Travelling adalah hal yang sangat mengasyikkan. Kamu bisa pergi ke tempat baru, merasakan pengalaman baru, kenal dengan teman baru, dan bahkan bisa dapat kekasih baru. Bagi kamu anak muda yang sedang bersemangat, travelling sudah jadi semacam kebutuhan wajib.

Nah, terkadang saking asyiknya, kamu justru merasa yang kamu dapatkan tak se-berharga dengan apa yang kamu upayakan untuk bisa travelling. Kadang yang kamu dapatkan cuma capek, foto standar dan juga dompet bokek. Harus kamu pahami, travelling bukan perkara kamu bersenang-senang saja, tapi alangkah bagusnya jika bisa mendapatkan kesan dan pesan berharga yang bisa jadi inspirasi positif untukmu.

Hipwee akan dengan senang hati mengingatkanmu, hal-hal ini sering kamu lakukan sampai bikin travelling-mu tak berkesan. Kamu pun perlu menghindarinya 7 hal ini biar perjalananmu seru, gaes!

1. Kamu tahunya travelling segera cepat sampai, menuju ke destinasi impian. Proses perjalanannya justru kamu abaikan.

Perjalanan adalah bagian penting dari travelling, bukan soal destinasi saja. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Advertisement

Memang, tujuan kamu travelling adalah untuk menikmati pesona di daerah destinasi wisata. Biasanya, kamu akan mengabaikan proses perjalanan menuju ke sana. Kamu mungkin lebih suka tidur agar perjalanan segera cepat sampai. Namun, ada baiknya kamu juga menikmati proses perjalanannya.

Bukalah pikiranmu kawan. Tidakkah sangat mengasyikkan saat di perjalanan kamu berjumpa dengan pemandangan indah yang tidak kamu duga atau berjumpa orang satu perjalanan yang punya cerita jenaka dan suka ngobrol. Kamu juga bisa mengamati keunikan daerah dan masyarakat yang kamu lewati. Pada momen-momen di jalan, barangkali kamu akan mendapatkan ide-ide inspiratif. Jodoh juga kadang terselip di antaranya.

2. Di destinasi wisata, kamu lebih sibuk selfie hingga pesonanya kurang kamu perhatikan. Memang, kamu bisa dapat foto yang bagus, tapi kamu kehilangan suguhan paling istimewa di destinasi wisata

Letakkanlah selfie sesuai proporsinya. Menikmati destinasi tetap yang utama. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Selfie di tempat wisata memang sudah jadi satu alasan penting generasi kekinian untuk pergi travelling. Apa sih kalau alasannya bukan sebagai eksistensi. Malahan, di berbagai lokasi, banyak orang tak beretika sampai merusak tanaman demi bisa dapat foto selfie, atau menantang maut di tempat berbahaya untuk bisa selfie. Kalau kamu sadar, adakalanya tujuan selfie bikin urusan menikmati pesona paling istimewa di destinasi jadi terabaikan. Nah, kan sayang banget itu, travelers!

Coba kamu travelling di pantai-pantai terindah Lombok yang berpantai putih, berlaut biru dengan hijaunya perbukitan yang disemiliri angin sejuk. Rasakan dan nikmati dulu keindahannya, hiruplah segar-segar udara bersih. Nah, kamu baru luangkan sedikit waktu untuk selfie. Gitu kan lebih nikmat. Selfie jangan jadi tujuan ya melainkan pelengkap perjalanan.

3. Kamu selalu asyik bercengkerama dan bercanda dengan kawan-kawanmu tapi kamu enggan menyapa warga lokal. Kamu ketinggalan cerita manis dan spesial dibalik pesona destinasi wisata!

Berinteraksi dengan orang lokal dan mendengar kisahnya sangat penting untuk membuat travelling berkesan. Via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Pasti travelling bersama sahabat menjadi momen yang sangat menyenangkan. Kapan lagi coba, pergi ke tempat impian bersama orang-orang terdekat. Nah, keasyikan bareng kawan jangan sampai membuatmu enggan untuk berinteraksi dengan warga lokal. Keseruan berinteraksi dengan warga lokal inilah yang bisa bikin perjalananmu punya kesan sangat mendalam pada tempat itu. Kamu akan mendapatkan cerita spesial langsung dari orang yang hidup di tempat itu. Malah, bercengkerama dengan orang lokal, bisa membuatmu tak akan putus kontak dengan pesona destinasi itu, yang akan membuatmu ingin segera kembali menyambangi lagi.

Kamu akan merasakan nikmatnya mendengar namamu dipanggil warga lokal ketika kamu kembali datang ke tempat itu. Mereka akan ingat kepada kita. Ini kan luar biasa.

