Beberapa hari lalu, dunia media sosial dihebohkan oleh sebuah fenomena yang berkaitan dengan traveling. Tepatnya di dunia Instagram. Bukan, ini bukan soal perubahan logo Instagram yang jadi lebih lucu. Melainkan sebuah foto seorang pendaki wanita yang menggenggam sebuket bunga yang ditengarai sebagai bunga lavender dari Oro-oro Ombo Gunung Semeru. Waduh! Dipetik?? WHAT THE…, kata para netizen lain di Instagram.

Eits, jangan naik pitam dulu, ya. Kali ini Hipwee Travel akan ulas kebenaran atas fenomena yang cukup menghebohkan Instagram tersebut. Itu sebenarnya bunga apa sih? Berikut ulasannya. Cekidot!

Apa sih yang sebenarnya netizen hebohkan? Ini dia, foto penampakan pendaki wanita yang memegang sebuket bunga yang katanya bunga Lavender di Gunung Semeru

Pendaki wanita yang berpose bersama sebuket bunga warna ungu. :3 via www.instagram.com

Ini caption yang menyertai foto yang diunggah pada 8 Mei 2016.

@annisatiani: Ada 2 pendapat tentang bunga cantik ini🌷 Yang pertama, bunga ini bersifat parasit sehingga disarankan dari pihak ranu sendiri untuk diambil🙃 Yang kedua, sebagai pecinta alam tidak dibenarkan jika merusak alam misalnya mengambil bunga-bunga yang ada🙃 Dan kemudian kembali lagi dengan keyakinan masing-masing. 😊

Advertisement

Oh, jadi ini penyebabnya? Yuk, mari kita ulas!

Yuk, mari kenalan dengan bunga cantik yang membuat para pecinta alam ini geregetan! Verbena Brasiliensis Vell adalah dalang di balik fenomena ini

Ini dia penampakannya dari dekat! via www.instagram.com

Verbena brasiliensis vell adalah penghuni lahan seluas kurang lebih 20 hektar (data akhir tahun 2015) di daerah Oro-oro Ombo, di jalur pendakian Gunung Semeru atau berada di ketinggian 2.460 mdpl. Awalnya, bunga ini dikira sebagai bunga lavender, karena bunga ini memiliki warna kombinasi kuning, hijau, dan ungu yang menciptakan lansekap cantik layaknya taman lavender atau taman-taman bunga yang ada di Belanda dan Prancis.

Bunga yang berasal dari keluarga Verbenaceae ini merupakan tanaman berumur pendek alias semak tahunan yang tumbuh dari Januari hingga Agustus. Bunga ini dapat tumbuh sampai 2 meter tingginya dengan batang berbentuk segi empat dan jenis daun komposit atau berpasangan, berbentuk bulat memanjang dengan sisi yang bergerigi.

Wah, bunga secantik ini, dipetik? Difoto dan dipajang di media sosial Instagram?? Reaksi netizen pun beragam.

Apakah dengan memetiknya berarti kita merusak ekosistem? Kalau gitu netizen yang upload foto dengan bunga ini termasuk traveler alay dong? Benarkah?

Lebih dari 10.000 kiriman untuk #orooroombo. via www.instagram.com

Apakah dengan memetik bunga berwarna cantik ini berarti kita mengancam ekologis? Apakah pemilik akun @annisatiani dan akun-akun lainnya yang ramai diperdebatkan di Instagram nggak mencintai alam? Sebelum menjawab dan memberi komentar, kenapa kita nggak coba cari tahu dulu tentang asal muasal bunga ini? Ketika kamu sudah tahu, baru deh boleh komentar.

Komennya… xD via www.instagram.com

Banyak banget komentar yang menyudutkan dengan tuduhan-tuduhan negatif. :))

Cari tahu dulu kebenarannya sebelum menuduh. Cobalah untuk jadi traveler yang bermartabat!

Luas banget! via akhdanmp.blogspot.com

Cantik, bukan? Tapi, kamu tahu nggak sih manfaat dari bunga ini? Secara sepintas, hamparan tumbuhan ini memang menampilkan lanskap cantik di pos 5 yang ada di trek pendakian menuju puncak Gunung Semeru. Nah, belakangan ini, sebelum kamu mendaki gunung setinggi 3.676 mdpl ini, kamu akan diberi bekal oleh para pengelola yang mengimbau untuk memetik bunga-bunga ini. Simpan bunga itu dalam tasmu, atau bahkan para pengelola siap loh buat ngasih kamu karung untuk nyimpen semua bunga Verbena. Nah lho!

Usut punya usut, bunga ini ternyata dapat mengancam ekologis yang ada di Oro-oro Ombo. Sebab tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini bersifat invasif. Artinya, Verbena brasiliensis ini berpeluang untuk menguasai habitat sekitar, sehingga menghancurkan spesies tanaman yang ada di TNBTS. So, nggak masalah kalau kamu memetik bunga ini, bahkan diimbau loh! Nah, sekarang kamu udah boleh komentar dan berpendapat atas fenomena ini.

Atau mungkin kamu kurang piknik? Open minded akan menyelamatkanmu dari sikap menghakimi!

Kamu kebanyakan atau kekurangan piknik? via www.instagram.com

Sudah paham, ‘kan, kenapa para traveler alias pendaki Semeru memajang foto mereka di taman bunga Oro-oro Ombo? Ya, karena mereka peduli dan bukan ingin merusak lingkungan! Cobalah untuk bersikap terbuka, jangan suka menghakimi perilaku para traveler yang kamu sendiri belum tahu maksudnya. Atau jangan-jangan kamu kurang piknik?

Apa yang kamu dapat dari fenomena ini? Semoga ada pembelajaran yang berarti yang bisa membuatmu bisa menjadi lebih dewasa. Kalau kata travel blogger Iqbal Kautsar, jadilah traveler bermartabat, yang mengedepankan kecerdasan!