Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Di mana pulau-pulau besarnya membentang sepanjang Sumatra hingga Papua. Bentukan yang berwujud kepulauan ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang unik. Di mana setiap pulaunya memiliki ciri khasnya masing-masing, dari mulai adat-istiadat, bahasa, hingga kuliner. Bisa dibilang inilah pesona Nusantara. Namun sayang, sebagai negeri Kepulauan, Indonesia dibayangi oleh naiknya permukaan air laut yang mengancam keberadaan pulau-pulaunya. Banyak pulau-pulau di Indonesia yang diprediksi akan tenggelam beberapa tahun mendatang.

Pulau apa sajakah itu? Lantas, apa sih yang menjadi penyebab dari tenggelamnya sebuah pulau?

Indonesia adalah negara kepulauan. Di mana jumlah pulaunya sudah bersarang di kepala dari sejak di bangku sekolah, yakni 17.845

Kita dari dulu dibiasakan untuk menghapal 17.845 pulau. via gislearning.wordpress.com

Nusantara, nusa antara. Bermakna pulau-pulau Indonesia yang membentang dari Sumatra hingga Papua, yang diantaranya dipisahkan oleh lautan. Wajar jika daratan Indonesia dipisahkan oleh lautan, sebab 2/3 dari 7,8 juta km2 luasnya adalah lautan. Sekitar 5,8 juta km2-nya adalah lautan.

Sebagai negara kepulauan, masih ingatkah kamu berapa jumlah pulau di Nusantara? Yup, sebagian kita mungkin akan menjawab 17.845 pulau, jumlah yang mencerminkan hari kemerdekaan Indonesia. Jumlah tersebut sepertinya sengaja dipilih supaya mudah untuk diingat. Padahal berdasarkan Ensiklopedia Populer Pulau-pulau Kecil Nusantara, jumlah pulau Indonesia adalah 17.504. Namun, dengan adanya proyek reklamasi teluk Jakarta yang rencananya akan membangun 17 pulau baru, jumlah kepulauan Nusantara tentu bertambah menjadi 17. 521.

Advertisement

P.S: sementara itu baru 13.466 pulau yang berhasil dibakukan namanya di PBB.

Banyak yang bilang kalau Nusantara adalah surganya pulau-pulau cantik nan eksotik. Dari pulau Dewata, Borneo, hingga Papua. Tak ayal jika banyak warga asing yang jatuh cinta

Cantiknya Bali bikin banyak warga dunia jatuh cinta. via www.zacktravel.com

Tak sedikit warga asing yang jatuh cinta dengan Indonesia. Kamu bisa melihat wajah-wajah bahagia turis asing yang mengunjungi Bali. Bagi mereka, keelokan Bali adalah surga. Belum lagi banyak para peneliti dunia yang memilih untuk mendedikasikan ilmu dan tenaga mereka demi menyelamatkan flora dan fauna di ranah Borneo. Tak hanya itu, cukup banyak organisasi dunia yang terketuk nuraninya untuk membangun desa di Papua. Itu semua bentuk cinta mereka pada Nusantara. Tanda cinta penduduk dunia pada pulau-pulau di Nusantara, pada Indonesia.

Siap-siap say good bye sama pulau Kelor yang diprediksi bakal tenggelam sekitar 40 tahun mendatang

Nama pulau ini mungkin terdengar asing di telinga. Bahkan sebagaian dari kamu ada yang belum mengetahui tentang keberadaan pulau satu ini. Pulau ini masih termasuk dalam gugusan Kepulauan Seribu. Di pulau ini juga bersemayam peninggalan kompeni, berupa benteng yang dibangun VOC dan galangan kapal. Dengan nilai sejarah yang dimiliki pulau yang dulu bernama Kherkof ini sangat disayangkan jika pada 40 tahun mendatang diprediksikan akan karam. Luasnya saja sudah menyusut dari 1,5 hektare (tahun 1980) menjadi 1 hektare saja. Adapun abrasi dan pemanasan global menjadi penyebab utamanya.

