa kesulitan berada di tengah masalah kaum urban yang kadang galak.

Masih banyak pendakian yang aku impikan via arifdwijanarko.wordpress.com

Duhai pendamping sisa usiaku,

Mungkin kelak aku akan beberapa hari meninggalkanmu di rumah. Menaklukan Himalaya masih selalu jadi impianku. Aku pun tak akan ragu jika ada yang mengajakku kembali ke Kinabalu. Menapakkan kaki kembali di Kilimanjaro pun aku pasti akan langsung setuju. Menaklukan 7 puncak dunia masih menjadi mimpi besarku selain membangun keluarga bersamamu.

Mengingatmu akan selalu jadi kesibukanku via beritajogja.id

Namun, Kamu jangan khawatir, wahai calon istriku,

Ketika aku pergi, aku akan selalu mengingatmu. Memang, ada banyak alasan dalam setiap pendakian. Namun, hanya satu hal yang selalu membuatku bergegas turun. Yaitu pulang dan bergegas bertemu denganmu. Karena itu jangan pernah ragu untuk senantiasa mendoakan keselamatanku.

Selalu siap dengan perubahan via arifdwijanarko.wordpress.com

Aku adalah laki-laki yang tidak saklek dengan aturan. Gunung mengajariku untuk selalu siap dengan segala bentuk perubahan. Cuaca dan bentangan alam yang tak menentu, harus membuatku siap dengan banyak rencana cadangan. Bekal yang terbatas, tak akan pernah luput dari perhitunganku. Semuanya aku perhitungkan asal selamat sampai tujuan.

Aku adalah laki-laki biasa. Makhluk yang tak bisa disandingkan dengan gunung yang lebih perkasa. Semakin banyak puncak yang aku datangi, semakin sadar bahwa manusia sama sekali tak memiliki kuasa. Hanya Tuhan lah yang berhak memiliki segalanya.

Bisa berjuang bersamamu via balunggunung.blogspot.com

Aku adalah laki-laki yang mengerti arti perjuangan. Yang membentuk pribadiku bukanlah puncak gunungya, namun terjalnya pendakian yang menguatkan mentalku. Curamnya Tanjakan Setan, susah payahnya aku mencapai puncak Mahameru, atau Bukit Penyesalan Rinjani yang tak pernah bosan memberiku pelajaran. Puncak gunung itu hanya indahnya saja, namun perjalanannya lah yang berhasil menempa sifatku.

Setiap perjalananku hanyalah untuk kembali bertemu denganmu via reggaefara.wordpress.com

Duhai Calon Ibu Dari Anak-anakku,

Tahukah kamu arti rumah dan pulang yang sebenarnya? Rumah itu bukanlah tempat kita tinggal. Rumah adalah tentang perasaan. Perasaan-perasaan hangat orang-orang yang menyayangiku, yaitu dirimu. Pulang bukan berarti hanya kembali ke kampung halaman. Pulang adalah perjalanan kembali ke tempat orang yang selalu merindukanku, yaitu dirimu.

Besar keinginanku untuk segera berjumpa denganmu via g4d4adventure.wordpress.com

Duhai yang Namanya Telah Dituliskan Tuhan untuk Bersanding Denganku,

Aku tak tahu siapa dirimu. Mungkin aku belum pernah bertemu denganmu. Atau bisa saja kita sudah bertemu namun aku belum sadar keistimewaanmu. Namun, kita harus sepakat bahwa kita sama-sama belum saling menemukan. Terhalang oleh perasan yang masih berpendar samar.

Namun, kelak jika kita sudah bertemu, inilah aku. Sang pendaki yang masih belum berhasil menaklukanmu.

Sampai jumpa dalam pertemuan berbalut rindu nan syahdu.