4. Kadang, kamu terlalu asyik bercengkerama dengan gadget. Kenapa tidak kesampingkan gadgetmu dan fokuslah menikmati suasana?

Gunakanlah gadget secara bijak biar lebih bisa menikmati suasana destinasi. via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Memang gadget susah dilepaskan dari kehidupan kita. Termasuk saat travelling, gadget pada satu sisi sungguh membantu kepuasan, namun di sisi lain mengganggu momen memesrai suasana perjalanan. Ketika kebanyakan memegang gadget, mau tidak mau kamu akan berkali-kali melihat layar, sambil memencet-mencetnya. Terus, perhatian segera kamu beralih ke panorama destinasi. Pasti tak akan cukup sekali saja kejadian seperti ini. Pasti berulang kali.

Nah, jika memang gadget tak bisa kamu tinggalkan, kamu perlu mengatur strategi. Misalnya, setelah satu jam, kamu baru gunakan gadget-mu untuk keperluan komunikasi atau mengabadikan keindahan panorama wisata. Kan, sayang banget sudah jauh-jauh travelling tapi kamu tak bisa menikmatinya sepenuh hati.

5. Acapkali kamu nggak mau mencoba sesuatu yang khas dari sebuah daerah wisata. Kenapa harus makan yang sama dengan daerah asalmu?

sesekali makanlah papeda via www.diasporaiqbal.blogspot.co.id

Tidak semua wisatawan tertarik untuk mencoba yang khas asal daerah destinasi lho. Pinginnya yang ada di daerah asalnya, juga disajikan di tempat tujuan wisatanya. Kalau kamu masuk golongan wisatawan kayak gini, tidak salah sih, tapi sangat disayangkan. Salah satu tujuan dasar travelling adalah merasakan pengalaman baru, bukan?

Misal soal makanan. Kamu di Jawa biasa makan nasi dengan lauk ayam. Kalau misal kamu lagi jalan ke Papua, andai tetap makan nasi dan lauk ayam ya travelling-mu kok kurang berkesan ya. Kenapa tidak coba Papeda yang berbahan unik sagu dengan lauk ikan khas setempat. Pentingnya merasakan sesuatu yang khas destinasi adalah kamu bisa mendapatkan wawasan baru betapa sebuah perjalanan itu begitu memberi kesan mendalam.

6. Seringkali traveler nggak peduli dengan kondisi tempat wisata. Lebih suka komplain dan bikin kritik di media sosial. Kenapa nggak mencoba memberi solusi?

Travelling yang dibarengi aktivitas sosial membuat travelling lebih berkesan. Misal, menanami mangrove saat travelling ke Kebumen. via diasporaiqbal.blogspot.co.id

Traveler sering protes kalau tempat wisata yang didatangi kurang bagus. Ditambah lagi ekspektasi berlebih ketika datang di suatu lokasi wisata itu. Misal tempatnya kotor, lingkungannya buruk atau sampah di mana-mana bisa bikin kamu males. Ujung-ujungnya komplain dan protes di media sosial. Kenapa nggak bikin solusi, gaes?

Saat ini travelling sambil beraktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat lokal mulai naik daun. Contohnya, travelling sambil mengajar di daerah pelosok, travelling sambil menanam pohon, travelling sambil membuat perpustakaan, travelling sambil merintis desa wisata, dan masih banyak lagi.

Travelling sejenis ini, yakni social-travelling, bisa bikin kamu memiliki ikatan yang lebih kuat dengan mana yang telah kamu kunjungi. Kamu tak akan langsung putus hubungan dengan orang lokal. Biasanya terus berkelanjutan dengan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Nah, kamu harus coba mulai style travelling seperti ini!

7. Ya, sebisa mungkin jangan jadikan sebuah perjalanan jadi ajang pedekate lah. Sekali gagal, bisa ngerusak hubungan ‘kan?

ojo pedekate terus, mblo via www.sociotraveler.com%20

Nah, selain itu hal yang harus kamu hindari apabila kamu travelling yaitu ketika tujuan kamu cuma mau pedekate sama seseorang. Wah ini bahaya. Alih-alih berkesan, bisa jadi bikin trauma buat kamu karena pedekate-mu gagal. Hahaha. Kamu pernah mengalami?

Malah jadi baper.

Itu dia 7 hal yang harus kamu hindari biar travelling kamu berkesan. Coba deh kamu lakuin. Worth it buat dicoba. Bisa juga lho share pengalaman kamu tentang topik tadi di kolom komentar. Terakhir, selamat berlibur, Travelers!