Pulau Padang di Riau juga diprediksi tenggelam akibat dialihfungsikan menjadi hutan tanam industri (HTI). Apa itu HTI?

Pulau Padang yang diprediksi tenggelam akibat HTI. via www.mongabay.co.id

HTI adalah hutan tanam industri. Ada rencana bahwa hutan alam di pulau Padang Kab. Kepulauan Meranti – Provinsi Riau, akan dialihfungsikan menjadi kawasan HTI. Berdasarkan hasil riset jaringan kerja penyelamat hutan Riau (Jikalahari) menyingkap bahwa daratan di pulau Padang adalah kawasan gambut yang cocok ditanami kelapa, bakau, atau sagu. Jika benar pulau Padang akan dialihfungsikan menjadi HTI, baiknya dikelola dengan teknologi yang tepat agar tidak menjadi boomerang di kemudian hari.

P.S: adapaun HTI bertujuan untuk menunjang pembangunan kehutanan yang mendukung pertumbuhan nasional. Yang diantaranya untuk meluaskan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan.

Yang bakal bikin warga Indonesia sedikit was-was adalah Pulau Dewata diprediksi bakal tenggelam di tahun 2050! Please, ini nggak boleh terjadi!

Nusa Penida, menjadi pulau yang paling rawan tenggelam. via wisatabaliutara.com

Diprediksikan pada tahun 2050 air laut akan naik setinggi 4 meter, menyebabkan pulau Nusa Penida dan sebagian pulau Bali tenggelam. Adapun saat ini Nusa Penida menjadi pulau yang paling rawan terancam dampak perubahan iklim yang menyebabkan naiknya permukaan air laut. Terkait hal ini masyarakat Bali telah melakukan aksi nyata berupa kampanye Nyepi Internasional yang sudah diterapkan sejak beberapa tahun silam. Semoga, kampanye untuk memerangi perubahan iklim ini nggak hanya dilakukan oleh masyarakat Bali saja, tapi juga masyarakat dunia pada umumnya.

Pulau Sentut – Bintan, juga menambah daftar panjang pulau yang diprediksi bakal karam

Pulau Sentut. via sauljamlaay.blogspot.com

Pulau Sentut terletak di perairan Laut Cina Selatan, sebelah timurnya pulau Bintan, provinsi Kepri. Pulau ini dikabarkan luas dan ketinggiannya semakin berkurang disebabkan abrasi dan penambangan bauksit. Pulau Sentut sendiri luasnya kurang dari 2 hektare dan berupa pasir. Selain pulau Sentut yang rawan tenggelam, pulau Tembora juga mengalami hal yang sama. Penyebabnya pun sama, penambangan bauksit. Ckckckc

Abrasi dan pemanasan global menjadi penyebab banyaknya pulau di nusantara yang terancam karam

Abrasi juga jadi salah satu penyebab berkurangnya luas sebuah pulau. via en.wikipedia.org

Pulau-pulau di Nusantara yang terancam tenggelam disebabkan oleh permukaan air laut yang makin lama makin naik. Sehingga daratan pulau-pulau tersebut menyusut luasnya. Hingga kemungkinan terburuknya adalah pulau-pulau tersebut benar-benar tenggelam. Pemanasan global menjadi penyebab utama naiknya muka air laut. Sementara itu abrasi yang menurut Mbah Google adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak, juga turut menjadi penyebab berkurangnya luas sebuah pulau. Luas dan ketinggian pulau yang makin menyusut, sementara muka air laut makin naik, jadilah sebuah pulau berpotensi karam.

Amat disayangkan jika Indonesia harus kehilangan pulaunya satu persatu. Padahal sebagian pulau tersebut berpotensi untuk dijadikan hutan alam (sebagai paru-paru dunia) dan tak sedikit yang bahkan punya nilai sejarah seperti pulau Kelor. Lagi-lagi penyebabnya karena pemanasan global. Huft. Stop global warming!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!