Baru-baru ini, dunia pendakian dihebohkan lagi dengan adanya unggahan foto di media sosial. Kali ini bukan masalah pendaki alay yang menimbun gunungan sampah atau pendaki yang memetik bunga benalu yang dituduh merusak. Melainkan beberapa foto menomenal yang menggelitik. Seperti apakah itu? Berikut akan Hipwee Travel suguhkan ulasan mengenai pendaki unik yang berpenampilan nyentrik. Yuk, cekidot!

Siapa sih sebenarnya pendaki berkostum merah muda alias pink ini? Rame banget di media sosial!

Cak Prut (TPA/paling kanan) dan PH (kiri) via dokumen%20pribadi%20TPA

Usut punya usut, para pendaki berkostum unyu ini ternyata adalah pendaki dari komunitas Trenggalek Pink Adventure (TPA) dan Pink Hikers yang dulunya sama-sama anggota dari Komunitas Pecinta Alam Trenggalek (KOPLAG). TPA ini digawangi oleh Andri Suko, Ipin, Zainul, dan Anugerah Iskandar/Cak Prut. Sementaqra Pink Hikers ini dikomandoi oleh Cak Speck dan Cak Joen. Para pendaki cowok dalam balutan warna serba pink! Unyu~~

Oh, ternyata mereka bukan tanpa alasan loh dalam memilih warna pink. Ini alasan mereka dalam menentukan warna…

Biar nggak ilang dari rombongan. via www.instagram.com

Dalam keterangannya via pesan singkat kepada Hipwee Travel, Cak Prut, salah satu pendiri TPA mengatakan bahwa pemilihan warna ini bertujuan sebagai tindakan preventif. Artinya, dengan kostum dan atribut yang mencolok seperti itu, anggota mereka yang tersesat atau terpisah dari rombongan, akan mudah untuk dicari atau diidentifikasi. Selain warna pink, mereka juga menjadikan Hello Kitty sebagai ikon mereka. Wah, ternyata ada alasannya, ya! :3

Ada satu lagi yang lucu! Ternyata nggak cuma kostum yang berwarna unyu. Bahkan semua perintilannya pun berwarna pink! hehe

Advertisement

Nah, kan. Semuanya serba pink. Inilah identitas mereka. Lucu banget!

Apa sih tujuan mereka dengan berkostum unik di atas gunung ini? Yang jelas bukan tanpa alasan juga!

Foto bareng pendaki lain~ via www.instagram.com

Cak Prut sebagai salah satu pendiri komunitas yang berdiri sejak 2009 lalu ini menuturkan bahwa nggak ada alasan lain selain sebagai sarana penghibur. “Tidak ada, Mas. Maksud dan tujuan kami hanya menghibur dan melukis senyum, canda, dan tawa kepada sesama pendaki. Ada kebanggan tersendiri bagi kami saat melihat mereka tersenyum dan saling sapa.” Gokil sih, Gaes!

Nah, selain itu, mereka pun bersedia loh diajak foto bareng sama pendaki lain yang kebetulan ketemu di jalur pendakian. Bahkan, pendakian terakhir mereka di Semeru, banyak banget pendaki yang ngajak foto bareng. Untungnya, komunitas yang sudah mendaki lebih dari belasan gunung ini punya fotografer sendiri loh! Keren banget nggak sih?

Meskipun berpenampilan nyentrik, para pendaki dari komunitas ini tetap menjaga kebersihan dan kelestarian alam loh! Yang beginilah yang patut dijadikan contoh

Bersih-bersih! via www.instagram.com

Terlepas dari penampilannya yang unik dan nyentrik, para pendaki kreatif ini selalu setia pada fitrahnya sebagai pendaki. Ya, menjaga lingkungan dengan memungut sampah dari gunung agar alam tetap lestari dan suci! Biar kata penampilan unyu dan badan kekar, yang penting ingat selalu kebersihan. Nggak kayak kamu yang begayaan doang naik gunung, tapi nyampah mulu! Nih, tiru Trenggalek Pink Adventure dan Pink Hiker!

Nah, itulah beberapa fakta unik yang berhasil Hipwee Travel rangkum tentang para pendaki nyentrik yang tengah heboh di Instagram. Kalau besok kamu ketemu mereka, ajak foto, dan ikuti perilaku terpuji mereka dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, ya! Salam lestari!