Momen-momen seru yang kamu alami selama traveling gak hanya asyik dinikmati sendiri. Jika punya pasangan untuk diajak traveling berdua, pengalaman jalan-jalanmu bisa lebih asyik lagi. Beda dengan hadiah berupa barang, kenangan-kenangan berharga selama traveling berdua bisa kalian simpan dalam ingatan untuk selamanya. Apalagi, menghabiskan waktu berdua untuk jalan-jalan juga membuat kamu bisa mengenal pasanganmu lebih jauh lagi.

Sebelum kamu memutuskan untuk mengajaknya traveling berdua, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan. Nah, biar perjalanan kalian nantinya menyenangkan sekaligus gak jor-joran, ada baiknya kamu simak dulu beberapa tips berikut ini.

1. Sebelum menentukan tujuan, komunikasikan dulu apa yang paling ingin kalian lakukan sepanjang perjalanan.

Samakan visi via 1.bp.blogspot.com

Saat kamu memutuskan untuk jalan-jalan, menentukan mau ke mana dan naik apa ke sana itu adalah hal yang wajib untuk dilakukan. Ketika kamu ingin mengajaknya traveling, kalian perlu saling mengerti dulu apa yang membuat dia tertarik untuk bertualang: gunung atau pantai, alam atau urban?

Masing-masing dari kalian juga perlu memahami kekurangan pasangannya selama traveling dan bagaimana mengatasinya. Misalnya, apakah dia mabuk saat naik moda transportasi tertentu? Atau, apakah dia alergi terhadap sesuatu, alergi dingin misalnya? Nah, dengan mengkomunikasikan hal-hal di atas, kalian bisa mulai menyatukan visi dan mengeliminasi hal-hal yang mungkin kurang menyenangkan selama perjalanan.

2. Usai menyatukan visi dan menentukan tujuan, itinerary dan anggaran perjalanan adalah hal yang harus kalian pikirkan sama-sama.

Advertisement

Susun itinerary dan anggaran perjalanan. via www.oncallinternational.com

Oke, kalian udah bisa menyatukan visi serta menyepakati destinasi jalan-jalan kalian. Kini, saatnya kalian melakukan riset secara mendetil dan menyusun itinerary: tempat-tempat wisata mana aja yang akan kalian jamahi di tempat tujuan nanti? Nah, dari itinerary itu, kalian udah bisa mulai menyusun anggaran perjalanan untuk berdua.

3. Kalian tak harus pergi ke luar negeri atau destinasi eksotis yang mahal. Jajal saja destinasi yang dekat dari tempat kalian, yang penting ‘kan bisa bersenang-senang dengan pacar.

Jajal destinasi yang dekat. via www.huffingtonpost.com

Sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan yang jauh dan memakan biaya, gak ada salahnya memilih destinasi yang dekat dengan tempat tinggal kalian lebih dulu. Misalnya, trip 2 hari 1 malam ke kota sebelah. Atau, menarik juga melakukan one-day trip dengan berlagak menjadi turis di kota sendiri.

Selain gak memakan banyak tenaga dan biaya, cara ini juga memberi kalian ruang untuk “simulasi dan refleksi”: gimana rasanya jika melakukan perjalanan jauh bersamanya nanti?

4. Karena kalian traveling bersama, carilah akomodasi dan transportasi yang memberikan diskon pada traveler yang pergi liburan berdua

Selalu cari penawaran terbaik via www.evolllution.com

Gak bisa dipungkiri jika transportasi dan akomodasi biasanya memakan biaya paling besar dibanding pos-pos yang lainnya. Apalagi jka destinasi itu jauh jaraknya dan sulit ditempuh dengan bus atau kereta. Untuk ke Pulau Komodo, misalnya, berapa juta harus kalian habiskan buat tiket pesawat.

Nah, enaknya traveling bareng pasangan, kalian bisa berbagi tugas untuk mendapatkan tawaran terbaik untuk menekan biaya transportasi serta akomodasi. Kalian bisa mencari tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan, atau mungkin justru di menit-menit terakhir (meski agak riskan, riskan gak dapat tiket). Akomodasi juga begitu. Dapatkan harga diskon dengan mem-booking penginapan jauh-jauh hari. Lebih bagus lagi jika kalian bisa mendapatkan diskon karena status kalian yang pergi traveling berdua

5. Biar perjalanan kalian gak terasa membebani, kamu dan pasangan wajib saling berbagi.

Saling berbagi. via www.oprah.com

Karena kalian niatnya mau jalan-jalan hemat, bukan mau nraktir, sepakati dulu bahwa kalian melakukan sharing cost atau meanggung biaya perjalanan secara adil dan bijaksana.  Yang paling nyaman, masing-masing menyetorkan uang sesuai jumlah anggaran, lalu uangnya biar dipegang oleh satu orang aja.

Si pemegang dana inilah nanti yang bertugas melakukan transaksi dan pembayaran untuk setiap pengeluaran selama trip—kecuali untuk hal tak terduga di luar anggaran, misalnya belanja. Jadi, dana yang digunakan untuk traveling gak tercampur dengan uang saku pribadi. Sementara, yang lain bisa menjadi navigasi dan time keeper biar jadwal trip kalian tetap di treknya.

6. Hostel selalu lebih murah daripada hotel. Selain itu, menginap bareng traveler lain juga akan menghindarkan kalian dari “hal-hal tak diinginkan”.

Tinggal di hostel via www.prweb.com

Tarif menginap di hostel umumnya lebih murah jika dibanding menginap di hotel. Dengan ruangan berupa dorm serta tempat tidur susun, kalian bisa bercengkerama serta berbagi cerita dengan traveler lainnya. Selain itu, kamu juga terhindar dari godaan untuk melakukan hal-hal yang diinginkan. Hehehe. Tapi, serius, di sejumlah hotel dan beberapa daerah, Aceh misalnya, kamu harus bisa memperlihatkan surat nikah dan cincin kawin agar bisa tinggal sekamar.

7. Kalau memungkinkan, pilih penginapan yang dapurnya bisa digunakan secara gratis.

Bisa buat bikin mie instan juga via iamjudgmental.com

Kalau ada dapur, kamu bisa menekan pengeluaran untuk makan serta keinginan untuk jajan sembarangan. Gak perlu bikin yang ribet, beberapa butir telur rebus yang telurnya bisa kamu beli di pasar bisa jadi cemilan sehat saat merasa lapar di perjalanan. Roti bakar dengan selai cokelat atau kacang juga bisa menjadi pengganjal perut yang nikmat. Semua itu bisa kamu buat dengan panci dan wajan yang tersedia di dapur penginapan.

8. Soal makan, kamu gak boleh abai. Tetaplah makan tiga kali sehari.

Makan di Warteg biar puas via random.hedwigus.net

Saat traveling, kamu mengeluarkan lebih banyak energi untuk menjelajah. Biar energimu tetap terjaga, penting banget untuk tetap makan teratur. Gak seru kan kalau kamu malah sakit gara-gara kurang asupan?

Gak perlu makan ala wisata kuliner setiap kali, cukup sesekali aja. Kamu bisa sarapan roti buatan sendiri dan pergi ke warteg buat makan siang. Malamnya, sambangi warung-warung kaki lima. Selain murah, tak jarang mereka juga menyajikan pengalaman kuliner yang unik.

9. Susuri tempat-tempat wisata yang dekat dengan jalan kaki. Selebihnya, jelajahi dengan sepeda motor sewaan.

Jalan…jalan…jalan via www.thespacewanderer.com

jangan ragu untuk melangkahkan kaki menyusuri tempat-tempat wisata yang jaraknya dekat. Buatlah rute yang efisien ditempuh dengan berjalan kaki. Selain gak capek, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Bahkan, mungkin aja kamu menemukan keindahan yang tersembunyi di antara gang-gang sempit.

Nah, beberapa tempat mungkin terlampau jauh untuk dicapai dengan jalan kaki. Untuk itu, menyewa sepeda motor menjadi pilihan yang rasional. Selain cepat dan lebih murah, kamu juga lebih fleksibel ketika ada perubahan rencana.

10. Hindari melakukan “kejar setoran”. Kalian lagi traveling, bukan lagi narik angkot!

“Om, kiri Om!” via sudut-buku.blogspot.com

Kejar setoran maksudnya membuat jadwal perjalanan yang terlalu mepet dan saklek. Itinerary itu panduan aja kok, bukan deadline yang mesti kelar jam sekian. Terlalu cepat berpindah bikin kamu lebih cepat lelah; kamu juga gak bisa menikmati suasana di tempat wisata secara utuh.

Kalau emang pasanganmu lagi menikmati suasana di tempat wisata tertentu, ya udah ikut nikmati aja. Gak perlu terburu-buru untuk berpindah ke tempat selanjutnya hanya demi merasakan tempat wisata sebanyak-banyaknya. Take your time dan rasakan atmosfer tempat itu harus merasa dikejar waktu.

Menyatukan dua kepala untuk menciptakan perjalanan yang hemat sekaligus menyenangkan memang gak gampang. Tapi, usaha kalian tentu sepadan dengan pengalaman yang didapatkan. Yuk, deh ajak pasanganmu traveling!